15+ Event Jogja Juli 2026, Ini Jadwal Lengkap dan Lokasinya
Deretan event seru di Jogja Juli 2026, mulai dari Kite Festival, Gamelan Festival, konser musik hingga festival literasi. Catat jadwal dan lokasinya di sini!
Petugas dari Puskesmas Bantul saat mengambil sampel lendir siswa saat tes usap acak di SDN Bantul Warung, Selasa (16/11/2021)/Harian Jogja-Ujang Hasanudin\r\n
Harianjogja.com, SLEMAN- Tes acak Covid-19 untuk warga sekolah baik di jenjang SD maupun SMP yang menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) sudah menggunakan metode polymerase chain reaction (PCR). Selain penggunaan PCR tidak membutuhkan exit entry maupun exit test, hasilnya juga lebih akurat.
Kepala Bidang Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman Novita Krisnaeni mengatakan penggunaan PCR untuk pemeriksaan acak Covid-19 bagi sekolah yang menerapkan PTM sudah dilakukan sejak pekan lalu. Sebelumnya, Dinkes melakukan pengujian menggunakan metode swab Antigen.
Menurut Novita, penggunaan PCR untuk uji Covid-19 sesuai dengan arahan dari pemerintah pusat. Tes PCR dinilai lebih menguntungkan karena tidak butuh entry exit test. Sementara, swab antigen perlu dilanjutkan dengan PCR pada hari kelima untuk exit test.
"Uji menggunakan PCR sudah kami lakukan untuk SD dan SMP. Metode yang sama juga diterapkan untuk SMA/SMK," kata Novi, Rabu (24/11/2021).
Baca juga: Update 24 November: 5 Daerah Terbanyak Sumbang Covid-19 Termasuk Jogja
Dinkes, katanya, akan rutin melakukan tes acak ini. Jika semua sekolah sudah tersasar, nanti akan dilakukan kembali penjadwalan tes. Hal ini untuk memastikan proses PTM berjalan baik dan tidak menimbulkan klaster baru. Sejak PTM diberlakukan, lanjut Novi, sekitar 1.100 siswa dan guru sudah diuji swab. "Ya hanya satu sekolah [SMPN 2 Pakem] yang dinyatakan positif, dan sudah lama tertangani. [Sekolah] Lainnya belum ditemukan kasus," katanya.
Dia menjelaskan, Dinkes mengambil 10% sampel baik dari siswa maupun guru di sekolah tersebut. Apabila jumlah warga sekolah kurang dari 300 orang maka akan diambil setidaknya 30 sasaran. "Tidak butuh waktu lama untuk mengetahui hasilnya, hanya satu atau dua hari saja. Karena memang sasarannya tidak banyak, dan sarpras laboratorium juga mendukung," kata Novita.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sleman, Ery Widaryana mengatakan Disdik sudah mengagendakan kegiatan tes swab acak di sekolah-sekolah. Pelaksanaannya akan digelar setiap Kamis dengan sasaran sekolah yang berbeda-beda. "Dari 17 kapanewon sudah kami gelar tes swab secara acak ini. Nanti tetap dilanjutkan ke sekolah lain secara bergilir. Alhamdulillah, sampai saat ini hasilnya negatif semua," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Deretan event seru di Jogja Juli 2026, mulai dari Kite Festival, Gamelan Festival, konser musik hingga festival literasi. Catat jadwal dan lokasinya di sini!
Kemkomdigi telah memutus akses 3,7 juta situs dan konten judi online sejak Oktober 2024. Sebanyak 32.500 rekening juga ditutup.
Komdigi mengesahkan hasil seleksi frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz. XLSMART unggul di 700 MHz, Telkomsel teratas di 2,6 GHz.
Inacraft 2026 resmi digelar di JEC Yogyakarta pada 15-19 Juli dengan target 25.000 pengunjung, transaksi Rp8 miliar, dan kontrak bisnis global.
BNPB mencatat 10.407 warga Klaten terdampak kekeringan menerima 1,18 juta liter air bersih selama 15 Juni hingga 13 Juli 2026.
Libur sekolah mendongkrak wisata Sleman hingga 921.851 kunjungan. Wisata alam Merapi, Candi Prambanan, dan Family Recreation Park menjadi favorit.