Gunungkidul Tak Kebagian Kuota Transmigrasi 2026, Ini Penyebabnya
Gunungkidul dipastikan tidak memberangkatkan peserta transmigrasi pada 2026 karena minimnya kuota yang diterima DIY. Padahal, masih ada sekitar 30 kepala keluar
Aktivitas jual beli di Pasar Argosari di Kapanewon Wonosari yang terlihat sepi jelang Lebaran. Kamis (27/3/2025) Harian Jogja/David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Sejumlah pedagang di Pasar Argosari, Wonosari, Gunungkidul mengeluh sepinya pembeli, jelang Lebaran yang tinggal menghitung hari. Diduga sepinya aktivitas erat kaitannya dengan menurunya daya beli di Masyarakat.
Keluhan sepinya pembeli dirasakan oleh pedagang pakaian di Pasar Argosari, Basuki. Menurut dia, dibandingkan dengan tahun lalu, aktivitas saat ini mengalami penurunan sekitar 70%
“Kondisinya memang sepi. Padahal ini sudah H-3 Lebaran, tapi belum ada kenaikan transaksi pembelian,” kata Basuki, Kamis (27/3/2025).
BACA JUGA: Lupa Matikan Api untuk Memasak Air, Rumah Warga Gedangsari Hangus Terbakar
Meski demikian, ia berharap di hari-hari terakhir Puasa ada kenaikan penjualan sehingga para pedagang bisa meraup untung dari momen Berlebaran. “Kami masih berharap adanya peningkatan kunjungan ke pasar sehingga bisa membeli pakaian yang saya jual,” katanya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh pedagang lainnya di Pasar Argosari, Suyat. Menurut dia, di tahun-tahun sebelumnya, saat jelang Lebaran bisa mendapatkan omset hingga Rp5 juta dalam sehari.
Namun demikian, sambug Suyat, kondisi sekarang tidak mendukung karena pasar relative sepi. “Sekarang bisa mendapatkan penghasilan Rp1 juta dalam sehari sudah bagus. Tapi, rata-rata pendapatan yang masuk kurang dari Rp1 juta,” katanya.
Salah seorang pembeli asal Semanu, Marsiyem mengatakan, masih sering pergi ke pasar Tradisional untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ia berdalih tetap mempertahankan aktvitas ini karena di satu tempat bisa memilih beraneka ragam kebutuhan mulai dari bahan pokok hingga berlebaran.
“Jadi bisa memilih sesuai dengan kemampuan yang dimiliki,” katanya.
Kepala Dinas Perdagangan Gunungkidul, Kelik Yuniantoro saat dikonfirmasi tidak menampik kondisi di pasar tradsional mengalami penurunan pengunjung beberapa hari terakhir. Kondisi tidak hanya terjadi di dalam pasar karena di toko-toko perbelanjaan juga mengalami hal yang sama.
“Biasanya sudah ramai, tapi sekarang masih sepi,” katanya.
Menurut dia, sepinya pusat-pusat perbelanjaan diduga karena menurunnya daya beli di Masyarakat. Hal ini pun memberikan pengaruh aktivitas jual beli jelang Lebaran.
“Pemudik yang datang ke Gunungkidul juga berkurang. Selain itu, penurunan uang yang beredar secara nasional sekitar 10-15% sangat berpengaruh terhadap daya beli Masyarakat,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul dipastikan tidak memberangkatkan peserta transmigrasi pada 2026 karena minimnya kuota yang diterima DIY. Padahal, masih ada sekitar 30 kepala keluar
Presiden Prabowo akan meresmikan program listrik desa sebelum 14 Agustus 2026. Sebanyak 1.400 desa telah tersambung listrik sepanjang 2025.
Purbaya Yudhi Sadewa mengaku belum menerima arahan Presiden Prabowo terkait bursa calon Gubernur BI setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri.
Kebakaran Pasar Sidoharjo Bayat Klaten menghanguskan dagangan pedagang. Pemkab Klaten menyiapkan solusi agar pedagang segera berjualan kembali.
Kasus kekerasan di Sleman turun menjadi 286 pada 2025, namun KDRT masih mendominasi. Pemkab memperkuat pencegahan melalui keluarga dan RBI.
YIA menyerahkan perahu karet dan motor tempel kepada relawan SAR untuk memperkuat kesiapsiagaan bencana di pesisir Kulonprogo.