Mako Brimob Gunungkidul Mulai Dibangun, Ditarget Rampung Desember
Mako Brimob Polda DIY di pesisir Gunungkidul mulai dibangun. Sebanyak 18 rumah dinas ditargetkan rampung sebelum akhir Desember 2026.
Ilustrasi. /ANTARA FOTO-Irwansyah Putra
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Pemkab Gunungkidul terus mewaspadai meledaknya kasus Covid-19, khususnya berkaitan varian baru jenis omicron. Selain menyediakan fasilitas layanan kesehatan, juga siap mengaktifkan kembali shelter untuk karantina warga yang dinyatakan positif corona.
Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Gunungkidul, Asti Wijayanti mengatakan, kasus corona pada saat sekarang ini masih relatif terkendali. Meski demikian, potensi adanya lonjakan masih sangat mungkin terjadi selama pandemi.
Oleh karenanya, kesiapsiagaan terus dilakukan, walaupun jumlah kasus masih landai. “Harapannya tidak ada tidak ada lagi ledakan kasus seperti yang terjadi di tahun lalu, tapi kami juga tetap harus waspada,” kata Asti kepada Harianjogja, Minggu (16/1/2022).
Menurut dia, antisipasi ledakan Covid-19 varian omicron dilakukan dengan jumlah program. Salah satunya opsi membuka kembali selter karantina yang telah dinon-aktifkan seperti di Wanagama di Kalurahan Banaran, Playen dan Petir di Kapanewon Rongkop. “Untuk Wanagama tentunya kami harus koordinasi dengan UGM selaku pemiliki wisma tersebut. Namun itu bukan masalah karena upaya antisipasi akan terus dilakukan,” katanya.
BACA JUGA: Gedung SDN Lempuyangwangi Jogja Terbakar
Selain masalah lokasi untuk karantina, Asti juga mempersiapkan dukungan logistik serta siap menerjunkan anggota Tagana untuk membantu dalam penanganan. “Kesemuanya akan dikoordinasikan dengan tim Satgas Covid-19. Mudah-mudahan tidak ada lonjakan kasus diakibatkan varian baru corona,” imbuh dia.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan, potensi penularan corona masih menjadi ancaman. Warga pun diminta disipilin menjalakan protokol kesehatan guna memutus mata rantai penyebaran virus. “Jangan sampai ada lonjakan kasus lagi sehingga upaya ini butuh partisipasi aktif dari masyarakat,” katanya.
Dewi mengakui, upaya antisipasi lonjakan Covid-19 tetap dilakukan meski dari jumlah kasus relatif landai. Pasalnya, kenaikan kasus dapat bertambah sewaktu-waktu, terlebih lagi ada varian baru corona jenis omicron.
Adapun upaya yang dilakukan dengan menyiagakan tenaga kesehatan dan stok obat untuk perawatan. Selain itu, rumah sakit juga siap menampun pasien corona yang membutuhkan perawatan.
Untuk kapasitas tempat tidur perawatan, lanjut Dewi, sudah menyiapkan sebanyak 64 unit. Jumlah ini masih bisa ditambah dan kondisinya sangat bergantung dengan jumlah kasus yang membutuhkan perawatan. “Kapan saja bisa ditambah. Tapi, harapannya tidak ada ledakan kasus baru lagi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Mako Brimob Polda DIY di pesisir Gunungkidul mulai dibangun. Sebanyak 18 rumah dinas ditargetkan rampung sebelum akhir Desember 2026.
Jenazah Sukarman, kru KM Arupadatu I, tiba di Soetta dari Bengkulu dan langsung dibawa ke rumah duka di Pandeglang.
Harga BBM hari ini 24 September 2026 masih mengikuti penyesuaian awal September. Pertamax tetap Rp15.950 per liter.
Bank Indonesia mempertahankan BI Rate 5,75% pada September 2026. Stabilitas rupiah dan tekanan pasar keuangan global menjadi pertimbangan utama.
Pendapatan transfer DIY turun Rp583,77 miliar pada perubahan APBD 2026. DPRD meminta PAD diperkuat tanpa menambah beban masyarakat.
Muse AI mencatat 1,8 juta unduhan di AS dan Kanada dalam 12 hari, melampaui ChatGPT. Ini fitur fleksibilitas, keamanan, dan kapabilitasnya.