Begini Strategi Pemda DIY Pertahankan Pertumbuhan Ekonomi

Ilustrasi pertumbuhan ekonomi. - IST
24 November 2021 17:17 WIB Jumali Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Pemerintah Daerah (Pemda) DIY terus melakukan berbagai langkah agar angka pertumbuhan ekonomi DIY tetap bertahan. Salah satunya adalah memberikan bantuan ongkos kirim dan pelatihan.

"Insentif ini untuk usaha yang memungkinkan dikembangkan. Eksport, konstruksi, telekomunikasi dan kesehatan. Kami juga berikan insentif kepada teman-teman di bidang industri yang menyerap banyak tenaga kerja atau padat karya," kata Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji, Rabu (23/11/2021).

Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) DIY mencatat adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat dan PPKM level 4 menahan pertumbuhan ekonomi DIY pada triwulan III 2021.

BACA JUGA: Jasad Lansia Ditemukan Mengambang di Kali Serang

Ekonomi DIY pada triwulan III 2021 tumbuh 2,3% (yoy), melambat dibandingkan dengan triwulan II 2021 11,8% (yoy).

Plt. Kepala BI DIY, Miyono mengatakan dilihat secara komponen, konsumsi menahan laju pertumbuhan ekonomi pada triwulan laporan. Konsumsi rumah tangga mengalami kontraksi sebagai dampak dari PPKM.

Turunnya optimisme konsumsi swasta tercermin dari turunnya nilai IKK pada Triwulan III 2021 sebesar 92,9%, turun dibandingkan dengan Triwulan II 2021 sebesar 115,4%. Sementara itu, investasi masih menunjukkan pertumbuhan yang positif, yaitu tercatat tumbuh 8,3% (yoy).

Adapun pertumbuhan investasi utamanya dipicu oleh masih berlangsungnya Proyek Strategis Nasional (PSN) penunjang bandara, yakni pembangunan tol Jogja-Solo maupun Jogja-Bawen.

Pertumbuhan investasi juga bersumber dari pembangunan Jalan Jalur Lintas Selatan [JJLS] yang masih terus berjalan. Meskipun demikian, laju pertumbuhannya tidak setinggi pada triwulan sebelumnya karena faktor based effect di mana titik terendah pandemi terjadi pada Triwulan II 2020 dan pada Triwulan III sudah terjadi rebound,” ucap Miyono.