Kasus Kekerasan Hantam Pesantren, Santri Baru di Jawa Tengah Menyusut
Jumlah santri baru di Jateng turun hingga 20% pada 2025, NU akui dampak kasus kekerasan dan dorong reformasi pesantren.
Gus Miftah. /instagram
Harianjogja.com, JOGJA--Pendakwah Gus Miftah kembali viral di media sosial karena aksinya memberikan pengajian di klub malam. Sebuah video pengajian di sebuah klub malam di Jogja pun diunggahnya pada Minggu (20/2/2022).
Salah satu momentum yang menjadi perhatian warganet adanya salah satu peserta pengajian yang mengaku sebagai pemandu karaoke atau dikenal dengan LC mengajukan pertanyaan. Dalam video tampak wanita berambut panjang mengenakan syal itu meminta pendapat kepada Gus Miftah soal LC yang suka dengan suami orang.
"Terus kalau kami ini kan LC bagaimana jika suka dengan suami orang," ucap wanita tersebut.
Gus Miftah mengunggah video tersebut di akun Instagram dan TikTok miliknya. Dengan memberikan catatan dalam unggahan tersebut.
Baca juga: Kisah Gus Miftah Pernah Ditodong Senjata saat Salat di Sarkem Jogja
"Sudah 6 bulan off pengajian di club malam karena pandemi, begitu ngaji lagi dapat pertanyaan lebih bahaya dari pandemi," tulis Gus Miftah.
Hingga Senin (21/2/2022) pagi, unggahan tersebut dikomentari 2.552 akun Instagram. Sedangkan di medsos TikTok masuk ke beranda FYP dan dikomentari sebanyak 1.955 akun dan disukai 63.000 lebih akun lainnya. Video tersebut pun menjadi hiburan tersendiri bagi warganet.
Pengguna Instagram memberikan komentar beragam. Beberapa ada yang menunggu jawaban sang ustaz.
"ditunggu video jawaban nya gus." tulis @derrysulaiman.
"Jawabannya apa nih Gus," timpal @putrasiregarr17.
"Gimana ti gus jawabannya..Kami para istri mau dgr," komentar @nurya_nirini.
"Namanya Manusia kan Tiada Sempurna di Dunia hanya Allah Maha Sempurna Maha Mengetahui Maha Pengampun.#Sebuah Renungan Jiwa," ungkap akun lain.
"Pertanyaan bikin ustad ustad resign," timpal yang lain.
Foto : Gus Miftah saat memberikan pengajian di sebuah klub malam di Jogja. /Instagram.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Instagram
Jumlah santri baru di Jateng turun hingga 20% pada 2025, NU akui dampak kasus kekerasan dan dorong reformasi pesantren.
Istana menegaskan Presiden Prabowo rutin mengevaluasi seluruh program kementerian dan lembaga sebagai bagian dari penguatan pengawasan serta pemberantasan korup
Noel minta maaf kepada Prabowo setelah divonis 4,5 tahun penjara dalam kasus korupsi sertifikasi K3 dan gratifikasi Rp3,43 miliar.
KPK menduga perusahaan towing dipakai sebagai kedok menyamarkan dana hasil pemerasan KITAS dan KITAP yang menyeret pejabat Imigrasi.
Program BSPS DIY 2026 melonjak menjadi 3.000 unit rumah. Kementerian PKP memperbesar bantuan bedah rumah untuk mempercepat penanganan RTLH.
Pelantikan Kepala BGN Nanik S. Deyang dijadwalkan pekan depan. Istana meminta fokus membenahi Program Makan Bergizi Gratis.