DPRD Gunungkidul Siapkan Perda Reklame, Bidik Optimalisasi PAD
DPRD Gunungkidul membahas Raperda Penyelenggaraan Reklame untuk mengoptimalkan PAD, menata reklame, dan memperkuat kepastian hukum.
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Jumlah kasus corona di Gunungkidul bertambah 14 orang pada Jumat (26/11/2021). Kenaikan ini terjadi karena hasil dari skrining acak tes Corona di lingkungan sekolah.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan, kasus corona di Gunungkidul ada peningkatan dibandingkan dengan penambahan pada Kamis (25/11/2021). Satu hari lalu, penambahan hanya empat kasus baru, sedangkan pada Jumat (26/11/2021) ada penambahan 14 kasus.
Menurut dia, peningkatan ini terjadi karena hasil skrining dengan melakukan tes acak di sekolah yang menyelenggarakan pembelajaran tatap muka. Total hingga kemarin sudah ada 1.402 siswa yang diswab. Meski demikian, belum semua hasilnya keluar karena baru 141 yang diketahui hasilnya.
Dari jumlah ini, ada 16 siswa yang dinyatakkan positif corona. Untuk penyebarannya, lanjut Dewi, ada yang berasal dari siswa Sekolah Luar Biasa (SLB), serta sekolah kejuruan di sejumlah kapanewon seperti Playen, Karangmojo dan Ponjong.
BACA JUGA: Update 26 November 2021: Covid-19 di DIY Bertambah 33 Kasus, Cek Data Lengkapnya
“Untuk siswa yang dinyatakan positif masuk kategori orang tanpa gejala,” katanya.
Dewi memastikan, meski ada kenaikan kasus di lingkungan sekolah, upaya skrening akan terus dilakukan. Ia berdalih, tes di lingkungan sekolah merupakan kegiatan yang terlaksana berdasarkan instruksi dari Pemerintah Pusat.
“Tes akan terus dilakukan sebagai upaya pencegahan dan penanggulangan penularan corona yang lebih luas lagi,” katanya.
Kepala Balai Pendidikan Menengah Gunungkidul, Agus Muchdiarto hingga berita ini belum bisa dikonfirmasi terkait adanya kasus Corona di lingkungan sekolah. saat dihubungi melalui telepon atau pun pesan WA, yang bersangkutan belum memberikan jawaban.
Sebelumnya, Kepala SLB Negeri 1 Gunungkidul, Widi Pranyata mengatakan, di sekolahnya ada tujuh siswa yang dinyatakan positif corona. kasus ini dikerahui berdasarkan tes swab massal yang diselenggarakan di sekolah.
“Awalnya akan dilakukan secara acak, tapi setelah dilakukan koordinasi dengan puskesmas, maka swab dilasanakan dengan menyasar ke seluruh siswa, guru maupun karyawan di sekolah,” katanya.
Widi menuturkan, adanya temuan kasus ini maka untuk sementara waktu kegiatan belajar mengajar di sekolah diberhentikan. Adapun siswa yang dinyatakan positif juga sudah menjalani isolasi.
“Rencananya sampai 6 Desember, tapi bisa berubah karena tes belum menyasar ke seluruh siswa. Jadi, kebijakan pembelajaran tatap muka akan bergantung dengan hasil tes swab susulan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul membahas Raperda Penyelenggaraan Reklame untuk mengoptimalkan PAD, menata reklame, dan memperkuat kepastian hukum.
PSEL DIY ditargetkan mengolah 1.000 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 18-20 MW untuk sekitar 15.000 rumah.
KY memastikan seleksi hakim agung dan hakim ad hoc MA 2026 transparan. Publik bisa memantau proses dan memberi informasi rekam jejak calon.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 12 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Kereta pertama berangkat 05.05 WIB, tarif tetap Rp8.000.
PSEL Piyungan ditargetkan groundbreaking Desember 2026. Proyek senilai Rp2,5 triliun-Rp3 triliun ini mulai dibangun Januari 2027.
Polisi menyiagakan puluhan personel setelah massa membakar sejumlah kantor pemerintah di Ilaga, Puncak, Papua Tengah.