Mangkrak Bertahun-tahun, Revitalisasi Kincir Angin Terkendala Kepemilikan Aset

Kincir angin yang mangkrak di Dusun Pacing Kidul, Pacarejo, Semanu. Foto diambil 30 September 2021. - Harian Jogha/David Kurniawan.
09 November 2021 10:47 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, SEMANU – Instalasi kincir angin untuk mengangkat sumber air di Dusun Pacing Kidul, Pacarejo, Semanu, Gunungkidul sudah mangkrak puluhan tahun. Meski demikian, Pemerintah Kalurahan tidak bisa berbuat banyak karena aset diketahui dimiliki oleh Pemkab Gunungkidul.

Lurah Pacarejo, Suhadi mengatakan, instalasi kincir angin di Dusun Pacing Kidul sudah sejak ada lebih dari 40 tahun yang lalu. Fasilitas ini dibuat untuk mengangkat sumur air dalam di lokasi agar dapat dimanfaatkan masyarakat.

Meski demikian, kondisi dari instalasi memprihatinkan karena tidak bisa lagi dimanfaatkan. Dari sisi bangunan masih berdiri dengan kokoh, tapi untuk baling-baling kincir sudah tidak lagi utuh dan berkarat.

BACA JUGA : Sebagian Bantul Mulai Kekeringan

“Sudah lama matinya karena sejak pulang dari Jakarta di 2013 lalu sudah tidak berfungsi. Kalau tidak salah sebelum saya pulang juga sudah rusak dan kemungkinan sudah mencapai puluhan tahun mangkrak,” katanya kepada Harianjogja.com, Senin (8/11/2021).

Menurut Suhadi, sudah membuat program revitalisasi. Salah satu langkah yang dilakukan dengan penelusuran aset dan diketahui instalasi tersebut merupakan milik Pemkab Gunungkidul.

Untuk perbaikan, pihak kalurahan sudah pernah meminta untuk menjadi aset kalurahan. Namun demikian, upaya tersebut tidak membuahkan hasil karena permintaan tidak dipenuhi. “Sudah pernah matur ke bupati untuk dihibahkan tapi tidak dikasih,” ungkapnya.

Usai adanya obrolan dengan bupati, dia mengakui ada perwakilan dari PDAM Gunungkidul yang meninjau lokasi kincir angin. Hanya saja, hingga sekarang belum ada tanda-tanda akan difungsikan kembali.

“Ya kalau sebenarnya bisa diserahkan, kami siap mengfungsikannya kembali. Tapi, ternyata aset tersebut masih dimiliki pemkab sehingga perbaikan bukan menjadi kewenangan kalurahan,” katanya.

Direktur Utama PDAM Gunungkidul, Toto Sugiharto mengatakan, ada program untuk memanfaatkan sumur-sumur air potensial yang kondisinya tidak aktif. Salah satunya di wilayah Pacarejo, Semanu.

Meski demikian, sambung dia, sebelum dilakukan revitalisasi terlebih dahulu dilakukan identifikasi terkait dengan debit air. “Ya kalau debitnya bagus bisa dihidupkan lagi,” katanya.

BACA JUGA : Kekeringan di Bantul Meluas, Puluhan Tangki Air Disalurkan

Menurut dia, pemanfaatan sumber-sumber potensial yang ada merupakan upaya memenuhi kebutuhan air bersih di masyarakat. Terlebih lagi pada saat sekarang banyak ditemukan perumahan-perumahan baru di sekitaran Kota Wonosari sehingga harus diimbangi dengan penyediaan air yang mencukupi.

“Makanya dilakukan pendataan terhadap sumur-sumur air dalam yang tidak aktif karena jika memungkinkan bisa dihidupkan kembali untuk menambah pasokan ke masyarakat,” katanya.