Bus Sekolah Gunungkidul Kembali Normal, Ada Tambahan Rp270 Juta
Bus sekolah Gunungkidul kembali melayani antar jemput sejak 7 September setelah Pemkab menyiapkan tambahan anggaran Rp270 juta.
Tim Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Bantul melakukan pemantauan harga minyak goreng di toko swalayan Bantul pada Rabu (19/1/2022)/Ist
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Kebijakan satu harga minyak goreng dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp14.000 per liter masih belum efektif. Pasalnya, sejumlah warga mengaku kesulitan mendapatkan harga jual ini.
Salah satunya dikeluhkan oleh pemilik warung makan di Sumbergiri, Kapanewon Ponjong, Amalia Damayanti. Ia mengaku, sejak ditetapkan satu harga mulai 1 Februari lalu, baru sekali mendapatkan minyak goreng seharga Rp14.000 per liter. Selebihnya, ia membeli di atas HET. “Contohnya kemarin malam [Kamis 10/2/2022] membeli dengan harga Rp16.250 per liternya,” kata Amalia, Jumat (11/2).
Dia menjelaskan, sudah ke beberapa warung hingga toko modern, namun stok minyak tidak ada. “Ya mau bagaimana lagi. Daripada tidak jualan, makanya tetap beli walau harganya belum seperti yang diatur oleh Pemerintah,” katanya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Heri Susanto, salah seorang warga di Kaluraha Wonosari, Wonosari. Ia mengakui di pasaran sulit mendapatkan harga minyak yang sesuai HET. “Kalau pun ada, pastinya harga di atas Rp14.000 per liter,” katanya.
Meski demikian, Heri tidak menampik tetap berusaha mencari minyak sesuai dengan HET. Salah satunya dengan berkeliling ke toko berjejaring di wilayah Wonosari. “Masih bisa dapat. Tapi, datangnya sehabis Shalat Shubuh atau sekitar pukul 04.30 WIB ke toko berjejaring dan belinya dibatasi dua liter saja,” katanya.
Baca juga: Pedagang Sembako Sleman Keluhkan Subsidi Minyak Goreng Tak Merata
Kepala Seksi Distribusi, Bidang Perdagangan, Dinas Perdagangan Gunungkidul, Sigit Haryanto mengatakan, ada perbedaan harga jual di toko modern dan pasar tradisional. Berdasarkan pemantauan yang ada harga jual di pasar lebh tinggi ketimbang di toko berjejaring.
Sebagai contoh, sambung dia, ada pedagang yang menjual retang harga Rp15.000-17.000 per liternya. Sedangkan untuk toko berjejaring sudah kompak menjual seharga Rp14.000 per liter, meski stok yang dimiliki masih terbatas.
“Kalau melihat kondisi pasar, memang kebijakan satu harga belum berlaku efektif hingga sekarang,” katanya.
Sigit mengungkapkan, upaya stabilisasi harga sudah dilakukan. Salah satunya dengan menggelar operasi pasar sebanyak 4.250 liter minyak goreng. “Operasi pasar sudah, tapi harganya masih ada yang jual di atas HET. Tugas kami hanya memantau harga, kemudian dilaporkan ke Pemerintah DIY dan Kementerian Perdagangan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bus sekolah Gunungkidul kembali melayani antar jemput sejak 7 September setelah Pemkab menyiapkan tambahan anggaran Rp270 juta.
Jadwal MotoGP Jepang 2026, Bagnaia harus melalui Q1. Cek jam FP2, Q1, Q2, Sprint, dan balapan utama di Motegi.
Ferran Torres meninggalkan Timnas Spanyol karena cedera pergelangan kaki. Carlos Espi dipanggil untuk laga Nations League.
HP hilang di kereta? Segera kunci perangkat, lacak lokasi, amankan akun, hubungi operator, dan hapus data jika diperlukan.
Bank BPD DIY kembali menggelar Malioboro Run 2026 bertema Culture on Track dengan lebih dari 8.000 peserta dan rute yang melewati sejumlah ikon budaya Jogja
Mahasiswa UII mengembangkan RespiraTB, wearable berbasis sensor accelerometer untuk skrining awal gejala TBC secara real-time.