Jembatan Tua Kewek Dibongkar Mei, Diganti Struktur Baru
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Kabut tebal terlihat di puncak Gunung Merapi dari kawasan Klangon, Glagaharjo, Sleman, Kamis (23/9/2021)./Harian Jogja-Galih Eko Kurniawan
Harianjogja.com, SLEMAN—Pemkab Sleman menetapkan status tanggap darurat bencana lahar Gunung Merapi menyusul banjir lahar pada Rabu (1/12/2021). Pemkab juga mengirimkan air bersih air untuk warga terdampak banjir.
Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menjelaskan bencana alam tersebut mengakibatkan dampak kerusakan pada pipa jaringan air bersih di sepanjang aliran sungai yang berhulu di Gunung Merapi dan dimanfaatkan warga di empat Kalurahan. "Kami tetapkan status tanggap darurat bencana lahar hujan unung Merapi sebagai upaya cepat untuk langkah penanganan,” ujar Bupati, Sabtu (4/12/2021).
BACA JUGA: YIA Masuk Daftar Bandara Baru yang Sepi Usai Diresmikan Jokowi
Keputusan tersebut ditetapkan melalui Keputusan Bupati Sleman No.72/Kep.KDH/A/2021 tentang Tanggap Darurat Bencana Lahar Hujan Gunung Merapi. Status ini ditetapkan 2 sampai 15 Desember. Kebijakan itu diambil setelah melalui rapat koordinasi terkait penanganan jaringan air bersih warga yang terputus akibat banjir lahar hujan.
Keputusan tersebut diharapkan dapat mempercepat penanganan bencana di Bumi Sembada. Nantinya, perbaikan jaringan air bersih yang rusak bakal menggunakan pos anggaran belanja tak terduga (BTT). "Kebutuhan yang digunakan berapa? Saat ini masih dihitung untuk kebutuhan riilnya," katanya.
Terkait dengan kebutuhan air bersih bagi warga, Pemkab Sleman telah mendistribusikan air di beberapa titik. Hal ini dilakukan sembari menunggu proses perbaikan jaringan pipa air yang agar kembali bisa digunakan. "Dropping air sudah dilakukan di Kalurahan Hargobinangun, Umbulharjo dan Glagaharjo," ujarnya.
Kustini juga meminta masyarakat di sekitar lereng Gunung Merapi untuk waspada terhadap bahaya lahar hujan Gunung Merapi. "Untuk sementara jangan mendekat ke sungai di lereng Merapi sampai situasi benar-benar aman," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
KPK menjadwalkan ulang pemeriksaan Muhadjir Effendy dalam kasus dugaan korupsi kuota haji setelah saksi meminta penundaan.
Bank Kulonprogo meraih TOP Golden Trophy 2026 lewat program kredit UMKM dan pembiayaan bagi PPPK Paruh Waktu.
Polsek Pundong mengungkap kasus pengeroyokan di Jalan Parangtritis Bantul. Lima pelaku diamankan usai aniaya pemuda.
Kemlu RI memastikan seluruh 39 WNI korban kapal tenggelam di perairan Pulau Pangkor, Malaysia, telah ditemukan.
Presiden Prabowo menegaskan penambahan alutsista TNI AU seperti Rafale untuk memperkuat pertahanan Indonesia di tengah geopolitik global.