Pemkab Gunungkidul Verifikasi 30 Gerai KDMP, Ini Tujuannya
Pemkab Gunungkidul mulai memverifikasi 30 gerai KDMP yang telah dibangun. Operasional masih menunggu proses verifikasi dan validasi.
Ilustrasi Densus 88 Antiteror Polri/Antara-Fakhri Hermansyah
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Guru SD di Kota Wonosari yang tinggal di Ponjong, Gunungkidul, ditangkap oleh Densus 88 karena diduga terlibat terorisme, Senin (14/2/2022).
Guru berinisial RY, 45, tersebut ditangkap di rumahnya di Dusun Jimbaran, Tambakromo, Ponjong, saat akan berangkat mengajar. Rumahnya kemudian digeledah.
BACA JUGA: Terduga Teroris di Jogja Disebut Ikut Uji Coba Bom di Sebuah Gunung di Bantul
Tokoh masyarakat Jimbaran, Tambakromo, Suharto, menyaksikan penggeledahan di rumah RY sehabis azan Zuhur. “Awalnya tidak tahu karena petugas yang datang mengaku sebagai anak KKN [kuliah kerja nyata]. Tapi setelah itu menggeledah rumah milik yang bersangkutan,” kata Suharto kepada wartawan, Senin sore.
Pengeledahan juga disaksikan oleh Kepala Dusun Jimbaran dan istri serta kedua orang tua RY. “Penggeledahan berlangsung kurang dari satu jam,” katanya.
Harto menambahkan, saat penggeledahan RY sudah tidak ada di rumah.
“Pagi tadi saya melihatnya berangkat mengajar ke SD di Wonosari. Kemungkinan, ia diamankan pada saat menuju sekolah tempatnya bekerja," ungkapnya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Kepala Dusun Jimbaran, Suparno. Menurut dia, RY berprofesi seorang guru dan memiliki empat anak.
“Anak pertama dan kedua sekolah di pondok pesantren di Sukoharjo [Jawa Tengah]. Sedangkan anak ketiga masih SD dan yang bungsu berusia kurang dari satu tahun,” katanya.
Dia menjelaskan petugas Densus 88 menyita sejumlah buku dan majalah keagamaan serta laptop dan panah yang sudah rusak.
Suparno mengaku kaget dengan penangkapan salah satu warganya tersebut. “Rumah saya dengan RY hanya berjarak 30 meter. Seusai pulang mengajar, dia mencari rumput untuk pakan ternak," katanya.
BACA JUGA: Uji Kecepatan di Bukit Bego, KNKT Temukan Titik Terang Penyebab Kecelakaan Maut
Selain aktif ke masjid, sambung Suparno, RY juga aktif di kegiatan sosial masyarakat seperti pertemuan warga, kerja bakti, takziah hingga pengajian.
“Kami sebagai warga kaget karena orangnya baik dan tidak tertutup. Pasti keluarga lebih kaget dan tak menyangka RY diamankan oleh aparat,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul mulai memverifikasi 30 gerai KDMP yang telah dibangun. Operasional masih menunggu proses verifikasi dan validasi.
Densus 88 menangkap 11 tersangka terorisme di enam provinsi. Mereka diduga terkait jaringan Daulah Islamiyah dan menjalani pelatihan.
Dua atlet menembak Gunungkidul, Kanuruan Al Ghozi dan Anang Febrian, mengikuti Pelatnas untuk kejuaraan dunia Qatar sebagai kualifikasi Olimpiade 2028.
Hyundai membatalkan peluncuran Ioniq 3 di Australia karena biaya impor tinggi. Harga mobil listrik itu dinilai sulit bersaing.
JNE mendukung kolaborasi MANDALAS dan Yayasan Habibie & Ainun melalui koleksi batik “Menemani” dalam menyambut Hari Batik Nasional 2026.
Kejurkab Taekwondo Kulonprogo 2026 resmi digelar di GOR SMK Negeri 2 Pengasih yang menjadi wadah pembinaan sekaligus penjaringan bibit atlet muda potensial guna