15.342 RTLH di Gunungkidul Masih Menunggu Perbaikan
15.342 RTLH di Gunungkidul masih menunggu perbaikan. Tahun 2026, Pemkab Gunungkidul mengalokasikan Rp5,12 miliar untuk 256 rumah.
Petugas saat memeriksa kendaraan milik rombongan motor asal salah satu sekolah di Kota Jogja saat akan masuk pantai di TPR JJLS. Sabtu (18/12). /Ist.
Harianjogja.com, WONOSARI – Jalur menuju pantai menjadi salah satu lokasi rawan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat, salah satunya aksi klithih. Jajaran Polres Gunungkidul pun rutin melakukan razia, khususnya pada saat libur akhir pekan.
Adapun hasilnya, dalam kurun waktu satu bulan terakhir khususnya setiap akhir pekan terjaring ratusan pengendara motor yang membawa minuman keras hingga tongkat untuk tiang bendera milik komunitas motor. Kasatlantas Polres Gunungkidul, AKP Martinus Griyanvinto Sakti mengatakan, upaya pengamanan di jalur wisata terus dilakukan. Langkah ini diambil sebagai upaya memberikan rasa aman dan nyaman bagi setiap pengunjung yang datang.
“Terakhir razia dilakukan Sabtu [19/12]. Hasilnya ada rombongan pemotor yang membawa minuman keras,” katanya, Minggu (19/12).
Martinus mengungkapkan, razia ini juga sebagai upaya menjaga kamtibmas di jalur menuju pantai. Pasalnya, ada keresahan dari masyarakat terkait dengan komunitas motor yang sering kali ugal-ugalan di jalanan. “Razia bukan yang pertama karena hampir setiap minggunya dilakukan. Ini sebagai upaya antisipasi adanya pelanggaran lalu lintas maupun potensi tindak pidana lainnya,” katanya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Kasubag Humas Polres Gunungkidul, Iptu Suryanto. Menurut dia, razia yang dilaksanakan Sabtu di kawasan pantai, petugas memeriksa rombongan pemotor yang jumlahnya mencapai 280 remaja yang berasal dari salah satu SMK di Kota Jogja.
“Pencegatan dilakukan di Pos Tempat Pemungutan Retribusi Baron dan Jalur Jalan Lintas Selatan,” katanya.
Ia mengungkapkan, hasil pemeriksaan ini ditemukan sejumlah pengendara motor yang membawa minuman keras. Selanjutnya, dilakukan pembinaan serta diminta untuk tertib berkendara pada saat di jalan. “Untuk pelanggaran lalu lintas juga dilakukan tilang sesuai dengan kesalahan yang dilakukan,” katanya.
Suryanto menambahkan, razia di jalur pantai menjadi salah satu fokus dalam upaya menjaga kamtibmas. Selain itu, langkah ini juga sebagai antisipasi adanya kenakalan remaja.
“Minggu lalu ada rombongan pemotor dari siswa sekolah di Bantul yang diperiksa. Jadi memang upaya ini dilakukan sebagai langkah antisipasi peristiwa yang tak diinginkan di kawasan pantai,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
15.342 RTLH di Gunungkidul masih menunggu perbaikan. Tahun 2026, Pemkab Gunungkidul mengalokasikan Rp5,12 miliar untuk 256 rumah.
Dinsos DIY menyebut pemutakhiran DTSEN dilakukan terus-menerus karena perubahan kondisi warga dapat membuat pemeringkatan desil tidak relevan.
Banjir Nagoya sempat mengganggu latihan tim basket Indonesia. Taufik Hidayat memastikan NOC dan CdM mencari solusi.
Jelajah Edukasi Dasar ke-3 di Sleman membahas pendidikan yang memanusiakan, inovasi pembelajaran, perlindungan murid, dan masa depan pendidikan.
BMKG memprediksi kemarau di Jateng selatan, khususnya Cilacap, berpotensi berlangsung hingga Oktober 2026 akibat El Nino sangat kuat.
Jembo Cable Bimasakti Racing Team Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menorehkan prestasi di ajang internasionaL