Atlet Dicomot Daerah Lain Jangan Sampai Terulang

Ketua DPRD Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih - Harian Jogja/David Kurniawan
16 November 2021 14:27 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Ketua DPRD Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih meminta kepada pemkab agar keberhasilan atlet di ajang PON maupun Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) Papua dijadikan momentum untuk kebangkitan olahraga di Bumi Handayani. Selain itu, juga ada kewajiban mempertahankan atlet-atlet yang sudah ada agar tidak diambil oleh daerah lain.

“Atas nama pimpinan dan anggota DPRD, kami menguncapkan selamat dan ikut bangga atas prestasi yang diraih baik di PON maupun Peparnas di Papua,” kata Endah kepada wartawan, Selasa (16/11/2021).

Menurut dia, prestasi yang diraih para atlet khususnya di Peparnas Papua sangat membanggakan karena meraih empat emas, dua perak dan tiga perunggu. Oleh karenanya, torehan ini harus dijadikan untuk pembinaan dan pengembangan atlet yang lebih baik lagi. “Para atlet yang telah mendapatkan prestasi harus lebih ditingkatkan lagi dan jangan cepat puas atas apa yang telah diraih,” ungkapnya.

Endah juga berharap keberadaan dinas kepemudaan dan olahraga mulai di tahun depan dapat mengambil peran dalam pembinaan. Salah satunya memberikan fasilitas yang memadai dalam upaya pembinaan dan pengembangan atlet. “Dengan adanya dinas baru harusnya bisa lebih fokus karena juga memiliki anggaran yang lebih besar. Jadi, prestasi atlet harus meningkat, misalnya torehan medali di PON bis lebih banyak dibandingkan dengan yang diraih saat ini,” kata politikus PDI Perjuangan ini.

Baca juga: Atlet Gunungkidul Berkibar di Peparnas Papua

Menurut dia, pekerjaan rumah (PR) yang dihadapi pemkab bukan hanya peningkatan prestasi di bidang keolahragaan. Namun demikian, lanjut Endah, kejadian atlet berprestasi asal Gunungkidul ke pemkab atau pemkot lain harus dicegah dan jangan sampai terjadi lagi.

“KONI dan dinas harus ambil peran untuk memfasilitasi sehingga ada perhatian. Jadi, jangan sampai seperti kejadian yang sudah-sudah atlet berprestasi Gunungkidul diambil daerah lain,” katanya.

Atlet berprestasi yang ikut daerah lain contohnya terlihat dari peraih medali emas PON Papua di cabang olahraga jalan cepat 20 kilometer, Indah Puspita Sari. Meski berasal dari Gunungkidul, namun Indah tercatat sebagai atlet di Pemkot Jogja.

Ketua KONI Gunungkidul, Jarot Budi Santoso membenarkan bahwa atlet jalan cepat yang meraih medali emas di PON Papua ikut pembinaan di KONI Kota Jogja. “Jadi tidak tercatat sebagai atlet di Gunungkidul,” katanya.

Untuk peningkatan dan prestasi atlet, Jarot mengakui sudah menyiapkan sejumlah program, salah satunya persiapan pekan olahraga daerah. Rencananya dalam waktu dekat dilaksanakan pusat latihan kabupaten untuk pembinaan.

“Tidak hanya pembinaan fisik untuk meningkatkan prestasi, tapi juga ada bimbngan psikologi guna memperkuat mental dalam bertanding,” katanya.