Kasus Kriminal Naik, Penyelesaian Turun

Wakil Kepala Polda DIY, Brigjenpol R Slamet Santoso (kiri) saat menyampaikan rilis akhir tahun Polda DIY, Rabu (29/12/2021). (Harian Jogja - Yosef Leon)
30 Desember 2021 03:07 WIB Media Digital Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Kepolisian Daerah (Polda) DIY mencatat ada kenaikan penanganan kasus kriminal yang terjadi sepanjang 2021 dibanding 2020. Berdasarkan catatan kepolisian, total kasus kriminalitas yang terjadi pada tahun ini ada sebanyak 4.885 kasus, naik 533 kasus atau 12,24% dibanding tahun lalu.

Sementara masih mengacu pada data yang sama, angka crime rate atau tingkat kerawanan kejahatan pada area tertentu sepanjang 2021 juga meningkat yakni 12,59 per 10.000 penduduk atau naik 1,37 (12,24%). Namun di sisi lain angka penyelesaian kasus malah turun sebanyak 283 kasus (8,89%).

"Untuk kasus terbanyak adalah narkoba dengan jumlah 527 kasus dan pencurian dengan pemberatan dengan jumlah 339 kasus," kata Wakil Kepala Polda DIY, Brigjen Pol R Slamet Santoso dalam rilis akhir tahun pada Rabu (29/12).

Slamet menyampaikan berdasarkan pemetaan, wilayah Sleman masih menjadi daerah yang paling banyak mendapat laporan kasus kriminal selama 2021 dengan total 1.502 kasus, disusul Bantul 1.199 kasus, Kota Jogja 576 kasus dan sisanya Kulonprogo dan Gunungkidul di posisi buncit.

"Untuk kasus yang menonjol di 2021 ini yakni ada kasus satai sianida yang saat ini masih diproses dan sidangnya masih berlanjut di PN Bantul dan ungkap kasus pencurian kendaraan bermotor jaringan Lampung," ungkapnya. (*)

Pada 2021 kepolisian juga diperbantukan dalam upaya pencegahan, penanganan dan pengendalian Covid-19. Selain itu program vaksinasi guna membentuk kekebalan kelompok juga dilakukan oleh kepolisian. "Khusus untuk program vaksin, mulai Januari hingga Desember kami telah menyasar sebanyak 602.036 orang di wilayah DIY," kata Slamet.