Advertisement

Kasus Covid-19 Probable Omicron di Jogja Makin Banyak! Ini Datanya

Sirojul Khafid
Jum'at, 11 Februari 2022 - 18:37 WIB
Bhekti Suryani
Kasus Covid-19 Probable Omicron di Jogja Makin Banyak! Ini Datanya Ilustrasi. - Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA--Kasus Covid-19 probable Omicron di Kota Jogja bertambah sepuluh kasus. Dengan penambahan ini, total probable Omicron di Kota Jogja berjumlah 56 kasus.

Menurut Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi, sejauh ini dari seluruh kasus yang dites Whole Genome Sequencing (WGS) belum mengeluarkan hasil. "Jadi saat Pemerintah Daerah DIY mengumumkan ada penemuan [73 kasus Omicron beberapa waktu lalu], di Kota Jogja tidak termasuk itu," kata Heroe, Jumat (11/2/2022).

Merespons meningkatnya kasus Covid-19 di Kota Jogja, pemerintah menyiapkan tempat isolasi terpadu di tower dua Shelter Bener dengan kapasitas 84 kamar tidur. Tower satu Shelter Bener yang saat ini menjadi tempat isolasi sudah mulai naik penggunaannya.

PROMOTED:  Resmikan IKM di Umbulharjo, Dinas Perinkopukm Jogja Berharap IKM Naik Kelas

"Mereka sebagian ada pelaku perjalanan, ada beberapa dari luar Kota Jogja. Sampai saat ini tidak berpengaruh pada peningkatan penempatan rawat inap di kota jogja, sebagian besar gejala ringan," kata Heroe yang juga Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Jogja.

BACA JUGA: Rest Area Tol Jogja-Solo Bergeser

Dari seluruh kasus Covid-19 yang ada di Kota Jogja, sebanyak 87 persennya merupakan Orang Tanpa Gejala. Sementara itu, Bed Occupancy Rate (BOR) rumah sakit sekitar 22 persen. Wali Kota Jogja, Haryadi Suyuti mengimbau masyarakat untuk mematuhi seluruh aturan dalam PPKM Level 3 serta penerapan protokol kesehatan. Hal ini sebagai salah satu cara untuk menurunkan potensi penularan Covid-19.

“Kami harus belajar dari pengalaman saat gelombang dua pada Juni-Oktober tahun lalu. Dibutuhkan waktu sekitar empat sampai lima bulan untuk membuat grafik kasus menjadi landai,” kata Haryadi.

Apabila masyarakat tidak ingin kejadian tersebut terulang, maka perlu mematuhi berbagai aturan yang ditetapkan dalam PPKM Level 3.

“Tujuannya supaya grafik kasus itu cepat landai. Tidak berkepanjangan karena nantinya justru akan dilakukan pembatasan yang semakin ketat,” kata Haryadi.

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Hasil Investigasi: Ini Kesalahan Fatal Panpel Arema FC dalam Tragedi Kanjuruhan

News
| Selasa, 04 Oktober 2022, 17:37 WIB

Advertisement

alt

Rasakan Sensasi Makan Nasgor Bercitarasa Tengkleng ala Grage Ramayana Hotel

Wisata
| Senin, 03 Oktober 2022, 07:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement