Advertisement

Ribuan Miras, Petasan hingga Knalpot Blombongan Dimusnahkan Aparat di Bantul

Newswire
Jum'at, 22 April 2022 - 21:47 WIB
Bhekti Suryani
Ribuan Miras, Petasan hingga Knalpot Blombongan Dimusnahkan Aparat di Bantul Ilustrasi petasan - Harian Jogja/Kiki Luqmanul Hakim

Advertisement

Harianjogja.com, BANTUL--Kepolisian Resor Bantul memusnahkan ribuan botol minuman keras, petasan, dan knalpot blombongan hasil operasi cipta kondisi dan penyakit masyarakat yang digiatkan selama Ramadan 1443 Hijriah.

Pemusnahan minuman keras yang dilindas menggunakan alat berat dan petasan diceburkan ke dalam air itu dilakukan di depan Kompleks Kantor Bupati Bantul usai Apel Gelar Pasukan Ops Ketupat Progo 2022, Jumat (22/4/2022) sore.

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

Kapolres Bantul AKBP Ihsan mengatakan bahwa Polres Bantul di-"backup" jajaran Kodim dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) satu minggu menjelang dan selama bulan Ramadan melaksanakan operasi cipta kondisi dan operasi penyakit masyarakat (pekat).

"Salah satu sasarannya miras [minuman keras] termasuk petasan dan knalpot "blombongan", kita musnahkan hari ini sebanyak 2.500 botol miras dan 112 knalpot blombongan, dan 250 petasan," katanya.

BACA JUGA: Tayang di Bioskop 2 Juni Mendatang, Ini Sinopsis Film Ngeri-Ngeri Sedap

Menurut dia, operasi cipta kondisi dan operasi pekat tersebut untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kabupaten Bantul selama bulan Ramadhan, dan akan terus digiatkan untuk menjaga situasi yang kondusif.

"Ini upaya kami menjaga situasi kamtibmas, khususnya di bulan suci Ramadhan agar Bantul tetap kondusif dan kita berharap ke depan Bantul akan semakin kondusif dan hal-hal seperti ini dapat kita cegah sejak dini," katanya.

Kapolres mengatakan dalam menanggulangi penyakit masyarakat perlu dukungan pemerintah daerah, Kodim, dan masyarakat Bantul.

"Karena inilah akar masalah dari semua kejahatan.Orang akan melakukan kejahatan jalanan, tawuran, dan lain-lain biasanya dipengaruhi minuman keras, narkoba, dan sebagainya. Untuk itu akar masalah ini yang kita sentuh," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Vaksin Covid-19 Jadi Berbayar Saat Status Pandemi Dicabut

News
| Sabtu, 04 Februari 2023, 18:37 WIB

Advertisement

alt

Kemegahan Desa Wisata Karangrejo Borobudur Menyimpan Kisah Menarik Bersama Ganjar

Wisata
| Sabtu, 04 Februari 2023, 11:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement