TPAS Wukirsari Terima 60 Ton Sampah per Hari, Organik Dominan
DLH Gunungkidul mencatat 70 persen sampah di TPAS Wukirsari masih berupa sampah organik. Warga didorong memilah sampah dari rumah.
Ilustrasi. /ANTARA FOTO-Aloysius Jarot Nugroho
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL- Kepala Balai Pendidikan Menengah Gunungkidul, Agus Muchdiarto memastikan tidak ada penutupan sekolah, meski ada siswa yang dinyatakan positif corona. Hal ini diungkapkan saat dimintai konfirmasi berkaitan dengan hasil skrening corona di sekolah.
"Untuk hasil pastinya belum mendapatkan secara resmi dari Dinas Kesehatan Gunungkidul. Yang jelas tidak ada penutupan sekolah dan pembelajaran tatap muka terus dilaksanakan," kata Agus saat dihubungi, Jumat (26/11/2021).
Menurut dia, penghentian pembelajaran tatap muka hanya dilakukan di kelas yang siswanya dinyatakan positif corona. Sebagai gantinya siswa di kelas tersebut akan menjalani pembelajaran jarak jauh selama 14 hari.
BACA JUGA: Korsel Kerahkan Satgas Khusus untuk Melarang Konsumsi Daging Anjing
"Jadi untuk kelas lain, pembelajaran tatap muka tetap berjalan karena penutupan hanya berlaku untuk kelas yang ada siswa positif corona," ungkapnya.
Agus pun meminta kepada setiap sekolah untuk terus berkoordinasi dengan satgas penanggulanan Covid-19 di kapanewon. "Kalau ada guru yang positif, maka akan diminta menjalani isolasi mandiri selama 14 hari," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DLH Gunungkidul mencatat 70 persen sampah di TPAS Wukirsari masih berupa sampah organik. Warga didorong memilah sampah dari rumah.
Ekspor ilegal 3,4 ton merkuri senilai Rp17,5 miliar dari Surabaya menuju Burkina Faso berhasil digagalkan Bea Cukai dan Polri.
Rangkaian turnamen regional Haier-AQUA SEA Badminton Final 2026 di Vietnam resmi berakhir dengan raihan prestasi membanggakan bagi kontingen Indonesia.
Sidang gugatan PMH terkait pengalihan kepemilikan CV Art Fashion di PN Bantul memasuki babak baru. Tergugat menyampaikan jawaban sekaligus mengajukan gugatan.
BPBD Kulonprogo mulai mendistribusikan air bersih sejak awal Juli 2026 akibat kekeringan. SK Siaga Darurat disiapkan untuk mengakses dana BTT.
Eko Suwanto Desak Pemda se-DIY Wujudkan Sungai Aman Bencana dan Antisipasi Dampak Musim Kemarau