Defisit APBD-P 2026 Membesar, Bupati Bantul Minta OPD Berhemat
Defisit APBD-P Bantul 2026 membesar menjadi Rp154 miliar. Bupati Abdul Halim Muslih meminta OPD memperketat efisiensi anggaran.
Ilustrasi. /ANTARA FOTO-Aloysius Jarot Nugroho
Harianjogja.com, JAKARTA-- Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Jogja menyebut bakal melakukan evaluasi secara bertahap dalam penyelenggaraan pembelajaran tatap muka (PTM) dengan kapasitas 70 persen awal semester ini. Evaluasi nantinya akan dilakukan per pekan untuk melihat efektivitas kebijakan itu dan pertimbangan dalam menggelar PTM 100 persen.
"Nanti kita evaluasi lagi kalau setelah dua minggu sudah bagus ya sudah 100 persen masuk dengan waktu maksimal enam jam pelajaran," kata Kepala Disdikpora Kota Jogja, Budi Asrori, Selasa (4/1/2021).
Budi mengatakan, pertimbangan terhadap PTM 100 persen nantinya juga melihat cakupan vaksinasi di masing-masing jenjang pendidikan. Pihaknya menargetkan bahwa di Januari ini vaksinasi bagi anak usia 6-11 tahun sudah rampung dilakukan.
"Yang usia SD 6-11 tahun dalam proses di Puskesmas. Januari kita mudah-mudahan targetnya sudah 100 persen untuk vaksinasi," katanya.
Sebelumnya, Disdikpora Kota Jogja telah memberlakukan PTM dengan kuota 70 persen bagi jenjang pendidikan di SD dan SMP. Pemberlakuan kebijakan ini menyusul keluarnya surat keputusan bersama (SKB) 4 menteri tentang PTM. Dalam SKB itu, disebutkan bahwa mulai Januari 2022 semua seluruh satuan pendidikan pada wilayah PPKM level 1,2 dan 3 wajib melaksanakan PTM terbatas. Pemda tidak boleh melarang PTM terbatas bagi yang memenuhi kriteria.
"Sekolah nantinya akan memberlakukan skema masuk secara bergantian kepada para murid dengan cara selang seling. Misalnya, untuk kelas 7, 8, dan 9 jika satu hari tertentu masuk sekolah mesti ada satu jenjang yang tidak masuk di hari yang sama. Jadi gantian, mungkin tiga hari sekali. Artinya ada dua kelas yang masuk kalau 2/3 dari itu," kata Kepala Disdikpora Kota Jogja, Budi Asrori, Senin (3/1/2021).
Budi menjelaskan, kebijakan PTM sebanyak 70 persen akan diberlakukan selama dua pekan terhitung sejak awal masuk sekolah. Pihaknya akan mengevaluasi dan melihat sejauh mana skema itu berlaku efektif di setiap sekolah. Selain itu, potensi penyebaran Covid-19 dan juga kedisiplinan soal protokol kesehatan (prokes) akan ditinjau lebih lanjut.
BACA JUGA: Diskon PPnBM Berakhir, Berikut Daftar Harga Xpander Terbaru Tahun 2022
"Kalau untuk menuju 100 persen tentu saja secara bertahap. Kita 2/3 dulu, nanti setelah dua minggu kalau situasinya bagus kita tingkatkan menjadi 100 persen. Itu berlaku untuk semua jenjang pendidikan," kata Budi.
Budi melanjutkan, jumlah durasi pembelajaran juga ditambah pada skema PTM 70 persen ini. Jika pada semester sebelumnya dengan kuota 50 persen PTM durasi pembelajaran hanya berlangsung selama tiga jam, maka di masa PTM dengan 70 persen murid durasi belajar maksimal akan dilangsungkan selama enam jam pembelajaran.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Defisit APBD-P Bantul 2026 membesar menjadi Rp154 miliar. Bupati Abdul Halim Muslih meminta OPD memperketat efisiensi anggaran.
Formula UMP 2027 belum berubah. Kemnaker menyebut PP 51/2023 masih menjadi acuan karena UU Ketenagakerjaan punya masa peralihan.
Prabowo memuji kinerja Satgas PKH yang telah menyetorkan Rp52 triliun ke negara selama dua tahun pemerintahan.
DPRD DIY mengusulkan Bioskop Rakyat Rp10.000 diperluas hingga kemantren, kapanewon dan kelurahan untuk pemerataan akses film.
Polisi menembak mati AF, terduga pelaku pembunuhan satu keluarga di Tulang Bawang setelah menyerang petugas dengan senjata tajam.
Satgas PKH menyerahkan Rp13,2 triliun hasil penindakan tahap ke-8 ke Kemenkeu. Penyerahan disaksikan Presiden Prabowo Subianto.