Ramadan dan Lebaran, Telkomsel Prediksikan Kenaikan Traffic 15%
Telkomsel mematangkan persiapan menghadapi periode Ramadan dan Idulfitri (Rafi) 2024.
Luncuran material erupsi awan panas guguran berujung di sungai Gendol, sisi tenggara bunker Kaliadem, Cangkringan, Sleman./Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, SLEMAN-Material yang dibawa akibat aktivitas vulkanik Gunung Merapi pada Rabu (9/3/2022) membuat masyarakat penasaran akan penampakannya. Di banyak media diberitakan aktivitas vulkanik tersebut merupakan yang terjauh selama dua tahun belakangan dan membuat material meluncur melalui Kali Gendol sampai tenggara Bunker Kaliadem.
Hal itu membuat masyarakat ingin tahu akan kondisi terkini di Kaliadem. Mereka ada yang nekat mendatangi lokasi meski pemerintah setempat sudah menutup akses masuk ke Kali Gendol.
Bahkan baru-baru ini muncul video viral yang menunjukkan adanya sekelompok orang sedang berjalan menyusuri material. Video tersebut dibagikan akun Twitter Sukiman Lintas Merapi dengan alamat @SukimanMerapi.
Dalam video itu ia menuliskan keterangan "ini anak mana ?? Kok berani main2 dengan situasi seperti ini. Ada yang punya info lengkap kelakuan ini ? Cc @BPPTKG @jalinmerapi.kalau nggak salah lokasi kaliadem . Bagaimana jika ada susulan guguran ?".
Dalam video, tampak hamparan pasir berwarna abu-abu hampir memenuhi kali. Asap juga masih mengepul di antara material-material itu pertanda masih panas. Namun beberapa pemuda terlihat santai menginjakkan kaki di tempat itu.
ini anak mana ?? Kok berani main2 dengan situasi seperti ini. Ada yang punya info lengkap kelakuan ini ?
— Sukiman Lintas Merapi (@SukimanMerapi) March 10, 2022
Cc @BPPTKG @jalinmerapi .kalau nggak salah lokasi kaliadem . Bagaimana jika ada susulan guguran ? pic.twitter.com/qBsVNGAnLl
Warganet yang melihat aksi pemuda di video itu ikut geram. Mereka pun menuliskan beragam komentar.
"apakah dipikiran mereka itu " bikin story wa dulu bos," tulis @warasXwaras.
"Kui matrial isih panas. Nek umpama ono bagian sek gampang ambless iso mateng [itu material masih panas. Kalau seumpama ada bagian yang mudah amblas bisa matang]," tulis @Baronitos_.
"Kok mboten ditutup sementara mawon njih??," tanya @alisha_cahya.
Pihak Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) yang langsung di-tag dalam postingan tersebut juga belum memberikan respons.
Diberitakan sebelumnya, BPPTKG memastikan aktivitas Gunung Merapi di perbatasan DIY dan Jawa Tengah hingga saat ini belum membahayakan penduduk yang tinggal di lereng gunung itu.
"Kondisi atau aktivitas Merapi saat ini masih belum membahayakan penduduk yang ada di luar area yang sudah kami tentukan potensi bahayanya," kata Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida saat konferensi pers virtual diikuti di Yogyakarta, Kamis (10/3/2022).
Seperti diwartakan Gunung Merapi mengeluarkan serangkaian awan panas guguran (APG) paling jauh 5.000 meter dan mengarah ke arah tenggara pada Rabu (9/3/2022) sejak pukul 23.18 WIB dan berlanjut hingga Kamis (10/3/2022) dini hari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Twitter
Telkomsel mematangkan persiapan menghadapi periode Ramadan dan Idulfitri (Rafi) 2024.
Harga emas Pegadaian hari ini turun. Emas Antam Rp2,861 juta, UBS Rp2,788 juta, dan Galeri24 Rp2,756 juta per gram.
Jadwal Bus Malioboro–Parangtritis hari ini, tarif Rp12.000, solusi wisata hemat dan praktis di Yogyakarta.
Noel mempertanyakan tuntutan kasus korupsi K3 Kemenaker karena selisih hukuman dengan terdakwa lain dinilai terlalu tipis.
Jadwal SIM Kulonprogo 19 Mei 2026, tersedia layanan di Mal Pelayanan Publik Kulonprogo.
PLN DIY jadwalkan pemadaman listrik 19 Mei 2026 di Sleman, Bantul, dan Kota Jogja akibat pemeliharaan jaringan pukul 10.00–13.00 WIB.