Advertisement

Banyak yang Sembuh dari Covid-19, Kamar di Selter Bener Jogja Tower Satu Banyak Kosong

Sirojul Khafid
Senin, 28 Februari 2022 - 17:07 WIB
Budi Cahyana
Banyak yang Sembuh dari Covid-19, Kamar di Selter Bener Jogja Tower Satu Banyak Kosong Rusunawa Bener, Tegalrejo, Jogja - Ist

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Seiring dengan banyaknya tingkat kesembuhan pasien Covid-19 di Kota Jogja, kamar di Selter Bener, Tegalrejo, Jogja banyak yang kosong.

BACA JUGA: Puluhan Ribu Wisatawan Serbu Bantul saat Long Weekend

Menurut Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan Rujukan Dinas Kesehatan Kota Jogja, Okto Heru Santosa, banyak pasien di Selter Bener Tower Satu yang sudah selesai isolasi.

PROMOTED:  Resmikan IKM di Umbulharjo, Dinas Perinkopukm Jogja Berharap IKM Naik Kelas

“Sebenarnya Selter Bener Tower Dua sudah siap operasional sejak Jumat (25/2) kemarin, tapi pasien di Tower Satu berkurang banyak yang selesai isolasi. Jadi ngisinya ke Tower Satu dulu, kalau penuh baru isi yang Tower Dua,” kata Okto, Senin (28/2/2022).

Adapun kapasitas Tower Satu sebanyak 42 unit dengan 84 tempat tidur. Sementara Tower Dua terdapat 39 unit dengan 78 tempat tidur. Bagi pasien yang masuk selter, kebanyakan tidak bergejala atau bergejala ringan.

“Bagi pasien Covid-19 tanpa gejala, waktu isolasi selama sepuluh hari. Sementara bagi yang ada gejala ada penambahan tiga hari di akhir isolasi,” katanya.

Selter Gemawang yang pada Gelombang Dua Covid-19 tahun lalu sempat dipakai, kini masih dalam masa persiapan. Masih ada kendala pada kualitas air yang kurang baik.

Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Jogja, Heroe Poerwadi memprediksi puncak Gelombang Tiga Covid-19 ini berlangsung pada akhir Februari atau awal Maret 2022.

“Karena kalau melihat kecenderungan dari berbagai kota maupun provinsi itu, mereka mendahului Jogja terpapar varian Omicron dan yang 2-3 pekan sudah mendahului terpapar Omicron ini sudah mulai turun. Semoga kami dalam 1-2 pekan ke depan juga mulai turun,” kata Heroe yang juga Wakil Wali Kota Jogja.

Advertisement

BACA JUGA: Pengendara di Jalan Malioboro Ributkan Skuter yang Lawan Arah

Meski ada pola itu, bukan berarti penurunan berlangsung secara otomatis. Seluruh elemen masyarakat Jogja perlu semakin memperketat protokol kesehatan.

“Jadi jangan melihat kemudian turunnya itu dengan sendirinya, turunnya itu karena semakin sadar dengan proses penerapan prokes,” katanya.

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Hasil Investigasi: Ini Kesalahan Fatal Panpel Arema FC dalam Tragedi Kanjuruhan

News
| Selasa, 04 Oktober 2022, 17:37 WIB

Advertisement

alt

Rasakan Sensasi Makan Nasgor Bercitarasa Tengkleng ala Grage Ramayana Hotel

Wisata
| Senin, 03 Oktober 2022, 07:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement