Alun-Alun hingga Kepatihan Jogja Dijual Online, Ini Reaksi Pemda DIY

Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Kadarmanta Baskara Aji. - Harian Jogja/Ujang Hasanudin
05 Januari 2022 17:37 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Pemda DIY merespons terkait unggahan penjualan Alun-Alun Utara Jogja dan Kompleks Kepatihan Kantor Gubernur DIY di situs Next Earth. Pemda DIY belum akan mengambil langkah pengaduan dalam merespons informasi tersebut.

Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji memberikan respons santai terkait adanya situs yang menjual kawasan Alun-Alun hingga Kepatihan dengan harga yang cukup fantastis. Alun-Alun dikabarkan dijual dalam situs onlin itu sebesar 240 United States Dollar Tether (USDT). USDT adalah mata uang kripto dengan nilai per aset setara US$1.

BACA JUGA: Mengenal Metaverse, Dunia Virtual yang Memperjualbelikan Alun-Alun Utara Jogja untuk Investasi

Ia menilai pihak yang menjual tersebut kemungkinan hanya sekedar mencari rating. "Itu kemungkinan kan sekedar ingin [meningkatkan] rating saja," katanya di Kepatihan, Rabu (5/1/2022).

Baskar Aji menilai menjual Alun-Alun Utara Jogja sulit untuk dipercaya sebagian besar masyarakat. Karena hal itu tidak mungkin terjadi. Oleh karena itu DIY tidak akan menanggapi informasi itu secara berlebihan. Pemda DIY juga belum berencana untuk melakukan pemetaan digital secara mandiri.

BACA JUGA: Diskon PPnBM Berakhir, Harga Honda Brio RS Naik Rp27 Juta

"Orang yang membaca saja tentu tidak percaya [kalau Alun-Alun dijual], jadi kita tidak perlu susah susah," katanya.

Ia menegaskan, hingga saat ini Pemda DIY belum mengambil langkah terkait beredarnya kabar penjualan di situs tersebut. Akan tetapi jika ke depan ternyata berdampak merugikan tentu pemerintah akan melakukan pengaduan.

"Tetapi kalau itu dimanfaatkan untuk hal hal yang merugikan pemerintah daerah. Tentu kami akan melakukan pengaduan, untuk saat ini belum [belum merugikan]," katanya.