Advertisement

Ibadah di Gereja HKTY Ganjuran Dijadwal Berdasarkan Kewilayahan

Catur Dwi Janati
Jum'at, 15 April 2022 - 09:27 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
Ibadah di Gereja HKTY Ganjuran Dijadwal Berdasarkan Kewilayahan Romo Paroki Gereja HKTY Ganjuran, R. Sugihartanto, Pr pada Kamis (14/4/2022). - Catur Dwi Janati

Advertisement

Harianjogja.com, BANTUL - Ribuan umat Katolik di Gereja Hati Kudus Tuhan Yesus (HKTY) di Ganjuran, Bambanglipuro memeringati serangkaian peringatan Paskah dengan protokol kesehatan ketat. Umat yang mengikuti misa dibatasi dan dijadwal sesuai kewilayahannya masing-masing.

"Paskah tahun ini kami siapkan dengan pembentukan panitia, berbagi tugas dan kami melaksanakan koordinasi dengan pihak-pihak terkait, terutama pemerintah, Polsek, Koramil untuk semuanya agar bisa berjalan dengan baik sesuai koridor," terang Romo Paroki Gereja HKTY Ganjuran, R. Sugihartanto, Pr pada Kamis (14/4/2022).

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

Romo Sugihartanto menerangkan bahwa dalam pelaksanaan misa, jumlah umat yang hadir dibatasi. "Untuk setiap ibadah kita menempatkan ada 1.200 kursi, untuk setiap ibadah. Umat kami sendiri 6.300 sekian," ujarnya.

Untuk mengoptimalkan jaga jarak, sejumlah tenda tambahan pun dipasang di sisi gereja. "Sebelum pandemi dua ibadah, satu ibadah sekitar 3000-an sebelum pandemi. Sekarang sekitar 1000-an," tambahnya.

Baca juga: 14 April, Umat Kristiani Rayakan Kamis Putih. Ini Maknanya...

Selain itu, umat yang hendak melakukan misa sebelumnya telah dijadwalkan kehadirannya sesuai wilayahnya masing-masing. "Seperti yang sudah kita pasang di papan itu kan ada pembagian, hari ini wilayah ini dengan wilayah ini," terangnya.

"Itu untuk membagi supaya konsentrasi jumlah umat tidak menumpuk di satu perayaan. Jadi nanti tidak menjadi kerumunan yang cukup padat, tetapi kita bisa mengatur lebih cermat dan jeli, sehingga umat juga nyaman, lalu penanganan prokes kita juga aman," tandasnya.

Selain datang langsung ke gereja, saat ini prosesi ibadah juga masih dapat disaksikan secara daring. Dua kapel pun turut digunakan untuk serangkaian ibadah Paskah, supaya jaga jarak dapat berjalan optimal. "Kapel - kapel pun juga menyelenggarakan hal yang sama. Kami tetapkan untuk tetap menjaga prokesnya," ujarnya.

Ditegaskan Sugihartanto, umat yang hendak mengikuti ibadah wajib membawa masker. Umat wajib cek suhu dan memindai Kode QR Peduli Lindungi. "Bahkan kita yang umat sendiri masih ada scan barcode [khusus] di pintu gerbang, untuk mengetahui secara persis ini umat dan bukan umat," jelasnya.

"Sumbangan untuk negara bisanya hanya itu [prokes], untuk melakukan dan menjaga umat supaya jangan sampai terjadi klaster yang meledak lagi karena paskah," imbuhnya.

Ketua Dewan Paroki Gereja (HKTY) Ganjuran, Ari Setiawan mengingatkan, khusus bagi umat yang berasal dari luar Gereja HKTY Ganjuran yang hendak mengikuti ibadah di sana, sebelumnya harus terlebih dahulu mendaftarkan diri via google form. Ari menerangkan bila pendaftaran ini dilakukan untuk mengantisipasi melonjaknya umat yang ingin mengikuti misa pada waktu tertentu, sementara pelaksanaan misa telah dijadwal berdasarkan kewilyahannya.

Dilanjutkan Ari, umat dari luar Gereja HKTY juga setidaknya telah melaksanakan vaksinasi dosis kedua. "Kita punya kapasitas untuk 4.000, namun kita batasi maksimal hanya 1.000 umat saja untuk sekali misa," tukasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Curhat Mensos Risma Ke DPR, Bansos Rp412 Miliar Diblokir Sri Mulyani

News
| Rabu, 08 Februari 2023, 21:27 WIB

Advertisement

alt

Meski Ada Gempa, Minat Masyarakat ke Turki Tak Surut

Wisata
| Selasa, 07 Februari 2023, 22:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement