Abidin Fikri Sebut Pemuda Terdampak Problem Bangsa, Bukan Biang Masalah
Abidin Fikri mengingatkan pemuda ikut terdampak problem bangsa dan menyoroti pentingnya keteladanan pemimpin dalam menyiapkan generasi menuju 2045.
Petugas dari Puskesmas Bantul saat mengambil sampel lendir siswa saat tes usap acak di SDN Bantul Warung, Selasa (16/11/2021)/Harian Jogja-Ujang Hasanudin\r\n
Harianjogja.com, SLEMAN- Tes acak Covid-19 untuk warga sekolah baik di jenjang SD maupun SMP yang menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) sudah menggunakan metode polymerase chain reaction (PCR). Selain penggunaan PCR tidak membutuhkan exit entry maupun exit test, hasilnya juga lebih akurat.
Kepala Bidang Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman Novita Krisnaeni mengatakan penggunaan PCR untuk pemeriksaan acak Covid-19 bagi sekolah yang menerapkan PTM sudah dilakukan sejak pekan lalu. Sebelumnya, Dinkes melakukan pengujian menggunakan metode swab Antigen.
Menurut Novita, penggunaan PCR untuk uji Covid-19 sesuai dengan arahan dari pemerintah pusat. Tes PCR dinilai lebih menguntungkan karena tidak butuh entry exit test. Sementara, swab antigen perlu dilanjutkan dengan PCR pada hari kelima untuk exit test.
"Uji menggunakan PCR sudah kami lakukan untuk SD dan SMP. Metode yang sama juga diterapkan untuk SMA/SMK," kata Novi, Rabu (24/11/2021).
Baca juga: Update 24 November: 5 Daerah Terbanyak Sumbang Covid-19 Termasuk Jogja
Dinkes, katanya, akan rutin melakukan tes acak ini. Jika semua sekolah sudah tersasar, nanti akan dilakukan kembali penjadwalan tes. Hal ini untuk memastikan proses PTM berjalan baik dan tidak menimbulkan klaster baru. Sejak PTM diberlakukan, lanjut Novi, sekitar 1.100 siswa dan guru sudah diuji swab. "Ya hanya satu sekolah [SMPN 2 Pakem] yang dinyatakan positif, dan sudah lama tertangani. [Sekolah] Lainnya belum ditemukan kasus," katanya.
Dia menjelaskan, Dinkes mengambil 10% sampel baik dari siswa maupun guru di sekolah tersebut. Apabila jumlah warga sekolah kurang dari 300 orang maka akan diambil setidaknya 30 sasaran. "Tidak butuh waktu lama untuk mengetahui hasilnya, hanya satu atau dua hari saja. Karena memang sasarannya tidak banyak, dan sarpras laboratorium juga mendukung," kata Novita.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sleman, Ery Widaryana mengatakan Disdik sudah mengagendakan kegiatan tes swab acak di sekolah-sekolah. Pelaksanaannya akan digelar setiap Kamis dengan sasaran sekolah yang berbeda-beda. "Dari 17 kapanewon sudah kami gelar tes swab secara acak ini. Nanti tetap dilanjutkan ke sekolah lain secara bergilir. Alhamdulillah, sampai saat ini hasilnya negatif semua," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Abidin Fikri mengingatkan pemuda ikut terdampak problem bangsa dan menyoroti pentingnya keteladanan pemimpin dalam menyiapkan generasi menuju 2045.
Kementan mengkaji impor awal 100.000 sapi pada 2027 untuk mendukung swasembada susu dan meningkatkan produksi susu nasional.
Apple MacBook Pro OLED dikabarkan membawa layar sentuh, Dynamic Island, chip M5 Pro atau M5 Max, serta pembaruan fitur lainnya.
Garuda Indonesia memperbarui Manage My Booking untuk memudahkan penumpang mengubah jadwal, rute, dan mengajukan refund secara mandiri.
Bulog Semarang menambah kapasitas gudang sewa sekitar 20.000 ton untuk mengantisipasi lonjakan stok beras menjelang panen raya 2027.
QRIS telah menjadi bagian tak terpisahkan dari sistem pembayaran sehari-hari. Perannya bahkan telah menggantikan sistem pembayaran tunai.