Kelok 23 Gunungkidul Belum Dilirik Investor, Ini Alasannya
Kawasan Kelok 23 Gunungkidul belum menarik investor. DPMPTSP menyebut pembangunan yang belum selesai menjadi salah satu penyebabnya.
Sejumlah petani Desa Bulurejo, Semin, Gunungkidul, menanam benih padi di masa tanam kedua, Jumat (12/3/2022)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul memprediksi area penanaman padi di musim tanam kedua akan menurun drastis.
BACA JUGA: Korban Robot Trading Fahrenheit, Warga Bantul Kehilangan Rp825 Juta dalam Sekejap
Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Sustiwingsih, mengatakan panen raya sudah berlalu dan petani mulai untuk masa tanam kedua. Berbeda dengan masa tanam pertama yang didominasi padi, di musim tanam ini komoditas akan lebih variatif.
Sebagai dampaknya, luas tanam padi di Gunungkidul menyusut drastis. Di masa tanam pertama mencapai 56.624 hektare, di masa tanam kedua hanya sekitar 7.000 hektare.
Menurut dia, penurunan ini terjadi karena kondisi geografis di Gunungkidul yang mayoritas merupakan lahan tadah hujan. Di masa tanam kedua, tanaman seperti jagung, kacang tanah hingga kedelai lebih banyak dikarenakan curah hujan mulai menurun.
“Yang paling banyak, lahan akan ditanami kacang tanah. Sedangkan padi hanya menyasar lahan yang memiliki salurah irigasi,” katanya, Minggu (13/3/2022).
Sustiwiningsih mengungkapkan, sudah memiliki peta tanam di Gunungkidul. di daerah selatan paling banyak ditanami kacang tanah. Di area tengah dan utara yang ditanam mulai dari jagung, kedelai hingga kacang tanah.
Menurut dia, hasil panen di masa tanam pertama berjalan dengan baik. Pasalnya, dari lahan seluas 56.624 hektare mampu menghasilkan 301.160,97 ton gabah kering giling.
BACA JUGA: Erupsi Merapi Tak Berpengaruh, Wisata Sekitar Lereng Gunung Tetap Ramai
“Rata-rata produksi per hektare 5,319 ton gabah kering giling. Mudah-mudahan di masa tanam berikutnya hasil produksi pertanian juga berjalan dengan bagus,” katanya.
Salah seorang petani di Kalurahan Bulurejo, Semin, Sunarto, mengatakan di masa tanam kedua masih menanam padi. Hal ini dikarenakan area sawah yang dimiliki masih memiliki cadangan air sehingga tidak ada masalah untuk pemeliharaan. “Ada cadangannya. Jadi, kalau hujan berhenti masih ada yang dimanfaatkan untuk pemeliharaan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kawasan Kelok 23 Gunungkidul belum menarik investor. DPMPTSP menyebut pembangunan yang belum selesai menjadi salah satu penyebabnya.
OTT KPK terhadap Rektor Unsoed menambah daftar pimpinan kampus yang terseret korupsi. Simak deretan kasus rektor yang pernah berhadapan dengan hukum.
Toyota batasi pasokan GR GT 200-250 unit di AS. Strategi cegah spekulan. Harga mulai Rp3,4 miliar, mesin V8 hybrid 641 hp.
Meta paling rakus data pengguna dengan 25 jenis data. Google kedua dengan 17 jenis. Riset Surfshark ungkap rahasia Big Tech.
Aldila Sutjiadi/Erin Routliffe gagal ke semifinal Cincinnati Open 2026. Kalah 5-7, 5-7 dari Bouzkova/Noskova di perempat final.
KPK menyita uang tunai ratusan juta rupiah dalam OTT Rektorat Unsoed yang diduga terkait penerimaan mahasiswa baru.