Advertisement

Mahasiswa Jogja Luncurkan Aplikasi Belajar Ujiaja, Siswa Bisa Diajari Profesor  

Sunartono
Sabtu, 23 April 2022 - 11:17 WIB
Bhekti Suryani
Mahasiswa Jogja Luncurkan Aplikasi Belajar Ujiaja, Siswa Bisa Diajari Profesor   Puluhan siswa di Jogja mengikuti diskusi ilmiah terkait pembelajan online dalam peluncuran aplikasi Ujiaja di eks Gedung OJK, Timoho, Kota Jogja, Jumat (22/4/2022). - Harian Jogja/Sunartono.

Advertisement

Harianjoga.com, JOGJA--Sejumlah mahasiswa di Jogja meluncurkan sebuah aplikasi bimbingan belajar yang diberinama Ujiaja. Aplikasi ini diklaim memberikan kemudahan kepada siswa yang ingin mendapatkan pendampingan belajar dan pihak lain yang ingin menambah penghasilan sebagai pengajar paruh waktu.

Rintisan start up ini digawangi oleh Zabina Asfahani yang juga mahasiswa semester 4 Fakultas Teknik UGM. Aplikasi ini memberikan kesempatan luas bagi profesional bidang pendidikan untuk menjadi pengajar dengan cara mendaftar di aplikasi Ujiaja untuk kategori tentor. Melalui sejumlah tahapan mengisi biodata, mendapatkan konfirmasi lalu mengisi kompetensi di bidangnya. Begitu juga dengan siswa yang ingin mendapatkan pendampingan online, pada sejumlah kategori yang dipilih dari les hingga tryout tes masuk perguruan tinggi maupun ujian akhir sekolah. Aplikasi ini tersedia di playstore dan website.

"Aplikasi ini memberikan kemudahan siswa yang ingin les maupun tryout tanpa harus repot datang untuk tatap muka," kata Zabina Asfahani yang juga CEO Ujiaja, Jumat (22/4/2022).

BACA JUGA: Meraup Cuan dengan Merawat Kenangan lewat Restorasi Motor Klangenan

Alumnus SMA Negeri 3 Jogja ini menambahkan salah satu kelebihan aplikasi buatannya adalah memberikan kesempatan berbagai latar belakang untuk menjadi tentor. Sehingga siswa yang bergabung tidak hanya diajari berbagai trik menjawab soal oleh tentor berstatus guru maupun mahasiswa, tetapi juga dosen dengan kualifikasi profesor. 

"Jadi semua latar belakang bisa, bahkan yang bergelar profesor pun bisa menjadi pengajar. Ini tentu menarik bagi siswa yang bisa dibimbing langsung," ujarnya. 

Meski dari berbagai latar belakang, namun bukan berarti fee yang diberikan sama. Pemberian fee sebagai tentor ditentukan sesuai jenjangnya. Semakin tinggi level pengajar maka upah yang didapatkan akan semakin tinggi. 

"Kami pengelola yang akan membayarkan fee itu ke pengajar dengan memperhatikan latar belakang dan jam terbangnya. Jadi selain memudahkan siswa belajar, juga membuka kesempatan lapangan kerja," katanya.

Kepada Balai Teknologi Komunikasi Pendidikan Disdikpora DIY Heru Santoso mengapresiasi keberadaan platform Ujiaja bikinan mahasiswa tersebut. Aplikasi tersebut tentu akan memudahkan siswa untuk mendapatkan pendampingan belajar. Keberadaan layanan platform jenis ini memang tidak bisa dihindari seiring perkembangan teknologi belajar yang kian masif.

"Harapannya tentu bisa memajukan dunia pendidikan di Jogja, anak-anak bisa mudah dalam belajar dan menyerap berbagai ilmu," katanya.

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Soal Tudingan Penyelewengan Dana, Presiden ACT Angkat Bicara

News
| Selasa, 05 Juli 2022, 02:37 WIB

Advertisement

alt

7 Makanan Indonesia Favorit Dunia

Wisata
| Sabtu, 02 Juli 2022, 11:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Advertisement