IBI Bantul Gelar Vaksinasi Covid-19 bagi Ibu Hamil

Ilustrasi vaksinasi Covid-19. - Harian Jogja/Desi Suryanto
18 Desember 2021 20:47 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL-Ikatan Bidan Indonesia (IBU) Cabang Bantul menggelar vaksinasi Covid-19 massal bagi ibu hamil dan ibu menyusui, serta masyarakat umum yang dipusatkan di Rumah Dinas Bupati Bantul, Sabtu (18/12/2021). Vaksinasi vaksin dosis kedua ini menyasar sekitar 500 orang. Sementara dosis pertama sudah dilakukan oleh IBI di lokasi yang sama pada 22 Oktober lalu yang menyasar sekitar 680 orang.

Ketua IBI Cabang Bantu, Nur Allailiyah mengatakan kegiatan vaksinasi Covid-19 bagi ibu hamil dan ibu menyusui tersebut merupakan kegiatan sosial IBI untuk mendukung program pemerintah dalam percepatan vaksinasi Covid-19. Kegiatan sosial tersebut dilakukan oleh semua bidan yang ada di Bantul baik yang membuka praktek maupun yang tidak.

Semua petugas vaksin baik dari pendaftaran, skrining ksehatan, vaksinator, bagian input data, maupun observer adalah bidan Bantul, “Kami juga melibatkan dokter konsultan bagi ibu hamil atau ibu menyusui yang tensinya tidak normal atau yang memiliki riwayat penyakit apakah layak divaksin atau tidak,” kata Nur Allailiyah.

Perempuan yang akrab disapa Bidan Lia ini mengatakan sasaran vaksinasi Covid-19 ibu hamil dan ibu menyusui karena sesuai dengan peran dan tugas bidan dalam memberikan pelayanan kepada perempuan, utamanya kesehatan ibu dan anak, remaja, reporoduksi, dan nifas atau masa ibu setelah melahirkan sampai enam minggu pascamelahirkan.

Selain itu ibu hamil dan menusui juga merupakan bagian dari kelompok rentan terkena Covid-19, “Momen ini dikhususkan ibu hamil dan ibu menyusui karena mereka kelompok rentan yang membahayakan ibu dan bayinya bila terjadi kesakitan. Sebab kemaian ibu dan anak ini menjadi indikator utama kinerja bupati,” ujar Lia.

Dalam catatan IBI Bantul, kematian ibu hamil selama 2021 sampai akhir November ini terdapat 43 orang. Dari jumlah tersebut, 29 orang di antaranya meninggal karena Covid-19. Angka kematian ibu tersebut diakuinya cukup miris dan butuh perhatian serius bagi semua pihak.

Ketua Pelaksana Vaksinasi Dosis Ketua IBI Bantul, Yulia Sriati Rismintari menambahkan selain menggelar vaksinasi Covid-19 massal bagi ibu hamil dan ibu menyusui, pihaknya juga sudah menggelar vaksinasi di masing-masing tempat praktek oleh anggota IBI Bantul yang bekerjasama dengan Dinas Kesehatan, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB), Sehingga sudah ada riuan ibu hamil dan melahirkan yang telah divaksin.

Yulia berarap semua ibu hamil dan ibu menyusui di Bantul segera mendapatkan vaksin Covid-19 untuk kekebalan tubuh jika terpapar Covid-19. “Vaksin yang kami gunakan dalam vaksinasi massal untuk ibu hamil dan menyusui ini adalah jenis Sinovac dan AstraZeneca,” ujar Yulia.

Nurrofika Kurnia Isnaini, 28, salah satu ibu menyusui yang ikut dalam vaksinasi Covid-19 massal mengaku bersyukur akhirnya bisa divaksin. Warga Dusun Deresan, Kalurahan Ringinharjo, Kapanewon Bantul ini sebelumnya sudah mendapat vaksin dosis pertama di lokasi yang sama. Ia mengetahui ada vaksinasi massal dari temannya.

Sejauh ini tidak ada efek yang serius yang dirasakan pascavaksin, “Waktu vaksin pertama memang badan agak menggigil tapi tidak panas, agak sedikit pusing juga. Yang kedua ini semoga tidak ada efeknya,” ucapnya. “Harapannya semoga jadi punya kekebalan melawan virus corona,” tandas Fika-sapaan akrabnya.

Senada, Mualifah, 26, salah satu ibu hamil asal Dusun Karanganom, Kalurahan Wonokromo, Kapanewon Pleret ini mengaku tidaka da efek samping setelah mengikuti vaksinasi Covid-19, “Alhamdulillah tidak ada keluhan apa-apa, cuma agak pegal aja,” ujarnya.