Koperasi Bisa Jadi Wadah Pengembangan UMKM

Anggota Komisi B DPRD Bantul Bibit Rustamto - Istimewa
11 Desember 2021 01:37 WIB Media Digital Bantul Share :

BANTUL—Inisiasi pengadaan pelatihan UMKM terus didorong DPRD Bantul. Selain keterampilan, keberadaan koperasi bagi UMKM pun menjadi salah satu perhatian DPRD Bantul.

Anggota Komisi B DPRD Bantul, Bibit Rustamto, menaruh fokus pada pengembangan peran koperasi dan UMKM dalam rangka pemulihan ekonomi di masa pandemi. "Saya berpikir ketika UMKM yang notabenenya sebagian besar anggota koperasi, secara kelembagaan koperasi itu diberdayakan," terangnya, Jumat (10/12/2021).

Pemberdayaan UMKM melalui koperasi dinilai Bibit bisa membantu para UMKM keluar dari persoalan ekonomi. "Kalau pemerintah daerah memberikan ruang, serta kesempatan untuk kembangnya koperasi dan UMKM, sesungguhnya permasalahan-permasalahan ekonomi itu bisa diminimalisir,” ujarnya.

Koperasi disebutkan Bibit memiliki beragam manfaat yang dapat mendukung tumbuh kembangnya UMKM. Bila kesulitan membuat koperasi, para UMKM bisa bekerja sama dengan koperasi yang sudah terbentuk. "Manfaatnya kalau UMKM berkoperasi kan koperasi bisa menjadi pemasarnya. Termasuk untuk memberikan bantuan permodalan," jelasnya.

"Saya berharap koperasi dan kelompok-kelompok masyarakat mampu membuka diri, mampu belajar lebih jauh, mampu meningkatkan perannya. Di samping itu pemerintah berusaha perlu memberikan ruang agar mereka tumbuh dan bermanfaat. Jadinya koperasi bisa menjadi sarana pengentasan kemiskinan warga Bantul."

Pendampingan peningkatan keterampilan kepada UMKM menurut Bibit juga dibutuhkan, sebagai pendorong adaptasi UMKM di masa pandemi. "Pendampingan UMKM bisa dalam bentuk ilmu pengetahuan teknis, administrasif, maupun teknologinya," ujarnya.

Tidak hanya usaha jenis kerajinan maupun kuliner, Bibit juga menyoroti bagaimana usaha jenis peternakan juga membutuhkan beragam pendampingan untuk pengembangannya. Menurutnya, bantuan pengembangan usaha termasuk peternakan harus diinisiasi pemerintah dari hulu ke hilir.

"Intinya sebenarnya pemerintah mestinya memberikan semacam strategi pasar dari hulu sampai hilir secara keseluruhan, bagaimana supaya para pengusaha tidak hanya menjadi produsen tetapi pemasar juga," tandasnya.

Bibit berharap adanya ruang yang diinisiasi bagi peternak dan pihak pengusaha untuk bertemu. Syukur ada perjanjian kerja sama atau MoU yang disepakati dari kedua belah pihak. "Jadi bagi pengusaha kuliner misalnya tidak kesulitan mencari bahan bakunya, bagi peternak tidak kesulitan memasarkan hasil produknya," tambahnya.

"Peternak harus kita dampingi secara teknis, bagaimana cara beternak yang baik itu seperti apa. Kemudian pasarnya kemana kita dampingi. Lalu masalah permodalan ya kita sambungkan dengan lembaga keuangan dan perbankan.”

Sektor peternakan menurut Bibit harus diperhatikan karena menjadi salah satu sektor unggulan Kabupaten Bantul. Selain itu produk olahan kulinernya seperti sate dan ingkung juga menjadi kekhasan tersendiri di Bantul. "Wilayah Bantul ini cocok untuk beternak. Banyak wilayah yang sangat memungkinkan memungkinkan dan prospek untuk dibuat peternakan," tandasnya. (ADV