Ada Program Belanja Berhadiah bagi 21 Pasar Tradisional di Sleman yang Patuh Prokes

Suasana pengundian kupon di Pendapa Kantor Bupati Sleman, Kamis (11/11/2021) - Ist
12 November 2021 08:47 WIB Bernadheta Dian Saraswati Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Pemerintah Kabupaten Sleman memiliki cara tersendiri dalam mengapresiasi pasar tradisional yang telah melaksanakan protokol kesehatan dengan baik.

Dari 37 pasar tradisional di Sleman, tercatat baru 21 pasar yang dinilai memenuhi aspek dan persyaratan protokol kesehatan (Prokes). Pemkab Sleman pun mengapresiasinya dengan menggelar belanja berhadiah di 21 pasar tersebut.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sleman Mae Rusmi mengatakan kegiatan belanja berhadiah tersebut digelar selama April hingga Oktober 2021 di 21 pasar tradisional di wilayah Sleman. Sebanyak 21 pasar tersebut selama ini dinilai telah memenuhi syarat protokol kesehatan dalam operasionalnya. 

"Kegiatan belanja berhadiah ini kami gelar untuk mengapresiasi pasar-pasar yang telah menjalankan standar Prokes Covid-19 dengan baik," katanya di sela kegiatan pengundian Kupon Belanja Berhadiah di Pasar Rakyat Tahun 2021 di Pendopo Parasamya Kantor Setda Sleman, Kamis (11/11/2021).

Kriteria pasar yang mematuhi protokol kesehatan antara lain pasar memiliki Satgas Covid-19, pedagang dan pembeli menggunakan masker, pasar menyediakan tempat cuci tangan, dan masih banyak lagi. 

Pemenang dalam undian tersebut merupakan pembeli atau pengunjung yang telah mengumpulkan kupon undian saat berbelanja di 21 pasar yang menjalankan protokol kesehatan. Tahun ini, katanya, periode belanja berhadiah dilaksanakan cukup lama dikarenakan adanya pandemi.

Mae menuturkan kegiatan tersebut bertujuan untuk membantu promosi pasar rakyat dan meningkatkan kunjungan ke pasar serta meningkatkan pendapatan para pedagang. "Program ini sempat tertunda dikarenakan kami mendukung program pemerintah untuk berbelanja secara online di rumah pada beberapa waktu yang lalu," jelasnya.

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mengatakan kegiatan belanja berhadiah merupakan upaya Pemkab dalam meningkatkan angka kunjungan masyarakat di pasar tradisional. "Penarikan undian ini diharapkan dapat menumbuhkan kecintaan masyarakat untuk melakukan kegiatan berbelanja di pasar tradisional. Sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan rasa cinta dan bangga menggunakan produk lokal serta meningkatkan perekonomian para pedangang pasar tradisional," ujar Kustini.

Ia mengatakan untuk membangkitkan dan mendorong minat konsumen dalam berbelanja di pasar tradisional dibutuhkan komitmen yang melibatkan kerjasama antara pemerintah, para pedagang pasar dan masyarakat sendiri. "Selaku aparat pemerintah kami terus berupaya untuk meningkatkan kualitas fasilitas pasar tradisional baik dari sisi infrastruktur maupun dari pencanangan berbagai program untuk menstrimulus konsumen berbelanja di pasar tradisional seperti halnya penyelenggaraan kupon undian belanja," jelasnya. 

Kustini berkesempatan langsung melakukan pengundian kupon untuk hadiah utama yaitu dua unit sepeda motor. Sementara itu, pengundian lainnya dilakukan oleh Kepala Disperindag Mae Rusmi. Hadiah yang diundikan dalam periode tahun 2021 ini meliputi, hadiah utama berupa 2 (dua) unit sepeda motor dan 130 buah hadiah hiburan berupa kulkas, LED TV, dispenser, kipas angin, microwave, blender, setrika listrik dan lainnya.