Hati-Hati Barang Impor, Ini Modus yang Perlu Diwaspadai
Pelaku menggunakan berbagai macam modus. Mulai menyamar sebagai petugas Bea Cukai, hingga memanfaatkan rekayasa sosial demi mendekati target penipuan.
Pekerja menyelesaikan pembangunan tanggul di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan, Bantul, DI Yogyakarta, Rabu (2/2/2022). Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta berencana mengembangkan TPST Piyungan dengan memperluas lahan mengingat hingga tahun 2023 TPST tidak mampu menampung pembuangan sampah./Antara-Hendra Nurdiyansyah
Harianjogja.com, SEMARANG – Pemerintah DIY bakal terus mengembangkan kawasan selatan. Upaya penghapusan ketimpangan antara DIY kawasan utara dan selatan terus dilakukan, dengan harapan dapat mengangkat sejumlah potensi yang dimiliki termasuk potensi ekonomi.
“Memang harus ada keberpihakan ke wilayah selatan. Mau tidak mau. Jadi energi kita harus tercurahkan ke tiga wilayah selatan itu,” jelas Beny Suharsono Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DIY dikutip dari Bisnis.com--jaringan Harianjogja.com, Kamis (17/3/2022).
Beny menambahkan bahwa konsep pembangunan di wilayah selatan DIY nantinya bakal disiapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2022-2027.
Wahyu Widodo, Ekonom Universitas Diponegoro, memberikan beberapa catatan terkait rencana Pemerintah Provinsi DIY tersebut. Menurut Wahyu, rencana pembangunan mesti menitikberatkan pada potensi wilayah yang ada.
“Pariwisata bisa menjadi alternatif untuk wilayah selatan, tetapi harus bisa ada terobosan. Karena potensi utamanya kan alam, terutama pantai, tetapi kesan wisata Pantai Selatan selama ini belum ikonik dan cenderung tidak terkelola dengan baik,” tulis Wahyu melalui pesan singkat yang dikirimkan pada Rabu (16/3/2022).
Selain pariwisata, wilayah selatan DI Yogyakarta juga menyimpan potensi perikanan. Meskipun potensinya tidak sebesar pariwisata, namun Wahyu menyebut pembangunan pada sektor tersebut masih bisa dikembangkan lebih lanjut. Terlebih dengan kondisi alam Gunungkidul yang tidak optimal untuk pengembangan sektor pertanian.
“Selain itu, [Pemerintah Provinsi DI Yogyakarta] harus berani membuka sumber pertumbuhan baru. Seperti industri. DI Yogyakarta tidak ada basis industri manufaktur yang kuat,” jelas Wahyu kepada Bisnis.
Baca juga: Makin Mahal! HET Minyak Goreng Dicabut, Harga Kemasan Hari Ini Rp24.000 per Liter
Wahyu menyampaikan bahwa DI Yogyakarta juga mesti memberikan perhatian khusus pada pembangunan infrastruktur di wilayah selatan. Konektivitas di wilayah tersebut sudah cukup terbantu dengan adanya Bandara Yogyakarta International Airport (YIA). Belum lagi, di masa mendatang, DI Yogyakarta bakal terhubung dengan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) serta Tol Jawa.
“Potensi selatan sebenarnya besar. Jalan selatan yang ke Jawa Tengah sudah sangat baik. Sayangnya, [wilayah] selatan Jawa tengah juga daerah yang relatif masih miskin. Sehingga tidak banyak memberi spillovers [imbas ekonomi],” pungkas Wahyu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
Pelaku menggunakan berbagai macam modus. Mulai menyamar sebagai petugas Bea Cukai, hingga memanfaatkan rekayasa sosial demi mendekati target penipuan.
Emil Audero jadi kiper dengan penyelamatan terbanyak Serie A 2025/2026, ungguli David de Gea dan Mike Maignan.
Uji materi syarat ahli waris dalam pengusulan Pahlawan Nasional HB II diajukan ke MK karena dinilai hambat proses sejarah.
Universitas Oxford kembangkan vaksin Ebola Bundibugyo gunakan teknologi ChAdOx1. Simak proses riset, strategi produksi, dan metode vaksinasi yang akan diterapka
Kaspersky ungkap phishing baru menggunakan QR Code ASCII yang meningkat 5 kali lipat pada 2025 dan mampu menembus sistem keamanan email modern.
GMS Bantul fokus lengkapi izin rumah ibadah usai polemik pembubaran ibadah di Sewon. Pemkab tegaskan larangan intimidasi dan dorong penyelesaian sesuai aturan.