Advertisement
PKL Malioboro Direlokasi Januari 2022, Belum Ada Retribusi di Tempat Baru
Sejumlah pekerja memasang lantai konblok pada sentra UKM di bekas lahan eks Bioskop Indra di Jalan Malioboro, Jogja, Jumat (15/11/2019). - Harian Jogja/Desi Suryanto
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Pemda DIY untuk sementara tidak akan menarik retribusi kepada para pedagang kaki lima (PKL) yang direlokasi dari jalur pedestrian Malioboro ke lokasi baru di eks Bioskop Indra dan eks gedung Dinas Pariwisata DIY. Kepala Dinas Koperasi dan UKM (Dinkop UKM) DIY Srie Nurkyatsiwi mengatakan pedagang Malioboro dijadwalkan mulai direlokasi pada Januari 2022.
Pemda DIY sudah mempertimbangkan kemungkinan penurunan pendapatan pedagang di tempat yang baru. Sebab, tidak semua pengunjung Malioboro tahu lokasi baru para PKL.
Advertisement
BACA JUGA: Dikosongkan dari Ribuan PKL, Malioboro Akan Disulap seperti Trotoar di Singapura
"Setelah dipindahkan, untuk sementara tidak akan ada retribusi. Karena pasti ada penurunan pendapatan di awal lokasi baru tersebut," kata Siwi, seusai menerima audiensi PKL Malioboro di gedung DPRD DIY, Rabu (15/12/2021).
Siwi menyebut jawatannya akan berkooordinasi dengan sejumlah dinas, baik Dinas Kebudayaan maupun Dinas Pariwisata DIY untuk menggelar event dan memperkenalkan lokasi baru para pedagang kepada para wisatawan.
"Skema itu ada. Tentu nanti kami akan berkoordinasi untuk pelaksanaannya," imbuh Siwi.
Menurut Siwi, saat ini pihaknya bersama dengan Dinas Kebudayaan Kota Jogja terus melakukan sosialisasi rencana relokasi ke 1.800 pedagang di Malioboro pada Januari 2022. Sejauh ini, komunikasi intens telah dilakukan kepada paguyuban pedagang dan hasilnya cukup positif.
Wakil Ketua Komisi B DPRD DIY Dwi Wahyu Budiantoro mengatakan dalam waktu dekat akan berkoordinasi dengan Dinas Kebudayaan Kota Jogja untuk membicarakan konsep penataan. Selain itu, Dinas Kebudayaan Kota Jogja juga menangani teknis relokasi.
"Dinkop UKM DIY sebatas pendampingan ke pedagang agar produk diterima di pasar," kata Dwi.
BACA JUGA: Ini Permintaan Sultan tentang Rencana Mengubah Malioboro Jadi Mirip Orchard Road Singapura
Sementara, Ketua DPD Asosiasi Pedagang Kaki Lima Yogyakarta (APKLY) Wawan Suhendra meminta pemerintah menunda rencana relokasi. PKL Malioboro keberatan direlokasi dan setuju ditata.
"Selain itu, lokasi baru belum representatif untuk memberikan jaminan perekonomian," katanya.
Wawan menambahkan, selama ini PKL adalah ruhnya Malioboro. PKL bak bagian dari kosmetik untuk mempercantik wajah Kota Jogja. "Yang sudah sedemikian unik menarik, kenapa harus diubah,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Bandara Hantu Sri Lanka Dilepas, Warisan Utang Kini Jadi Beban
Advertisement
Pesawat Terbakar Saat Lepas Landas, 232 Penumpang Dievakuasi
Advertisement
Berita Populer
- Perlintasan KA di Jogja Rawan, Aulia Reza Dorong Keselamatan Kolektif
- Talud Sungai Jogja Rapuh, Rp4 Miliar Disiapkan untuk 5 Titik Prioritas
- Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 27 April 2026, Tarif Rp8.000
- HPN 2026 Sleman Meriah: Jalan Sehat hingga Donor Darah
- Gunungkidul Bangun 16 Jembatan Garuda Inisiasi Presiden Prabowo
Advertisement
Advertisement





