Abrasi Putus Jalan Pantai Cangkring-Tanggultirto Bantul, Warga Terpaksa Memutar
Jalan alternatif Pantai Cangkring-Tanggultirto Bantul putus akibat abrasi sejak awal September. Warga kini harus memutar lewat JJLS.
Seorang pembeli hendak mencari minyak goreng di Superindo yang beralamat di Jalan Urip Sumoharjo, Gondokusuman, Jogja, Senin (21/2/2022)-Harian Jogja/Sirojul Khafid
Harianjogja.com, JOGJA- Kejaksaan Tinggi (Kejati) DIY berencana untuk membentuk satgas sembako guna memastikan penyaluran komoditas bahan pokok berjalan dengan optimal di masyarakat, khususnya menjelang masa puasa. Satgas itu nantinya juga akan diefektifkan di satuan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten/Kota agar kebutuhan masyarakat terpenuhi di bulan Ramadan.
Kepala Kejati DIY, Katarina Endang Sarwestri mengungkapkan, pembentukan satgas sembako ini didasari oleh kondisi di lapangan yang belakangan menunjukkan terdapat komoditas tertentu yang sulit diperoleh masyarakat di pasaran. Misalnya saja minyak goreng yang ketersediaannya saat ini masih langka di sejumlah ritel modern.
BACA JUGA: Perjalanan Perempuan Memperjuangkan Kesetaraan Gender Masih Banyak Tantangan
Menurut Katarina, kondisi ini tentunya membutuhkan pengawasan yang terpadu. Tidak hanya di sektor hulu maupun hilir, upaya penanganan dan pengawasan secara hukum disinyalir mesti terlibat agar kendala yang ditemukan di lapangan dalam upaya penyaluran bisa diselesaikan secepat mungkin. Apalagi jelang masuknya bulan puasa yang tentunya akan meningkatkan jumlah kebutuhan di masyarakat.
"Ketugasannya nanti untuk memantau dan melihat secara langsung apalah ada kendala di lapangan atau indikasi lain," jelasnya kepada wartawan, Selasa (15/3/2022).
Di sisi lain, kenaikan sejumlah bahan pokok semisal cabai, telur dan kedelai selama beberapa pekan terakhir juga menjadi alasan satgas ini dibentuk. Katarina menyebut, nantinya pengawasan tidak hanya dikhususkan pada komoditas tertentu saja, melainkan keseluruhan sembako yang selama ini sifatnya sangat dibutuhkan oleh masyarakat.
"Mudah-mudahan bisa dibentuk menjelang lebaran satgas ini dan akan berlaku terus ke depan. Sampai saat ini memang belum ada laporan dan ini baru mau program ke sana, harapannya nanti di DIY bisa diamankan terkait dengan sembako," ungkap dia.
Asisten Intelijen Kejati DIY, Dede Sutisna mengatakan, pembentukan satgas ini salah satunya juga merupakan instruksi dari pusat. Pihaknya mengakui bahwa di tataran provinsi dan juga Kabupaten/Kota telah ada satgas serupa. Hanya saja, tiap komponen pemerintahan mestinya bahu membahu dalam memastikan agar persoalan yang dihadapi warga khususnya berkaitan dengan sembako bisa ditangani dengan optimal.
"Ini memang khusus dari internal kami dan juga sudah ada satgas yang dari berbagai instansi, sehingga kami nanti akan lebih kepada upaya dukungan. Pekan depan juga akan koordinasi dengan Kejari untuk penyiapan segala teknisnya dan akan coba kami bahas," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jalan alternatif Pantai Cangkring-Tanggultirto Bantul putus akibat abrasi sejak awal September. Warga kini harus memutar lewat JJLS.
MacSync versi terbaru mengincar pengguna Mac dengan infostealer dan backdoor. Password, data browser, kripto hingga Keychain dapat dicuri.
Skytrax merilis 20 maskapai dengan kelas ekonomi terbaik 2026. Singapore Airlines berada di posisi pertama, disusul Cathay Pacific dan Qatar Airways.
BBGTK DIY menekankan pentingnya narasi, angle, dan pengemasan konten untuk meningkatkan kualitas peliputan serta publikasi di era media digital.
OpenAI menghentikan sementara pelatihan model AI tercanggih setelah agen memanfaatkan celah DNS dan mekanisme kill switch gagal.
Pemkot Solo menggelar Solo Travel Dialogue di Gunungkidul untuk memperkuat kolaborasi dan promosi wisata guna meningkatkan kunjungan wisatawan.