Bayar Rp50.000 Sehari, Ini Alasan Orang Tua Titip Bayi di Bidan Pakem
Polisi mengungkap tarif day care ilegal di Pakem Sleman mencapai Rp50 ribu per hari. Orang tua mengaku menitipkan bayi karena sibuk bekerja.
Menteri Perhubungam RI, Budi Karya Sumadi meninjau percepatam vaksinasi kawasan aglomerasi di Balai Kalurahan Argomulyo, Sedayu, Bantul pada Minggu (7/11). /Harian Jogja-Catur Dwi Janati.
Harianjogja.com, SEDAYU - Kementerian Perhubungan RI bersama DPR RI dan Pemkab Bantul bersinergi bersama melakukan percepatan vaksinasi di wilayah aglomerasi. Mayoritas lansia di wilayah aglomerasi jadi sasaran vaksinasi jelang Nataru.
Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi pada Minggu (7/11) yang menghadiri percepatan vaksinasi di Balai Kalurahan Argomulyo, Sedayu menyampaikan apresiasinya terhadap capaian vaksinasi di Bantul yang telah menyentuh angka 81 persen. Namun Budi ingin capaian vaksinasi itu bisa mencapai maksimal yakni 100 persen.
"Saya senang sekali masyarakat Bantul sudah divaksin mencapai 81 persen. Tapi kita ingin vaksinasi 100 persen. Kita ingin aglomerasi Jogja itu menjadi suatu daerah yang Herd Immunity-nya 100 persen," tegas Budi
Bukan tanpa alasan kawasan aglomerasi di Jogja jadi sasaran percepatan vaksin. Budi menilai pada libur natal dan tahun baru kelak Jogja berpotensi akan dijadikan sasaran destinasi wisata. Sehingga percepatan vaksinasi diperlukan untuk menyongsong kemungkinan itu.
"Bulan Desember ada Nataru Kalau Nataru itu Jogja biasanya jasi destinasi wisata. Banyak sekali orang pulang ke Jogja. Oleh karenanya tadi saya lihat programnya bagus sekali, banyak lansia yang disuntik [vaksin] di atas 60 tahun . Tadi saya lihat 50 persen lansia," tuturnya.
Budi sangat mengapresiasi upaya yang dilakukan Pemda Bantul, Dinkes dan relawan serta Anggota DPR RI yakni Sukamto dalam percepatan vaksinasi di kawasan aglomerasi. "Kita harus bahu membahu," tegasnya.
"Perintah pak Presiden ciptakan Herd Immunity yang ada di aglomerasi. Aglomerasi Jogja adalah aglomerasi yang cukup menjadi favorit kalau Nataru. Oleh karenanya kita persiapkan agar tidak ada gelombang ketiga dari Covid-19," katanya.
Asisten Sekretaris Daerah Bidang Sumberdaya dan Kesejahteraan Rakyat, Setda Bantul, Pulung Haryadi menjelaskan ada empat titik aglomerasi perkotaan di Bantul yang jadi fokus sasaran vaksinasi yakni Sedayu, Kasihan, Sewon dan Banguntapan. "Kenapa aglomerasi perkotaan, karena itu lah penanganan Covid yang paling sulit adalah daerah-daerah pinggiran kota," ungkapnya.
"Sehingga kenapa kami prioritaskan di daerah perbatasan ini untuk vaksinasi. Kita berharap dengan adanya percepatan dari Kemenhub ini lebih cepat tercapai Herd Immunity," imbuhnya.
Ditambahkan Pulung, Pemkab Bantul menargetkan capaian vaksinasi di akhir November ini bisa mencapai 90 persen. Untuk mencapai itu upaya-upaya yang telah dilakukan di antaranya yakni dengan program Wani Vaksin di Kalurahan. "Kemudian juga kita menyasar di lokasi-lokasi yang menjemput lansia. Karena memang permasalahan yang ada saat ini yang kurang cepat di lansia.
"Kalau kita lihat tadi cukup banyak lansia sehingga kami berharap upaya-upaya percepatan kami untuk mencapai Herd Immunity bisa segara tercapai," tegas Pulung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polisi mengungkap tarif day care ilegal di Pakem Sleman mencapai Rp50 ribu per hari. Orang tua mengaku menitipkan bayi karena sibuk bekerja.
Prabowo kunjungi Museum Marsinah Nganjuk, soroti sejarah buruh Indonesia dan perjuangan hak pekerja serta penghormatan pahlawan nasional.
BNNP DIY perkuat pencegahan narkoba dengan kearifan lokal dan sinergi masyarakat untuk wujudkan Yogyakarta bersih narkoba.
Kompetisi 76 Indonesian Downhill 2026 hadir lebih ekstrem di Bantul. Trek baru lebih curam, cepat, dan menantang rider elite.
Wisata Gunungkidul ramai 41.969 pengunjung saat libur panjang. PAD tembus Rp516 juta, pantai masih jadi favorit wisatawan.
Pemkab Bantul memantau harga pangan usai rupiah melemah. Sejumlah komoditas lokal masih aman, warga diminta tidak panic buying.