Advertisement

Dinas Pertanian Genjot Komoditas Vanili di Perbukitan Menoreh

Hafit Yudi Suprobo
Kamis, 09 Desember 2021 - 12:07 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
Dinas Pertanian Genjot Komoditas Vanili di Perbukitan Menoreh Surasa, 59, Anggota Kelompok Tani Ayem, kalurahan Pagerharjo, kapanewon Samigaluh, Kulonprogo saat menjelaskan proses pengembangbiakan tanaman vanili kepada Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo, Muhammad Aris Nugroho dan Kepala Dinas Kominfo Kulonprogo Agung Kurniawan di lahan pertanian vanili di kalurahan Pagerharjo, kapanewon Samigaluh, Kulonprogo, pada Rabu (8/12/2021). - Harian Jogja/Hafit Yudi Suprobo

Advertisement

Harianjogja.com, KULONPROGO-Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo kembali genjot produksi vanili. Komoditas yang disebut sebagai emas hijau ini mempunyai nilai jual yang tinggi sehingga diharapkan mampu mendongkrak perekonomian lokal petani vanili.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo, Muhammad Aris Nugroho, mengatakan upaya pengembangan komoditas vanili rencananya dilaksanakan pada tahun mendatang. Konsep pengembangan komoditas yang diminati tidak hanya di pasar dalam negeri namun luar negeri tersebut adalah agro edu wisata.

"Kita akan mulai pengembangan vanili pada 2022 mendatang. Tahap pertama kita akan mulai sosialisasinya. Kita ingin vanili ini menjadi emas hijaunya Kulonprogo lagi ya. Kontur tanah di pegunungan menoreh yang dimiliki oleh Kulonprogo sangat cocok untuk menanam bibit vanili," kata Aris saat dikonfirmasi pada Rabu (8/12/2021).

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

Dikatakan Aris, agro edu wisata vanili di Kulonprogo merupakan konsep yang disiapkan oleh Aris dan jawatannya di Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo. Nantinya, warga maupun wisatawan yang datang mampu mengetahui tanaman vanili mulai dari tanam hingga menjadi produk siap jual.

"Total di DIY itu lahan pertanian vanili sekitar 14 hektare. Selain Kulonprogo, lahan vanili di wilayah DIY juga terdapat di wilayah Sleman. Kondisi lahan vanili di Kulonprogo sendiri sekarang terdiri dari empat kapanewon yakni Samigaluh, Kokap, Girimulyo, dan Kalibawang. Samigaluh sendiri terluas ya. Total luas lahannya mencapai sembilan hektare," terang Aris.

Baca juga: Tertutup Material Merapi, Mata Air Bebeng Glagaharjo Masih Dicari

Lebih lanjut, produksi vanili kering yang bisa dihasilkan oleh Kulonprogo pada 2020 silam menyentuh angka dua ton. Angka tersebut terbilang rendah. Oleh karena itu, di 2022 capaian vanili di Kulonprogo ditargetkan mengalami peningkatan.

"Produksi vanili kering di Kulonprogo itu hanya dua ton. Itu masih terbilang rendah ya. Kita akan mendorong produktivitas vanili dengan melakukan intensifikasi pengolahan dan pemasaran produk. Sehingga, capaian produksi vanili bisa melonjak tajam," ungkap Aris.

Komoditas vanili sendiri sebenarnya termasuk dalam komoditas yang bisa menghasilkan cuan bagi petani dalam jumlah yang cukup besar. Berdasarkan catatan dari Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo, vanili basah di pasaran bisa mencapai ratusan ribu rupiah.

Advertisement

"Vanili bernilai ekonomis sangat tinggi. Vanili basah itu harganya di pasaran bisa mencapai Rp200 sampai Rp500 ribu. Apalagi kalau diolah menyentuh angka Rp2 jutaan lebih. Bagaimana meningkatkan pendapatan petani vanili yang mempunyai komoditas bernilai ekonomis tinggi itu masih menjadi PR kami. Agro climate di Kulonprogo juga cocok untuk membudidayakan vanili," papar Aris.

Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo Kulonprogo Agung Kurniat tidak menampik bahwa komoditas vanili di Kulonprogo termasuk komoditas unggulan yang harus diberikan panggung agar pasar bisa mengenali vanili Kulonprogo secara lebih luas.

"Terkait dengan pemasaran vanili juga menjadi hal yang tidak luput dari perhatian. Agar, jangkauan produk vanili tidak hanya sampai di dalam negeri. Namun, belahan bumi lain juga diharapkan tertarik dengan komoditas unggulan Kulonprogo ini," kata Agung.

Advertisement

Harga Bagus

Sementara itu, Surasa, 59, Anggota Kelompok Tani Ayem, kalurahan Pagerharjo, kapanewon Samigaluh, Kulonprogo, mengatakan tanaman vanili baru bisa dipanen setelah berumur sekitar satu sampai dengan dua tahun. Harga komoditas vanili juga diklaim oleh Surasa bagus di pasaran. Bahkan, seringkali ia mendapatkan harga di atas rata-rata.

"Untuk satu kilogram vanili basah saya mendapatkan harga Rp325.000. Ini [budidaya vanili] cukup menggiurkan ya. Budidaya vanili sendiri mudah namun membutuhkan ketelitian ya. Metodenya ya bisa stek atau selur panjang satu meter. Tanaman vanili tidak membutuhkan pemberantasan hama kimiawi. Secara alami, hama sudah visa dicegah," terang Surasa. 

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Pertamax Lebih Irit Ketimbang Pertalite?

News
| Sabtu, 24 September 2022, 20:07 WIB

Advertisement

alt

Mengenal Pendekar Roti Kolmbeng Terakhir di Jogja

Wisata
| Sabtu, 24 September 2022, 17:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement