Tas, Topi hingga Sepatu Siskaeee Jadi Petunjuk Pengungkapan Kasus

Tangkapan layar ekshibisionisme di Bandara YIA Kulonprogo. - Twitter
09 Desember 2021 14:17 WIB Hafit Yudi Suprobo Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, TEMON--PT Angkasa Pura I Persero selaku pengelola Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) menjadi salah satu unsur penting tertangkapnya pelaku pamer payudara, FCN, 23 alias Siskaee . Penelurusan turut dilakukan AP I dan berhasil mendeteksi Siskaeee pernah melakukan perjalanan dari YIA sebanyak empat kali sampai pada mengenali tanda pakaian dan mencocokkan dengan akun medsosnya hingga kemudian berhasil diringkus aparat kepolisian.

PTS General Manager Bandara Yogyakarta International Airport, Agus Pandu Purnama, mengatakan upaya penelusuran juga dilakukan dari internal Bandara YIA. Diketahui, siskaeee telah melaksanakan perjalanan di bandara YIA sebanyak empat kali.

BACA JUGA : Punya Ribuan File Pornografi, Begini Cara Siskaeee Raup Penghasilan Miliaran

"Sejak ada kejadian siskaeee, kita sudah melakukan tracking. Kita juga sudah menulusuri akunnya. Tanda-tanda yang dimiliki oleh siskaeee seperti tas, topi, dan sepatu akhirnya menjadi petunjuk dan kita berhasil menemukan akunnya. Di bandara siskaeee telah melaksanakan perjalanan sebanyak empat kali," kata Agus Pandu pada Kamis (9/12/2021).

Dikatakan Agus Pandu, upaya penelurusan terhadap pelaku eksibisionisme di Bandara YIA dilakukan untuk mendukung penyelidikan yang dilakukan oleh anggota polisi sebelum pemilik akun OnlyFans tersebut berhasil diringkus di Bandung beberapa waktu lalu.

"Penelurusan tersebut menghasilkan nama, KTP, dan informasi lainnya. Data tersebut sudah kita serahkan ke kepolisian. Paling tidak kami telah mendukung informasi yang dibutuhkan oleh polisi dalam melakukan penyidikan," terang Agus Pandu.

Lebih lanjut, Bandara YIA sendiri memiliki mekanisme keamanan di bawah komite keamanan bandara atau airport security committee. Di dalamnya, terdapat airport security, TNI, maupun Polri. Diakui Agus Pandu, keamanan Bandara tidak bisa hanya dilakukan oleh internal Bandara.

"Pelibatan sejumlah personel tersebut sudah ditandatangani oleh Kementerian Perhubungan. Upaya pengamanan bandara YIA ini dilaksanakan secara 24 jam ya. Selama ini kasus kejahatan di Bandara YIA mampu diungkap secara cepat ya," kata Agus Pandu.

 Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda DIY, AKBP Roberto Pasaribu mengatakan, berdasarkan pemeriksaan psikologis FCN kerap memamerkan organ intimnya ke orang lain dan ditargetkan pada orang yang tak dikenal serta di tempat-tempat publik. Secara pribadi dia berkeinginan kuat agar seseorang melihat atau menonton aksinya.

BACA JUGA : Fantastis! Ini Besar Penghasilan Siskaeee dari Pamer Alat Kelamin

"Perilakunya sering impulsive dan kompulsif, di mana saat yang sama ia merasa gembira, takut, gelisah dan mendapatkan kepuasan dengan memamerkan kelamin atau bagian tubuh yang lain," kata Roberto.

Adapun, motif tersangka melakukan aksi ekshibisionisme dipicu untuk memenuhi kepuasan seksual dan juga untuk mendapatkan penghasilan. Ia telah melakukan kegiatan tersebut seperti merekam, memposting foto atau video pornografi sejak 2017 lalu sampai pada saat ini.

"Ada tujuh situs yang digunakan FCN untuk memposting setiap konten yang dibuatnya, diantaranya ada yang sudah dibanned dan masih ada beberapa yang bisa diakses serta mendapatkan bayaran," katanya.