Penindakan Tipiring Bantul Melambat, Satpol PP Terkendala Aturan Baru
Satpol PP Bantul baru menyelesaikan satu kasus Tipiring hingga pertengahan 2026. KUHAP baru membuat proses penindakan perda menjadi lebih kompleks.
Beberapa penumpang hendak berangkat di Terminal Jombor, Kamis (15/4/2021). /Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA--Pengelola Terminal Giwangan memprediksi puncak kedatangan pemudik dengan menggunakan transportasi bus menuju Jogja akan terjadi pada 30 April mendatang. Saat ini jumlah kedatangan penumpang ke terminal itu secara umum masih berada di angka 1.000 orang per hari.
"Kalau pemudik berangkat perkiraan kami, puncaknya pada Jumat [29/4/2022] tetapi untuk pemudik datang perkiraan pada Sabtu [30/4/2022]," kata petugas pelayanan Terminal Giwangan, Evak Nur Wahid, Senin (18/4/2022).
BACA JUGA: HDCI Sleman Bagikan 1.000 Porsi Takjil
Dia menyatakan saat ini jumlah penumpang yang berangkat dan pergi dengan menggunakan bus antarkota antarprovinsi masih seperti bulan sebelumnya. Angkanya masih bertahan di jumlah 1.000 lebih untuk penumpang datang dan penumpang berangkat di angka 2.000-3.000 penumpang.
"Untuk April sampai dengan tanggal 17 total penumpang yang berangkat lewat Giwangan ada sebanyak 48.168 dan 26.130 yang datang," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Satpol PP Bantul baru menyelesaikan satu kasus Tipiring hingga pertengahan 2026. KUHAP baru membuat proses penindakan perda menjadi lebih kompleks.
Sensus Ekonomi 2026 di Bantul mulai digelar, hampir 500 ribu warga dan pelaku usaha didata untuk kebijakan tepat sasaran.
Sebanyak 4.263 personel gabungan disiagakan untuk mengamankan unjuk rasa di 5 titik Jakarta Pusat, Jumat 19 Juni 2026.
1O1 STYLE Yogyakarta Malioboro menghadirkan paket "Happily Ever After" dengan harga mulai dari Rp150.000 nett per orang
Meksiko menang 1-0 atas Korea Selatan di Piala Dunia 2026. Gol Luis Romo antar tuan rumah ke puncak Grup A.
IHSG BEI dibuka melemah ke 6.161 pada 19 Juni 2026, LQ45 ikut turun di tengah sentimen global yang masih bergejolak.