Advertisement

Ihwal Rencana Larangan Bus Wisata ke Mangunan, Begini Tanggapan Pengelola

Ujang Hasanudin
Kamis, 10 Februari 2022 - 18:47 WIB
Budi Cahyana
Ihwal Rencana Larangan Bus Wisata ke Mangunan, Begini Tanggapan Pengelola Tumpukan ban bekas di sekitar Bukit Bego, Kedungbuweng, Wukirsari, Imogiri, Bantul, Selasa (8/2/2022). Ban-ban bekas tersebut dipasang di sepanjang tebing Bukit Bego untuk mengurangi risiko kematian akibat kecelakaan. - Harian Jogja/Ujang Hasanudin

Advertisement

Harianjogja.com, BANTUL—Pengelola wisata di Mangunan, Dlingo, dan sekitarnya di Bantul masih menunggu surat resmi mengenai rencana larangan agar kendaraan besar terutama bus-bus pariwisata untuk tidak melintas di Jalan Imogiri Mangunan.

Purwo Harsono, Ketua Koperasi Notowono yang mengelola sejumlah objek wisata alam di Kapanewon Dlingo, mengatakan semua pengelola wisata di Mangunan dan sekitarnya masih menunggu hasil koordinasi dengan Dinas Perhubungan DIY mengenai larangan kendaraan besar melintas di Imogiri Mangunan. Sebab, Jalan Imogiri-Mangunan berstatus jalan provinsi.

BACA JUGA: Ini Kata-Kata Terakhir Sopir Bus Wisata Sebelum Kecelakaan Maut di Bukit Bego Bantul

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

“Sampai sekarang belum ada surat yang resmi yang kami terima. Kemarin masih dimintai pendapat berkaitan rekayasan lalu lintas itu di Jalan Imogiri-Mangunan,” kata Purwo Harsono, Kamis (10/2/2022).

Sebelumnya, Kapolres Bantul AKBP Ihsan mengimbau kepada pengemudi kendaraan besar dan bus-bus pariwisata untuk tidak melintasi Jalan Imogiri Mangunan mengingat jalur tersebut rawan kecelakaan. Imbauan tersebut dikeluarkan menyusul kecelakaan bus pariwisata di Bukit Begi yang menelan 13 korban jiwa pada Minggu (6/2/2022) lalu.

Purwo Harsono mengatakan sudah diajak diskusi dengan forum lalu lintas pada Rabu (9/2/2022) lalu. Dalam pertemuan tersebut, kata dia, kendaraan besar seperti bus pariwisata diminta tidak turun lewat Jalur Imogiri Mangunan untuk menghindari kecelakaan. Namun, kendaraan besar tetap boleh naik ke Mangunan.

Menurut dia, jalur yang berbahaya untuk turun adalah dari Dlingo, tepatnya Mangunan, ke Imogiri. Sementara, jalur naik dari Imogiri menuju Dlingo tergilong aman. Kendaraan besar yang turun dari Mangunan diarahkan melewati Patuk ke Jalan Jogja-Wonosari.

“Yang kami lakukan untuk mengantisipasi kecelakaan atau meminimalkan terjadinya kecelakaan adalah mengingatkan sopir untuk menggunakan gigi rendah di jalan menurun. Kami akan menempelkan stiker peringatan oper gigi kecil saat jalanan turun di bus-bus yang akan meninggalkan lokasi kami,” ujar Ipung.

BACA JUGA: Penyelidikan KNKT di Kecelakaan Bukit Bego Bantul: Ada Kesalahan Memindah Gigi, Sopir Tidak Tarik Rem Tangan

Advertisement

Kepala Dinas Perhubungan Bantul Aris Suharyanta mengatakan dalam rapat koordinasi forum lalu lintas, Kasatlatas Polres Bantul mengusulkan uji coba bus diperbolehkan untuk naik Jalan Imogiri Mangunan dan turun lewat Patuk, Gunungkidul. Uji coba diadakan pada Sabtu dan Minggu.

Namun, Dinas Perhubungan Bantul belum berani menyetujui usulan tersebut karena jalur tersebut merupakan jalur provinsi. Jawatan itu masih berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan DIY. Aris memastikan larangan bus naik dan turun di Jalan Imogiri Mangunan baru sebatas imbauan sehingga belum ada keputusan resmi.

 

Advertisement

 

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

BKKBN DIY Gelar Wisuda Ratusan Lansia

BKKBN DIY Gelar Wisuda Ratusan Lansia

Jogjapolitan | 6 hours ago

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Bercuit Soal Pungutan Cek Fisik Kendaraan, Soleh Solihun Malah Didatangi Polisi

News
| Rabu, 28 September 2022, 02:37 WIB

Advertisement

alt

Suka Liburan, Yuk Patuhi 5 Etika Saat Berwisata

Wisata
| Senin, 26 September 2022, 22:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement