Upah Minimun Diumumkan Hari Ini, Begini Sikap KSPSI Gunungkidul

Ilustrasi. - Freepik
19 November 2021 08:17 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, WONOSARI – Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Gunungkidul berharap ada kenaikan nilai Upah Minimum Kabupaten (UMK) 2022. Adapun besarannya antara 3-4% dari upah yang berlaku saat ini. Meski demikian, kepastian besaran upah masih harus menunggu pengumuman dari Pemerintah DIY hari ini.

Ketua KSPSI Gunungidul, Budiyono mengatakan, sudah ada pertemuan tripartite antara serikat pekerja, asosiasi pengusaha dan pemkab. Didalam pertemuan ini, ia mengaku mengusulkan kenaikan UMK sebesar 5-7%.

Adapun dasar usulan mengacu pulihnya ekonomi yang sempat terdampak pandemi corona. Meski demikian, ia mengakui usulan tersebut bukan harga mati karena ada batas toleransi kenaikan. “Ya kalau keberatan, maka paling tidak naikknya 3-4%,” katanya.

BACA JUGA : Upah Minimum Cuma Naik 1,09 Persen, Menaker Klaim Upah di RI Tertinggi

Kepala Bidang Ketenagakerjaan, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Gunungkidul, Asih Wulandari mengatakan, sudah mengantongi nominal besaran UMK 2022. Meski demikian, ia belum mau membeberkan besaran gaji yang akan diterima para pekerja di tahun depan dengan alasan menunggu pengumuman dari Pemerintah DIY.

“Nominalnya kalau sudah diumumkan oleh Gubernur DIY,” kata Asih.

Menurut dia, sebelum usulan UMK ditetapkan sudah ada pertemuan tripartit yang melibatkan serikat pekerja, asosiasi pengusaha dan pemerintah. Adapun penentuan upah disesuaikan dengan aturan pada Peraturan Pemerintah No.36/2021 tentang Pengupahan.

“PP ini yang jadi acuan dalam merumuskan upah di Gunungkidul,” katanya.