Tekan Mobilitas, Kulonprogo Terapkan Ganjil Genap di Lokasi Wisata

Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Kulonprogo saat menutup objek wisata pantai Glagah pada Sabtu (3/7/2021). - Harian Jogja/Hafit Yudi Suprobo\\r\\n
16 Desember 2021 09:57 WIB Hafit Yudi Suprobo Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, WATES--Penerapan ganjil genap di sejumlah objek wisata yang ada di Kulonprogo menjadi prioritas Pemkab setempat untuk menekan mobilitas warga saat libur natal dan tahun baru. Bagi wisatawan yang membandel, petugas bakal meminta untuk putar balik dan memilih alternatif objek wisata lain.

Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo, Fajar Gegana, mengatakan penerapan ganjil genap sejumlah objek wisata tidak lepas dari diterbitkannya Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 66 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19 pada Saat Natal 2021 dan Tahun Baru 2022.

"Bagi wisatawan yang tidak memenuhi aturan ini (ganjil genap) tidak boleh melanjutkan perjalanan dan akan kami minta untuk putar balik. Pemberlakuan ganjil genap untuk menekan mobilitas warga saat libur natal dan tahun baru," kata Fajar pada Rabu (15/12/2021).

Dikatakan Fajar, saat ini jawatannya tengah fokus mendata sejumlah jalan alternatif menuju ke sejumlah objek wisata yang ada di wilayah Kulonprogo. Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi agar wisatawan tidak melalui jalur alternatif saat penerapan ganjil genap dilakukan.

"Banyak wisatawan yang masuk lewat jalur alternatif. Kami berkaca dari penerapan ganjil genap sebelumnya. Kita sedang inventarisir jalur alternatif. Setelah didata, selanjutnya jalur tersebut akan dijaga guna mencegah adanya wisatawan yang lewat," sambung Fajar.

Penjagaan jalur alternatif nantinya akan dilaksanakan oleh sejumlah unsur baik anggota Polri, TNI, Dishub Kulonprogo, sampai dengan Satpol-PP Kulonprogo. Wisatawan diharapkan mengikuti kebijakan ganjil genap.

"Karena sia-sia nanti kalau nekat masuk nanti akan kita putar balik. Kami mengharapkan aturan ini bisa dipahami oleh masyarakat dan wisatawan yang ingin berkunjung ke sejumlah destinasi wisata yang ada di Kulonprogo," terang Fajar.

Kepala Dishub Kulonprogo, Lucius Bowo Pristiyanto, mengatakan penerapan ganjil genap di sejumlah objek wisata yang ada di Kulonprogo masih dalam kajian. Berdasarkan Inmendagri, penerapan model ganjil genap bisa dilakukan apabila objek wisata masuk dalam kategori prioritas.

"Sesuai dengan Inmendagri ganjil genap itu diterapkan pada tanggal 20 Desember ya. Hanya memang penerapan pengamanan libur nataru itu kan terpadu dalam operasi lilin ya. Nah, di Kulonprogo itu operasi dimulai pada tanggal 24 Desember," terang Bowo.

Penerapan ganjil genap sendiri diproyeksikan dilakukan di objek wisata Pantai Glagah. Objek wisata di bibir pantai selatan Kulonprogo tersebut masuk kategori prioritas. Dikarenakan, jumlah kunjungan wisatawan saat libur nataru di pantai Glagah diperkirakan akan membludak.

"Soal sanksi itu bukan berarti wisatawan diminta putar balik kemudian ke luar Kulonprogo ya. Namun, kita sarankan agar wisatawan memilih objek wisata yang lain. Objek wisata di Kulonprogo itu kan juga berhimpitan ya. Jadi, wisatawan bisa memilih," kata Bowo.