Produksi Ikan Turun Drastis, Nelayan Gunungkidul Pilih Tangkap Benur
Hasil tangkapan ikan di Gunungkidul turun drastis hingga 47% pada 2025. Cuaca ekstrem dan peralihan nelayan ke benur jadi penyebab utama.
Aktivitas jual beli di Pasar Argosari di Kapanewon Wonosari yang terlihat sepi jelang Lebaran. Kamis (27/3/2025) Harian Jogja/David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Sejumlah pedagang di Pasar Argosari, Wonosari, Gunungkidul mengeluh sepinya pembeli, jelang Lebaran yang tinggal menghitung hari. Diduga sepinya aktivitas erat kaitannya dengan menurunya daya beli di Masyarakat.
Keluhan sepinya pembeli dirasakan oleh pedagang pakaian di Pasar Argosari, Basuki. Menurut dia, dibandingkan dengan tahun lalu, aktivitas saat ini mengalami penurunan sekitar 70%
“Kondisinya memang sepi. Padahal ini sudah H-3 Lebaran, tapi belum ada kenaikan transaksi pembelian,” kata Basuki, Kamis (27/3/2025).
BACA JUGA: Lupa Matikan Api untuk Memasak Air, Rumah Warga Gedangsari Hangus Terbakar
Meski demikian, ia berharap di hari-hari terakhir Puasa ada kenaikan penjualan sehingga para pedagang bisa meraup untung dari momen Berlebaran. “Kami masih berharap adanya peningkatan kunjungan ke pasar sehingga bisa membeli pakaian yang saya jual,” katanya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh pedagang lainnya di Pasar Argosari, Suyat. Menurut dia, di tahun-tahun sebelumnya, saat jelang Lebaran bisa mendapatkan omset hingga Rp5 juta dalam sehari.
Namun demikian, sambug Suyat, kondisi sekarang tidak mendukung karena pasar relative sepi. “Sekarang bisa mendapatkan penghasilan Rp1 juta dalam sehari sudah bagus. Tapi, rata-rata pendapatan yang masuk kurang dari Rp1 juta,” katanya.
Salah seorang pembeli asal Semanu, Marsiyem mengatakan, masih sering pergi ke pasar Tradisional untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ia berdalih tetap mempertahankan aktvitas ini karena di satu tempat bisa memilih beraneka ragam kebutuhan mulai dari bahan pokok hingga berlebaran.
“Jadi bisa memilih sesuai dengan kemampuan yang dimiliki,” katanya.
Kepala Dinas Perdagangan Gunungkidul, Kelik Yuniantoro saat dikonfirmasi tidak menampik kondisi di pasar tradsional mengalami penurunan pengunjung beberapa hari terakhir. Kondisi tidak hanya terjadi di dalam pasar karena di toko-toko perbelanjaan juga mengalami hal yang sama.
“Biasanya sudah ramai, tapi sekarang masih sepi,” katanya.
Menurut dia, sepinya pusat-pusat perbelanjaan diduga karena menurunnya daya beli di Masyarakat. Hal ini pun memberikan pengaruh aktivitas jual beli jelang Lebaran.
“Pemudik yang datang ke Gunungkidul juga berkurang. Selain itu, penurunan uang yang beredar secara nasional sekitar 10-15% sangat berpengaruh terhadap daya beli Masyarakat,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hasil tangkapan ikan di Gunungkidul turun drastis hingga 47% pada 2025. Cuaca ekstrem dan peralihan nelayan ke benur jadi penyebab utama.
Jadwal DAMRI Jogja ke YIA 2026 lengkap dengan tarif Rp80.000. Transportasi praktis, nyaman, dan bebas ribet menuju bandara.
Jadwal lengkap KA Bandara YIA 2026 dari Tugu Jogja ke bandara. Solusi cepat, bebas macet, dan tepat waktu untuk kejar pesawat.
Cek jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 16 Mei 2026 dari Palur hingga Jogja. Tarif Rp8.000, berangkat pagi hingga malam.
Libur panjang akhir pekan dorong wisata Sleman naik. Merapi, Kaliurang hingga Prambanan diprediksi jadi tujuan favorit.
Honda mencatat rugi pertama sejak IPO akibat EV. Kerugian capai Rp45,9 triliun, proyek Kanada ditunda, target EV diubah.