Advertisement

Dinkes: Puncak Covid-19 di Gunungkidul Belum Tiba

David Kurniawan
Sabtu, 12 Maret 2022 - 10:27 WIB
Budi Cahyana
Dinkes: Puncak Covid-19 di Gunungkidul Belum Tiba Ilustrasi penambahan kasus Corona. - Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul Dewi Irawaty memperkirakan kabupaten ini belum mencapai puncak penularan virus Corona gelombang ketiga sehingga kasus masih akan naik.

BACA JUGA: Gunungkidul Diterjang Lisus, Ratusan Rumah Dilaporkan Rusak  

Masyarakat pun diminta tetap mewaspadai ancaman penularan serta terus menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat.

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

“Masih belum ketemu puncaknya. Penularan masih terus terjadi,” kata Dewi kepada wartawan, Jumat (11/3/2022).

Meski demikian, ia tidak mengetahui kapan puncak penularan gelombang ketiga bakal terjadi. Menurut dia, pada saat kasus Covid-19 meledak di tahun lalu, rekor penularan tertinggi sebanyak 409 warga positif.

Penularan saat ini sudah di atas ratusan orang per hari yang tertular. Namun, Dewi mengakui, jumlahnya belum sebanyak pada saat varian Delta.  Sebagai contoh pada Kamis (10/3/2022) ada penambahan sebanyak 144 kasus. “Rekor tertinggi terjadi pada 13 Juli 2021,” ungkapnya.

Menurut dia, penularan varian Omicron tidak seganas varian Delta. Namun, potensi penambahan masih sangat mungkin karena kedisiplinan protokol kesehatan di masyarakat menurun.

“Tentunya berimbas pada peningkatan kasus. Buktinya, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat [PPKM] sekarang kembali ke level 4,” katanya.

Dewi mengingatkan upaya pencegahan tidak hanya menjadi tugas dari pemerintah karena juga membutuhkan partisipasi aktif dari masyarakat. Oleh karenanya, ia meminta kepada masyarakat untuk tidak bosan serta abai menjalankan protokol kesehatan.

Advertisement

“Protokol kesehatan ini penting guna memutus mata rantai persebaran virus Corona. Apalagi sekarang  peraturannya juga diperlonggar. Akhirnya kami berharap ada herd immunity alamiah,” ungkapnya.

Dewi memastikan tempat tidur di rumah sakit masih mencukupi karena sudah menyiapkan sebanyak 153 unit. Tingkat keterisian  juga masih 50% karena data terbaru ada 76 pasien yang dirawat di rumah sakit. “Ini masih bisa berubah dan semua bergantung pada tingkat penularan serta kondisi kesehatan masing-masing orang,” katanya.

BACA JUGA: Begini Kondisi Morfologi Merapi Usai Letusan Sejauh hingga 5 Kilometer  

Advertisement

Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Gunungkidul, Asti Wijayanti. mengatakan untuk tempat isolasi terpadu di Puskesmas Bedoyo sudah siap. Rencananya, fasilitas ini mulai dioperasikan pekan depan.

“Bupati akan meresmikannya,” kata Asti.

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Pemkot Magelang Berikan Proteksi Praktik Dokter

News
| Jum'at, 30 September 2022, 23:17 WIB

Advertisement

alt

Hadir Tempat Glamping Baru di Jogja, Arkamaya Sembung Namanya

Wisata
| Jum'at, 30 September 2022, 15:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement