Vinyl Edisi Terbatas The Rolling Stones Hadir Sambut Piala Dunia 2026
FIFA dan The Rolling Stones berkolaborasi menyambut Piala Dunia 2026 dengan merilis vinyl edisi terbatas, lagu remix, dan merchandise eksklusif.
Ilustrasi mayat bayi./JIBI
Harianjogja.com, BANTUL--Paguyuban Pemulung Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan mencatat sejak TPST berdiri sudah ada sebanyak 9 mayat bayi di temukan di lokasi tersebut. Kali terakhir para pemulung menemukan mayat bayi kembar dibuang pada akhir 2020 lalu.
Ketua Paguyuban Pemulung Mardiko Piyungan Maryono mengatakan, kesembilan mayat bayi tersebut ditemukan oleh anggotanya di atas tumpukan sampah. Mayat tersebut biasanya dibungkus plastik menyerupai sampah dan ditemukan oleh para pemulung saat mengais sampah.
BACA JUGA : Polisi Tangkap Mahasiswi Pembuang Bayi di Umbulharjo
"Sejak 1996 sampai akhir 2020 sudah ada 9 bayi dibuang dan ditemukan oleh teman-teman. Tapi setelah penemuan mayat bayi kembar di akhir 2020 lalu, kami sudah tidak menemukan adanya mayat bayi yang dibuang," katanya, Minggu (3/10/2021).
Meski demikian, Maryono memperkirakan kemungkinan masih ada mayat bayi lain yang akhirnya tidak ditemukan anggotanya. "Kami berharap tidak ada lagi kasus ini di tempat kami," harapnya.
Sementara data di Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan (Dinsos P3A) Bantul mencatat dalam kurun waktu tiga tahun terakhir ada 3 bayi yang dibuang.
"Tiap tahunnya ada satu kasus. Biasanya terjadi di daerah yang berbatasan dengan Kota Jogja, seperti Sewon, Kasihan dan beberapa lokasi yang berbatasan dengan kota," kata Kabid Pelayanan dan Rehabilitasi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) Dinsos P3A Bantul Tunik Wusri Arliani.
BACA JUGA : Pelaku Pembuangan Bayi di Indekos Prambanan Ternyata
Oleh Dinsos P3A, lanjut Tunik, biasanya bayi tersebut kemudian dibawa ke panti asuhan untuk dirawat. Adapun faktor yang membuat bayi tersebut dibuang diperkirakan karena sejumlah persoalan.
"Melihat kasusnya banyak di daerah perbatasan, biasanya pelakunya adalah kaum urban. Dan DIY ini kan banyak pendatang," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
FIFA dan The Rolling Stones berkolaborasi menyambut Piala Dunia 2026 dengan merilis vinyl edisi terbatas, lagu remix, dan merchandise eksklusif.
Pemerintah siapkan digital single ID berbasis AI untuk bansos lebih tepat sasaran dan kurangi kebocoran anggaran.
Kasus pesta di kelab malam Karawang, 3 tersangka ditetapkan. Pemprov Jabar siapkan pembinaan bagi pelajar yang terlibat.
Kemenhaj bongkar kasus penipuan haji 2026 di Makkah, dari badal haji fiktif hingga penggelapan dana miliaran rupiah.
Program Koperasi Desa Merah Putih di Batang masih menghadapi kendala regulasi, lahan, dan pembangunan. Simak kondisi terbaru dan tantangannya.
Tak hanya Parangtritis, pantai-pantai di Bantul bagian barat kini jadi favorit wisatawan yang mencari suasana tenang dan nyaman.