Warga DIY Diminta Tidak Euforia Sambut Tahun Baru

Objek wisata Tamansari, Jogja yang ditutup selama PPKM Darurat, Minggu (18/7/2021). - Harian Jogja/Herlambang Jati Kusumo
11 November 2021 23:17 WIB Hafit Yudi Suprobo Jogja Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) DIY mengimbau agar masyarakat tidak euforia yang berlebihan menyambut libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Libur Nataru dinilai menjadi ujian bagi masyarakat dalam menjaga protokol pencegahan penularan Covid-19.

Ketua Asita DIY, Hery Satyawan, mengatakan masyarakat harus mengambil konsekuensi atas penurunan PPKM berjenjang di wilayah DIY. Terlebih, di akhir tahun terdapat agenda libur Nataru. Protokol pencegahan penularan Covid-19 menjadi hal yang harus dilakukan secara serius.

"Konsistensi peraturan pemerintah diharapkan tidak berubah-ubah, dan masyarakat harus konsekuen. Boleh berlibur, namun tetap wajib menerapkan protokol pencegahan penularan Covid-19," kata Hery saat dikonfirmasi, Kamis (11/11).

Penurunan PPKM berjenjang di DIY, menurut Hery, menjadi momentum Asita Jogja dalam menginisiasi sejumlah paket wisata bagi pelancong yang berkunjung ke DIY. Upaya rebranding yang dilakukan ke sejumlah negara saat ini terus berjalan.

"Tim kami bersama rombongan dari pemerintah berangkat ke Dubai untuk memperkenalkan paket wisata. Dari Malaysia juga berkunjung ke Jogja untuk menawarkan bisnis matching. Jadi, upaya rebranding terus kami lakukan, sekalipun kami belum tahu kapan pintu masuk dari luar negeri dibuka," kata Hery.

Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo, Fajar Gegana mengatakan euforia masyarakat seiring dengan menurunnya level PPKM berjenjang menjadi perhatian serius dari Pemkab Kulonprogo. Euforia yang berlebihan dikhawatirkan berdampak kepada potensi penularan Covid-19.

"Dalam keadaan yang sudah landai saja masih terjadi klaster penularan Covid-19 dari sebuah acara masyarakat di Kabupaten Bantul. Sejumlah warga di kabupaten lainnya ikut masuk dalam klaster penularan Covid-19 tersebut. Masyarakat di Kulonprogo kami imbau agar lebih waspada," kata Fajar.