Klasemen Medali Asian Games 2026: Indonesia Turun ke Posisi 20
Klasemen medali Asian Games 2026 Selasa 22 September pukul 15.00 WIB. Indonesia turun ke posisi 20 setelah Cok Istri menambah perunggu.
Mobil tangki air BPBD Bantul mengirimkan air bersih ke warga di Padukuhan Dermojurang, Seloharjo, Pundong, Kamis (2/9/2021)./Harian Jogja-Jumali
Harianjogja.com, BANTUL—Sejumlah wilayah di Bantul mulai mengalami kekeringan. Salah satunya di Padukuhan Dermojurang, Kalurahan Seloharjo, Kapanewon Pundong, Bantul. Sudah tiga hari terakhir, sebanyak 300 keluarga di padukuhan tersebut menerima kiriman air bersih dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul.
"Jika ditotal saat ini sudah ada sekitar 10 tangki. Jumlah itu sementara kami rasa cukup untuk mengatasi krisis air bersih di wilayah kami," kata Lurah Seloharjo, Pundong, Mahardi Badrun, Jumat (3/9/2021).
BACA JUGA: Bantuan Subsidi Upah Tahap 4 Siap Dicairkan
Jika masih kekurangan air bersih, Badrun telah meminta warga berkoordinasi dengan kalurahan. Nantinya kalurahan mengajukan bantuan air bersih ke BPBD Bantul.
"Pokoknya, kalau kurang tinggal bilang. Nanti kami mintakan droping lagi. Sejauh ini memang baru sekitar 10 tangki. Dua tangki terakhir dari BPBD didrop kemarin," ungkap Badrun.
Menurut Badrun, kekurangan air bersih yang dialami oleh warga padukuhan Dermo Jurang adalah persoalan tahunan. Setiap musim kemarau datang, kawasan tandus tersebut selalu kekurangan air bersih.
"Padahal, tahun 2020 sudah kami bangunkan sumur bor, sebagai upaya mengatasi masalah air. Tapi ternyata, meski ada sumur bor, kebutuhan air bersih belum tercukupi," jelas Badrun.
Sebelum ada sumur bor, warga Dermo Jurang selalu mengalami krisis air bersih saat kemarau. Bahkan, kebutuhan air bersih selama musim kemarau bisa mencapai 150 tangki.
"Namun, saat ini kami perkirakan tidak sampai segitu. Sementara kami maksimalkan 10 tangki yang ada dan sumur bor di sana," ucap Badrun.
Sebelumnya, Kepala BPBD Bantul Dwi Daryanto, mengatakan meski memasuki musim kemarau, tidak ada pengajuan bantuan air bersih dari masyarakat.
“Sampai akhir Agustus ini tidak ada satupun proposal yang mengajukan bantuan air bersih. Artinya tahun ini tidak terjadi kekeringan,” kata Dwi, pekan lalu.
BACA JUGA: Orang Indonesia Ini Konsumen Pertama CBR600RR Seharga Rp550 Juta
Meski demikian, Dwi mengaku tetap menyiapkan anggaran bantuan air bersih senilai Rp40 juta. Jika dana ini tidak terpakai akan dipakai pada cadangan musim penghujan.
Dwi menilai tak adanya permintaan bantuan air bersih, sesuai dengan prediksi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
"Titik rawan kekeringan di Bantul ada di Kapanewon Piyungan, Pleret, Imogiri, Dlingo, Pundong dan sebagian Pandak dan sebagian Pajangan," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Klasemen medali Asian Games 2026 Selasa 22 September pukul 15.00 WIB. Indonesia turun ke posisi 20 setelah Cok Istri menambah perunggu.
Kebakaran rumah di Sragen diduga akibat korsleting listrik. Uang Rp50 juta dan dua sepeda gunung hangus, dua anggota keluarga jadi korban.
MBG di SMKN 2 Jogja dihentikan sementara setelah 413 warga sekolah diduga keracunan. Sampel makanan dan air masih diperiksa di laboratorium.
Kemenhaj mempertimbangkan maskapai alternatif untuk menekan biaya haji 2027. Biaya penerbangan mencapai 40% dari total BPIH.
Direktur BYAN Alastair McLeod menjual 185.200 saham senilai Rp2,47 miliar menjelang rencana masuknya Jhonlin Group sebagai pemegang 30% BYAN.
BMKG memprakirakan hujan ringan hingga lebat di sejumlah daerah Rabu. Gelombang hingga 4 meter juga berpotensi terjadi di sejumlah perairan.