Penumpang Meningkat, KRL Jogja-Solo Naikkan Kapasitas Angkut

Ilustrasi. - Antarafoto
09 Desember 2021 12:37 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Jumlah penumpang KRL Jogja-Solo terus meningkatkan. Peningkatan kapasitas angkut pun dilakukan melalui perpanjangan formasi kereta. 

VP Corporate Secretary KAI Commuter Anne Purba menjelaskan volume pengguna KRL Yogyakarta – Solo tumbuh 20,2% dibanding bulan sebelumnya. Adapun jumlah pengguna mencapai 219.696 orang  dengan rata-rata 7.323 pengguna per hari. Dalam operasi sejak Febuari hingga November tahun 2021 ini, KRL Jogja-Solo telah melayani 1.448.836 pengguna. Sedangkan KRL Jabodetabek telah melayani 109.376.293 pengguna. Angka ini masih lebih rendah dibanding periode yang sama tahun lalu dimana tercatat ada 141.449/845 pengguna yang dilayani KRL Jabodetabek.

BACA JUGA : KRL Jogja-Solo Mulai Padat Penumpang

“KRL Yogyakarta peningkatan kapasitas angkut dilakukan melalui perpanjangan formasi kereta yang melayani pengguna. Pada Februari 2021 maupun saat ini, perjalanan KRL jumlahnya tetap 20 perjalanan. Namun jika pada awal tahun dilayani oleh dua rangkaian KRL dengan formasi empat kereta, saat ini telah dilayani oleh tiga rangkaian KRL dengan formasi delapan kereta,” dalam rilisnya, Kamis (9/12/2021).

Ia menambahkan peningkatan operasional tersebut dimungkinkan karena meningkatnya produktifitas perusahaan di masa pandemi untuk mendukung ekonomi nasional. Dari segi penyediaan sarana KRL, sebelum pandemi untuk melayani 1,2 juta pengguna per hari KAI commuter menyiapkan 86 rangkaian KRL. Namun di masa pandemi ini untuk mendukung mobilitas yang sehat dengan tetap jaga jarak, KAI Commuter dapat menyiapkan 94 rangkaian KRL meskipun volume pengguna belum mencapai 50 persen dari volume pengguna sebelum pandemi.

“Penambahan sarana ini merupakan wujud komitmen KAI Commuter untuk fokus ke keselamatan dan protokol kesehatan dalam pembiayaan dan investasi. Karena, ketersediaan dan keandalan performa sarana KRL sangat menentukan dalam memberikan layanan transportasi publik di masa pandemi ini,” ujarnya.

Operasional KAI Commuter selama pandemi ini juga sangat dipengaruhi aturan kegiatan masyarakat termasuk di sektor transportasi. Layanan pun diberikan semakin adaptif karena harus mampu beradaptasi dengan perubahan pola operasi dan layanan KRL sesuai aturan terbaru. Sebelumnya, perubahan pola operasi hanya kami lakukan satu kali setiap 1 - 2 tahun.

BACA JUGA : Layani Segala Transaksi Tiket KRL Jogja-Solo, PT KAI

“Namun di masa pandemi kami harus siap mengubah pola operasi sesuai dengan perkembangan regulasi yang dapat terjadi sewaktu-waktu," kata Anne.

“Kami berterima kasih atas kepercayaan masyarakat khususnya para pengguna KRL terhadap layanan KAI Commuter. Dengan adanya kesempatan dari segi aturan untuk kembali melakukan berbagai aktivitas di luar rumah pada masa pandemi Covid-19, kami berkomitmen menyediakan transportasi aman dengan protokol kesehatan yang ketat,” ujarnya.