Gunungkidul Anggarkan Rp3,39 Miliar untuk 180 Lampu Penerangan Jalan
Pemkab Gunungkidul mengalokasikan Rp3,39 miliar untuk memasang 180 lampu jalan pada 2026. Sebanyak 125 unit ditargetkan rampung November.
Siswa SMKN 1 Bantul mulai menjalani pembelajaran tatap muka terbatas dengan serangkaian prokes ketat mulai Senin (19/4/2021). /Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Dinas Pendidikan Gunungkidul memastikan pelaksanaan sekolah tatap muka tetap dijalankan meski ada kasus penularan corona di sekolah. Hingga sekarang sudah ada belasan sekolah yang ditemukan kasus penularanan.
Sekretaris Dinas Pendidikan Gunungkidul, Winarno mengatakan, kebijakan pembelajaran masih mengacu pada instruksi bupati untuk menyelenggarakan pembelajaran tatap muka (PTM) secara terbatas. Pertemuan di sekolah masih dilaksanakan hingga sekarang, meski ditemukan sejumlah kasus penularan di satuan pendidikan.
“Tatap muka masih berjalan. Untuk balik ke pembelajaran jarak jauh atau daring masih menunggu kebijakan lanjutan dari Gubernur dan Bupati,” katanya kepada wartawan, Selasa (8/3/2022).
Meski tidak menyebutkan jumlah secara pasti, Winarno mengakui sudah banyak siswa sekolah maupun TK yang terpapar corona. Konsekuensi dari temuan kasus ini, maka pelaksanaan tatap muka dihentikan dan diganti dengan pembelajaran secara daring. “Jumlahnya terus berubah karena sesuai dengan perkembangan kasus yang terjadi. Misal ada kasus, sekolah ditutup, nanti kalau sudah normal tatap muka kembali dilakukan,” katanya.
Baca juga: Sudah PTM 50 Persen, Corona Tetap Meluas! DPRD Jogja Desak Sekolah Tatap Muka Dihentikan
Dia menjelaskan, hingga sekarang ada beberapa sekolah yang kembali menggelar pembelajaran jarak jauh. Sebagai contoh di Kapanewon atau Kecamatan Wonosari ada satu SD dan TK yang menghentikan tatap muka di sekolah.
Penutupan sekolah juga terlihat di kapanewon lainnya. Di Kapanewon Tepus ada dua SD; Kapanewon Nglipar tiga TK; Kapenwon Playen satu SD; Kapanewon Ngawen ada enam TK. Selain itu, ada juga penutupan satu TK di Kapanewon Gedangsari; di Kapanewon Ponjong ada satu TK dan di Kapanewon Karangmojo ada satu SMP yang ditutup karena penularan virus corona.
“Dari data ini, penularan banyak terjadi di lingkungan TK. Apabila ada siswa atau guru yang terpapar, maka di sekolah yang bersangkutan harus menggelar pembelajaran jarak jauh,” katanya.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan, ancaman virus corona harus terus diwaspadai karena potensi penularan masih tinggi. Dia meminta kepada masyarakat untuk terus mematuhi protokol kesehatan guna memutus mata rantai penyebaran virus.
“Hal sama juga harus dilakukan di lingkungan sekolah. Disiplin protokol kesehatan penting untuk mencegah penularan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul mengalokasikan Rp3,39 miliar untuk memasang 180 lampu jalan pada 2026. Sebanyak 125 unit ditargetkan rampung November.
Wakil Ketua DPRD Kota Jogja Sinarbiyat Nujanat meminta Pemkot mengoptimalkan kampung wisata budaya agar kunjungan wisatawan lebih merata.
Gempa magnitudo 7,0 mengguncang Kepulauan Ogasawara, Jepang. BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami di wilayah Indonesia.
Sebanyak 93 petani di Mertelu, Gunungkidul, mendapat bantuan sumur bor tenaga surya untuk mendukung pengairan lahan seluas 28 hektare saat kemarau.
Singapura menyebut pengurangan ekspor gas Indonesia kurang dari 2% kebutuhan harian dan menyiapkan pasokan LNG serta cadangan bahan bakar.
Kemenkes membantah narasi Menkes Budi Gunadi Sadikin sesak napas saat memakai tabung oksigen di Palangka Raya dan menjelaskan tujuan kunjungannya.