WFH Tak Harus 50 Persen, Pemda DIY Sesuaikan Kebutuhan OPD
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Ilustrasi bayi dibuang./Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Bayi terbungkus plastik hitam dibuang di Selokan Mataram, Dusun Glondong, Kalurahan Tirtomartani, Kapanewon Kalasan, Sleman. Bayi tersebut ditemukan sudah meninggal dunia pada Kamis (20/1/2022) sekitar pukul 11.30 WIB.
Kanit Reskrim Polsek Kalasan, Iptu Sri Pujo, menjelaskan bayi tersebut berjenis kelamin laki-laki. Ketika ditemukan, masih terdapat tali pusar di tubuhnya.
BACA JUGA: Sudah 9 Kali, Pembuangan Bayi Marak Terjadi di TPST Piyungan
“Kira-kira sudah 48 jam [kelahiran orok bayi],” ujarnya.
Ia menceritakan bayi ini pertama kali ditemukan empat anak. Mereka tiba-tiba mencium bau busuk. Setelah mencari, keempat bocah ini mendapati sebuah buntel plastik hitam.
Karena takut, keempat anak ini tidak berani membuka pastik tersebut. Kemudian datang dua orang lainnya yang kemudian mengecek isi plastik tersebut. Diketahuilah isi plastik itu ternyata adalah bayi tak bernyawa. Setelah itu mereka pun melaporkan penemuan ini ke Polsek Kalasan.
Polsek Kalasan datang ke lokasi kejadian bersama tim Inafis Polres Sleman. Setelah diperiksa, jenazah bayi dibawa ke rumah sakit Bhayangkara.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
LPSK menolak permohonan justice collaborator Sony Sonjaya karena dinilai tidak memenuhi syarat, termasuk diduga sebagai pelaku utama kasus MBG.
Efisiensi anggaran membuat pendampingan IKM Kulonprogo turun drastis pada 2026. DisperinkopUKM kini mencari dukungan pembiayaan di luar APBD.
Investor mulai menggarap bioskop di Wates dengan memanfaatkan eks Bioskop Mandala. Proses perizinan berjalan dan operasional ditargetkan akhir 2026.
Menkeu Purbaya memastikan tarif pajak tidak naik dalam jangka menengah. Pemerintah memilih memperluas basis pajak dan memperkuat pengawasan penerimaan negara.
Program MBG di SMP Gotong Royong Jogja dinilai tepat sasaran karena membantu memenuhi kebutuhan gizi siswa dari keluarga prasejahtera dan rentan putus sekolah.