Tragis! Pemuda Sragen Tewas Tertemper KA Malioboro Express
Seorang pemuda Sragen tewas tertemper KA Malioboro Express. Simak kronologi kejadian dan fakta lengkap di sini.
Ilustrasi. /Reuters
Harianjogja.com, JOGJA--Kota Jogja hingga saat ini masih menunggu kepastian terkait pelaksanaan vaksinasi untuk anak 6-11 tahun termasuk tambahan alokasi khusus kebutuhan vaksin jika program tersebut sudah dapat dilaksanakan.
“Saat ini, persediaan vaksin Sinovac di Kota Jogja sudah dialokasikan untuk menyelesaikan vaksinasi dosis kedua. Belum ada alokasi khusus untuk vaksinasi kepada anak 6-11 tahun,” kata Ketua Harian Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Yogyakarta Heroe Poerwadi di Yogyakarta, Rabu (10/11/2021).
Oleh karenanya, lanjut Heroe, jika program vaksinasi untuk anak 6-11 tahun sudah dapat dilaksanakan, maka dibutuhkan tambahan kiriman vaksin Sinovac ke Kota Yogyakarta sesuai kebutuhan.
Sesuai pendataan dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Yogyakarta, jumlah siswa berusia 6-11 tahun atau siswa yang duduk di bangku SD di kota tersebut berjumlah sekitar 40.000 siswa.
Jumlah tersebut merupakan siswa yang bersekolah di Kota Yogyakarta tanpa membedakan asal kependudukan siswa.
“Jka sudah ada izin untuk pelaksanaan vaksinasi, maka kami bisa saja menyisihkan sebagian persediaan vaksin Sinovac untuk vaksinasi ke anak-anak,” katanya.
Hanya saja, Heroe berharap, ada kepastian dari pemerintah pusat jika distribusi vaksin Sinovac untuk penyelesaian vaksinasi dosis dua di Kota Yogyakarta tidak datang terlambat.
BACA JUGA: Sultan: Klaster Takziah Sedayu Membuat DIY Jadi Penyumbang Kasus Covid Tertinggi Nasional
Saat ini, persediaan vaksin yang ada di Kota Yogyakarta didominasi oleh vaksin Moderna dan AstraZeneca untuk kebutuhan vaksinasi dosis pertama.
“Masih ada warga yang membutuhkan vaksinasi dosis pertama. Tetapi jumlahnya sudah sangat sedikit. Sekarang kami fokus menyelesaikan vaksinasi dosis dua. Diharapkan sudah tuntas pada Desember,” katanya.
Layanan vaksinasi dilakukan di Sentra Vaksinasi XT-Square, di kecamatan dan di seluruh puskesmas.
Sementara itu, Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti mengatakan, pelaksanaan vaksinasi untuk anak 6-11 tahun tetap harus disertai dengan izin dari orang tua.
“Seluruh kegiatan yang melibatkan peserta didik harus mendapat izin dari orang tua. Jika vaksinasi sudah diizinkan, kami justru berharap orang tua bisa mendampingi anak saat mereka menjalani vaksinasi,” katanya.
Ia pun memastikan, sasaran vaksinasi untuk anak 6-11 tahun adalah seluruh pelajar yang bersekolah di Kota Yogyakarta. “Tidak dibedakan siswa dari Kota Yogyakarta atau kabupaten lain. Jika mereka bersekolah di Yogyakarta, maka akan menjadi sasaran vaksinasi di Yogyakarta,” katanya yang menyebut vaksinasi dimungkinkan dilakukan langsung di sekolah.
Haryadi berharap, aturan pelaksanaan vaksinasi untuk anak bisa segera ditetapkan karena pelaksanaan vaksinasi akan mendukung kegiatan pembelajaran tatap muka di sekolah.
https://youtu.be/on-HXlq7mFg
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Seorang pemuda Sragen tewas tertemper KA Malioboro Express. Simak kronologi kejadian dan fakta lengkap di sini.
Prediksi Swiss vs Bosnia-Herzegovina di Grup B Piala Dunia 2026. Swiss diunggulkan menang tipis dalam laga krusial perebutan tiket fase gugur.
RSUD Saras Adyatma Bantul membuka layanan KB gratis hingga 27 Juni 2026. IUD dan implan menjadi metode kontrasepsi yang paling didorong.
Uni Eropa sahkan aturan migrasi terketat. Migran ilegal bisa ditahan hingga dua tahun dan dideportasi melalui pusat pemulangan di luar Eropa.
Kenali perbedaan CBS dan ABS pada motor, mulai dari cara kerja, tingkat keamanan, hingga biaya perawatan sebelum membeli kendaraan baru.
Piala Dunia 2026 menjadi simbol keberagaman agama. Pemain Muslim dan Kristen dari berbagai negara menunjukkan persatuan di panggung sepak bola dunia.