5 Teknik Mengemudi Defensif agar Lebih Aman di Jalan Raya
Kenali lima teknik mengemudi defensif, mulai dari menjaga jarak aman hingga menghindari titik buta, untuk membantu mengurangi risiko kecelakaan.
Ilustrasi vaksinasi Covid-19./Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, JOGJA- Pemerintah Daerah (Pemda) DIY menargetkan vaksinasi anak 6-11 tahun untuk dosis pertama selesai akhir Januari 2022. Ada sebanyak 227.000 anak usia 6-11 tahun menjadi target vaksinasi dengan menggunakan vaksin Sinovac dan CoronaVac tersebut.
Ketua Tim Percepatan Vaksinasi DIY Sumadi, mengatakan saat ini ada 227.000 anak usia 6-11 tahun menjadi target vaksinasi. Dari jumlah itu, kemungkinan bisa saja bertambah seiring dengan perkembangan vaksinasi anak. Sebelumnya data di Pemda DIY menyebut ada 264.000 anak SD dan TK jadi target vaksinasi, jumlah itu termasuk siswa yang duduk di kelas 6 SD atau 12 tahun.
"Tapi, kemungkinan [227.000 anak usia 6-11] bisa bertambah. Target kami tetap akhir Januari selesai untuk dosis pertama," kata Sumadi, Jumat (17/12/2021).
Menurut Sumadi, vaksinasi anak usia 6-11 tahun secara resmi di DIY baru akan digelar Sabtu (18/12/2021) di Wana Bhakti Yasa, Umbulharjo, Amongrogo, Kota Jogja. Setelah kickoff vaksinasi di Wana Bhakti Yasa, akan dilanjutkan vaksinasi ke sekolah-sekolah.
BACA JUGA: Status Gunung Semeru Dinaikkan Jadi Level Siaga
"Kita sepakat dimulai besok [Sabtu (18/12)]. Dan setelah itu akan dilakukan di sekolah-sekolah. Memang nantihya terkendala liburan [24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022], tapi nanti setelah tanggal 3 dilanjutkan," sambung Sumadi.
Agar vaksinasi bisa berjalan maksimal, Sumadi mengaku akan menggandeng guru kelas dan orang tua siswa saat pelaksanaan vaksinasi. Selain itu, ada strategi khusus diterapkan, salah satunya adalah memulai vaksinasi dengan memvaksin siswa yang punya keberanian lebih. "Harapannya ini siswa ini akan memancing siswa lain mau divaksin," jelasnya.
Sementara untuk vaksinasi di sekolah-sekolah terpencil, Sumadi menyatakan tidak akan ada masalah. Sebab, vaksinasi dilakukan terpusat di sekolah. "Hampir sama dengan vaksinasi remaja. Untuk KIPI, akan sama dengan vaksinasi lainnya. Petugas sediakan ambulans juga," imbuhnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan DIY Pembajun Setyaningastutie mengatakan usai kick off vaksinasi anak 6-11 tahun pada Sabtu (18/12/2021) mendatang di Wana Bhakti Yasa, Umbulharjo, Amongrogo, Kota Jogja, vaksinasi akan langsung dilanjutkan ke sekolah-sekolah.
Begitu juga untuk anak 6-11 yang belum sekolah, siswa SLB dan home scholing. Untuk siswa SLB, petugas akan datang ke sekolah. Untuk siswa yang masih duduk di TK, maka nantinya vaksinasi akan dilakukan dengan mengumpulkan siswa TK berusia 6 tahun dan vaksinasi akan dilakukan di sekolah yang ditunjuk dan disepakati.
"Begitu juga dengan home scholing. Semua akan dikoordinasikan dengan kabupaten dan kota," kata Pembajun.
Menurut dia, saat ini stok vaksin yang digunakan untuk vaksinasi anak yakni Sinovac dan CoronaVac mencapai 775.000 dosis. Artinya lebih dari cukup untuk memvaksin 227.000 anak. Sehingga, tak ada
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kenali lima teknik mengemudi defensif, mulai dari menjaga jarak aman hingga menghindari titik buta, untuk membantu mengurangi risiko kecelakaan.
Korea Selatan menjatuhkan denda gabungan Rp866 miliar kepada Google dan Apple karena membatasi pilihan pembayaran bagi pengembang aplikasi.
NASA menyoroti karhutla Papua yang meningkatkan polusi dan emisi karbon. BNPB mencatat 2.393 hektare lahan terbakar hingga 28 Oktober 2026.
DPRD Jogja meminta Pemkot memprioritaskan program masyarakat dalam anggaran 2027 menyusul penurunan dana transfer dari pemerintah pusat.
Ekonomi Kulon Progo tumbuh 5,4% pada triwulan II. Pemkab memperkuat sektor pertanian dan UMKM agar kesejahteraan warga meningkat.
Harga lahan industri Cikarang menembus Rp3,5 juta per meter persegi pada kuartal III/2026. Lonjakan dipicu minat investasi data center.