Proyek Jembatan Kewek Dimulai, Target Rampung Akhir 2026
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Kabut tebal terlihat di puncak Gunung Merapi dari kawasan Klangon, Glagaharjo, Sleman, Kamis (23/9/2021)./Harian Jogja-Galih Eko Kurniawan
Harianjogja.com, SLEMAN—Pemkab Sleman menetapkan status tanggap darurat bencana lahar Gunung Merapi menyusul banjir lahar pada Rabu (1/12/2021). Pemkab juga mengirimkan air bersih air untuk warga terdampak banjir.
Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menjelaskan bencana alam tersebut mengakibatkan dampak kerusakan pada pipa jaringan air bersih di sepanjang aliran sungai yang berhulu di Gunung Merapi dan dimanfaatkan warga di empat Kalurahan. "Kami tetapkan status tanggap darurat bencana lahar hujan unung Merapi sebagai upaya cepat untuk langkah penanganan,” ujar Bupati, Sabtu (4/12/2021).
BACA JUGA: YIA Masuk Daftar Bandara Baru yang Sepi Usai Diresmikan Jokowi
Keputusan tersebut ditetapkan melalui Keputusan Bupati Sleman No.72/Kep.KDH/A/2021 tentang Tanggap Darurat Bencana Lahar Hujan Gunung Merapi. Status ini ditetapkan 2 sampai 15 Desember. Kebijakan itu diambil setelah melalui rapat koordinasi terkait penanganan jaringan air bersih warga yang terputus akibat banjir lahar hujan.
Keputusan tersebut diharapkan dapat mempercepat penanganan bencana di Bumi Sembada. Nantinya, perbaikan jaringan air bersih yang rusak bakal menggunakan pos anggaran belanja tak terduga (BTT). "Kebutuhan yang digunakan berapa? Saat ini masih dihitung untuk kebutuhan riilnya," katanya.
Terkait dengan kebutuhan air bersih bagi warga, Pemkab Sleman telah mendistribusikan air di beberapa titik. Hal ini dilakukan sembari menunggu proses perbaikan jaringan pipa air yang agar kembali bisa digunakan. "Dropping air sudah dilakukan di Kalurahan Hargobinangun, Umbulharjo dan Glagaharjo," ujarnya.
Kustini juga meminta masyarakat di sekitar lereng Gunung Merapi untuk waspada terhadap bahaya lahar hujan Gunung Merapi. "Untuk sementara jangan mendekat ke sungai di lereng Merapi sampai situasi benar-benar aman," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Remaja di Sragen ditembak airsoft gun hingga terluka. Pelaku kemudian dikeroyok dan dirawat di RSSP Sragen. Polisi masih menyelidiki.
Desil 1-5 masih berpeluang menerima bansos 2026. Simak cara cek desil dan status penerima bantuan melalui laman Kemensos.
Lumbung Mataraman mendorong pemanfaatan pekarangan dan lahan belum tergarap untuk memperkuat pangan berbasis potensi lokal di DIY.
Kebakaran TPA Jatibarang Semarang memasuki hari kelima. Sebanyak 22 warga mengalami batuk dan sesak napas akibat terdampak asap.
Luhut mengajak Tsinghua berkolaborasi meneliti 435 spesies herbal Indonesia di IT Del melalui riset genomik dan teknologi kecerdasan buatan.