45 Penyuluh Kepercayaan Ikuti Workshop Peningkatan Peran Penyuluh

Suasana workshop Peningkatan Peran Penyuluh Kepercayaan dalam Layanan Advokasi Kepercayaan Terhadap Tuhan YME di Hotel Horison Ultima Riss Kota Jogja, Sabtu (13/11/2021) - Harian Jogja/Jumali
16 November 2021 23:17 WIB Jumali Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Sebanyak 45 penyuluh kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa (YME) Pengurus Organisasi Kepercayaan dan Pengurus Majelis Luhur Kepercayaan terhadap Tuhan YME (MLKI) dari DIY, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Barat dan Kalimantan Selatan, mengikuti Workshop Peningkatan Peran Penyuluh Kepercayaan dalam Layanan Advokasi Kepercayaan Terhadap Tuhan YME di Hotel Horison Ultima Riss Kota Jogja, Sabtu (13/11/2021) hingga Selasa (16/11/2021).

Workshop yang digelar oleh Direktorat Kepercayaan terhadap Tuhan YME dan Masyarakat Adat (KMA), Direktorat Jenderal kebudayaan, Kemdikbudristek bertujuan untuk memfasilitasi kebutuhan-kebutuhan para penghayat kepercayaan, khususnya mengenai layanan Advokasi.

Pamong Budaya Ahli Madya Direktorat KMA Direktorat Jenderal kebudayaan, Kemdikbudristek Christriyati Ariani mengatakan jika pada workshop tersebut sebanyak 45 penyuluh akan dibekali terkait advokasi terhadap yang berkaitan dengan kepercayaan Tuhan YME. Sebab, selama ini diakuinya banyak kasus ketika para penyuluh saat mengajar.

"Dan ini memang butuh pendekatan secara advokasi," katanya.

Chritriyati berharap setelah mengikuti workshop selama 4 hari, para penyuluh ini mampu mendapatkan bekal terkait penyelesaian kasus berkaitan dengan pendidikan kepercayaan maupun kasus yang dialami oleh individu tersebut.

"Ya setahun ini kasus ini sudah mulai mereda. Mudah-mudahan tidak ada lagi perudungan terhadap anak-anak penghayat," jelasnya.

Sementara Kepala Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) DIY Dwi Ratna Nurhajarini mengatakan berharap agar para penyuluh meningkat kapasitasnya usai menjalani workshop.

"Saya berharap apa yang didapatkan bisa diimplementasikan. Saya juga berharap agar organisasi penghayat juga berkembang," katanya.

Adapun materi yang dibahas dalam workshop ini tidak hanya alur advokasi, tapi juga menyangkut swa bela, lobi dan mediasi, komunikasi efektif dalam advokasi, penyusunan legal drafting terkait mediasi dan pemecahan masalah dan penyelesaian kasus.