Buka Tutup Akan Diberlakukan di Malioboro saat Nataru

Suasana di Jalan Malioboro, Kota Jogja, Minggu (5/9/2021). - Harian Jogja/Gigih M. Hanafi
08 Desember 2021 12:27 WIB Yosef Leon Jogja Share :

Harianjogja.com, UMBULHARJO - Pemerintah Kota Jogja berencana untuk menerapkan skema buka tutup bagi pengunjung di kawasan publik khsususnya Malioboro, Titik Nol KM, dan Tugu pada masa Natal dan Tahun Baru mendatang. Upaya ini diambil guna mengendalikan jumlah kerumunan di tempat itu demi mencegah penyebaran Covid-19.

Wakil Walikota Jogja, Heroe Poerwadi mengatakan, sampai saat ini belum ada kebijakan yang diputuskan berkaitan dengan skema pengendalian di kawasan publik pada masa Natal dan Tahun Baru nanti. Apalagi dengan batalnya pemberlakuan PPKM level 3 membuat pemerintah daerah mesti menyesuaikan aturan kembali.

Saat ini, pihaknya masih mengacu pada ketentuan awal yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat saat berencana memberlakukan PPKM level 3 yakni dengan pembatasan kapasitas dan pengendalian di sejumlah area publik.

"Kita belum memutuskan, namun alternatifnya adalah buka tutup di Malioboro. Tidak ada ganjil genap hanya antisipasi buka tutup," kata Heroe, Rabu (8/12).

Menurut dia, penerapan skema buka tutup akan menjadi alternatif pilihan yang tepat untuk sementara ini di sejumlah kawasan itu. Petugas nantinya akan melihat tingkat keramaian di masing-masing area untuk mengendalikan jumlah pengunjung."Kalau kondisi sudah terlampau penuh ya ditutup. Kalau sudah agak lengang kita buka. Itu fleksibel, melihat kondisi yang kita hadapi saja," ujarnya.

Direncanakan, penerapan skema buka tutup itu akan mulai diberlakukan sejak mendekati masa Natal dan Tahun Baru yakni pada 24 Desember 2021 sampai 2 Januari 2022. Pemkot juga memperkirakan bakal terjadi lonjakan pengunjung yang datang ke wilayah setempat menyusul batalnya penerapan PPKM. Sehingga pengecekan acak akan dilakukan untuk memastikan wisatawan dalam kondisi sehat.

"Biasanya kan mereka langsung menuju hotel. Ya kami minta pengelola hotel juga tegas saat menerima tamu yang datang. Hal ini juga antisipasi bahwa mereka datang dengan kondisi sehat," ujar dia.

Selain skema buka tutup, penerapan satu pintu masuk bagi bus wisata juga akan dilanjutkan. Sistem ini menjadi skrining awal bagi wisatawan yang datang ke Jogja selain dengan menggunakan kendaraan pribadi. "Agar tidak terjadi kerumunan yang lebih besar, kami antisipasi dengan pengetatan terhadap pelaksanaan protokol kesehatan. Terutama one gate system, itu cara awal kita menyaring," kata dia.

Kepala UPT Pengelolaan Kawasan Cagar Budaya Jogja, Ekwanto menyebut, sampai saat ini Malioboro masih menjadi magnet pengunjung sejak PPKM level 2 diterapkan di wilayah DIY. Swlam akhir pekan, kawasan itu kerap ramai dengan wisatawan maupun pengunjung lokal. Untuk itu Ekwanto memastikan bakal ada tambahan personel jaga di kawasan setempat pada masa Natal dan Tahun Baru nanti.

"Pastinya bakal ada tambahan personel baik dari Jogoboro, Sat Pol PP, Dinas Perhubungan dan TNI/Polri. Kita akan maksimalkan penjagaan dan pengawasan agar bagaimana wisata di akhir tahun bisa tetap terkendali," katanya.