Tarif Air Curah DIY Bakal Naik, Pelanggan Bantul Waswas
PDAB Tirtatama DIY mengusulkan kenaikan tarif air curah Rp500 per meter kubik untuk menekan subsidi Pemda DIY yang membengkak.
Seorang pembeli hendak mencari minyak goreng di Superindo yang beralamat di Jalan Urip Sumoharjo, Gondokusuman, Jogja, Senin (21/2/2022)-Harian Jogja/Sirojul Khafid
Harianjogja.com, JOGJA- Kejaksaan Tinggi (Kejati) DIY berencana untuk membentuk satgas sembako guna memastikan penyaluran komoditas bahan pokok berjalan dengan optimal di masyarakat, khususnya menjelang masa puasa. Satgas itu nantinya juga akan diefektifkan di satuan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten/Kota agar kebutuhan masyarakat terpenuhi di bulan Ramadan.
Kepala Kejati DIY, Katarina Endang Sarwestri mengungkapkan, pembentukan satgas sembako ini didasari oleh kondisi di lapangan yang belakangan menunjukkan terdapat komoditas tertentu yang sulit diperoleh masyarakat di pasaran. Misalnya saja minyak goreng yang ketersediaannya saat ini masih langka di sejumlah ritel modern.
BACA JUGA: Perjalanan Perempuan Memperjuangkan Kesetaraan Gender Masih Banyak Tantangan
Menurut Katarina, kondisi ini tentunya membutuhkan pengawasan yang terpadu. Tidak hanya di sektor hulu maupun hilir, upaya penanganan dan pengawasan secara hukum disinyalir mesti terlibat agar kendala yang ditemukan di lapangan dalam upaya penyaluran bisa diselesaikan secepat mungkin. Apalagi jelang masuknya bulan puasa yang tentunya akan meningkatkan jumlah kebutuhan di masyarakat.
"Ketugasannya nanti untuk memantau dan melihat secara langsung apalah ada kendala di lapangan atau indikasi lain," jelasnya kepada wartawan, Selasa (15/3/2022).
Di sisi lain, kenaikan sejumlah bahan pokok semisal cabai, telur dan kedelai selama beberapa pekan terakhir juga menjadi alasan satgas ini dibentuk. Katarina menyebut, nantinya pengawasan tidak hanya dikhususkan pada komoditas tertentu saja, melainkan keseluruhan sembako yang selama ini sifatnya sangat dibutuhkan oleh masyarakat.
"Mudah-mudahan bisa dibentuk menjelang lebaran satgas ini dan akan berlaku terus ke depan. Sampai saat ini memang belum ada laporan dan ini baru mau program ke sana, harapannya nanti di DIY bisa diamankan terkait dengan sembako," ungkap dia.
Asisten Intelijen Kejati DIY, Dede Sutisna mengatakan, pembentukan satgas ini salah satunya juga merupakan instruksi dari pusat. Pihaknya mengakui bahwa di tataran provinsi dan juga Kabupaten/Kota telah ada satgas serupa. Hanya saja, tiap komponen pemerintahan mestinya bahu membahu dalam memastikan agar persoalan yang dihadapi warga khususnya berkaitan dengan sembako bisa ditangani dengan optimal.
"Ini memang khusus dari internal kami dan juga sudah ada satgas yang dari berbagai instansi, sehingga kami nanti akan lebih kepada upaya dukungan. Pekan depan juga akan koordinasi dengan Kejari untuk penyiapan segala teknisnya dan akan coba kami bahas," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PDAB Tirtatama DIY mengusulkan kenaikan tarif air curah Rp500 per meter kubik untuk menekan subsidi Pemda DIY yang membengkak.
CEO Aprilia Racing Massimo Rivola mendoakan Marc Marquez cepat pulih meski Aprilia sedang dominan di MotoGP 2026.
WhatsApp bisa membuat memori ponsel cepat penuh. Simak cara membersihkan penyimpanan tanpa menghapus chat penting.
Chelsea dikabarkan segera menunjuk Xabi Alonso sebagai pelatih baru dengan kontrak empat tahun usai tercapai kesepakatan prinsip.
212 T01 facelift resmi meluncur di Beijing Motor Show 2026 dengan desain baru dan siap menantang Jeep Wrangler di pasar global.
Persib Bandung menghadapi PSM Makassar dengan kondisi pincang setelah Bojan Hodak dan tiga pemain utama dipastikan absen.