Sebagian Bantul Mulai Kekeringan

Mobil tangki air BPBD Bantul mengirimkan air bersih ke warga di Padukuhan Dermojurang, Seloharjo, Pundong, Kamis (2/9/2021). - Harian Jogja/Jumali
03 September 2021 13:37 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Sejumlah wilayah di Bantul mulai mengalami kekeringan.  Salah satunya di Padukuhan Dermojurang, Kalurahan Seloharjo, Kapanewon Pundong, Bantul. Sudah tiga hari terakhir, sebanyak 300 keluarga di  padukuhan tersebut menerima kiriman air bersih dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul.

"Jika ditotal saat ini sudah ada sekitar 10 tangki. Jumlah itu sementara kami rasa cukup untuk mengatasi krisis air bersih di wilayah kami," kata Lurah Seloharjo, Pundong, Mahardi Badrun, Jumat (3/9/2021).

BACA JUGA: Bantuan Subsidi Upah Tahap 4 Siap Dicairkan

Jika masih kekurangan air bersih, Badrun telah meminta warga berkoordinasi dengan kalurahan. Nantinya kalurahan mengajukan bantuan air bersih ke BPBD Bantul.

"Pokoknya, kalau kurang tinggal bilang. Nanti kami mintakan droping lagi. Sejauh ini memang baru sekitar 10 tangki. Dua tangki terakhir dari BPBD didrop kemarin," ungkap Badrun.

Menurut Badrun, kekurangan air bersih yang dialami oleh warga padukuhan Dermo Jurang adalah persoalan tahunan. Setiap musim kemarau datang, kawasan tandus tersebut selalu kekurangan air bersih.

"Padahal, tahun 2020 sudah kami bangunkan sumur bor, sebagai upaya mengatasi masalah air. Tapi ternyata, meski ada sumur bor, kebutuhan air bersih belum tercukupi," jelas Badrun.

Sebelum ada sumur bor, warga Dermo Jurang selalu mengalami krisis air bersih saat kemarau. Bahkan, kebutuhan air bersih selama musim kemarau bisa mencapai 150 tangki.

"Namun, saat ini kami perkirakan tidak sampai segitu. Sementara kami maksimalkan 10 tangki yang ada dan sumur bor di sana," ucap Badrun.

Sebelumnya, Kepala BPBD Bantul Dwi Daryanto, mengatakan meski memasuki musim kemarau, tidak ada pengajuan bantuan air bersih dari masyarakat.

“Sampai akhir Agustus ini tidak ada satupun proposal yang mengajukan bantuan air bersih. Artinya tahun ini tidak terjadi kekeringan,” kata Dwi, pekan lalu.

BACA JUGA: Orang Indonesia Ini Konsumen Pertama CBR600RR Seharga Rp550 Juta

Meski demikian, Dwi mengaku tetap menyiapkan anggaran bantuan air bersih senilai Rp40 juta. Jika dana ini tidak terpakai akan dipakai pada cadangan musim penghujan.

Dwi menilai tak adanya permintaan bantuan air bersih, sesuai dengan prediksi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

"Titik rawan kekeringan di Bantul ada di Kapanewon Piyungan, Pleret, Imogiri, Dlingo, Pundong dan sebagian Pandak dan sebagian Pajangan," ucapnya.