Sekolah Rakyat di Tengah Tren Penurunan Jumlah Anak, Ini Kata Pakar
Sekolah Rakyat dinilai tetap dibutuhkan meski jumlah anak menyusut. Pemerintah perlu menyesuaikan kebijakan pendidikan dengan perubahan demografi.
Ketua DPD Partai Demokrat DIY Erlia Risti (kedua dari kanan) bersama sejumlah pengurus DPC Demokrat Kota Jogja di sela-sela konsolidasi, Minggu (24/4/2022)./Harian Jogja-Sunartono
Harianjogja.com, JOGJA--Partai Demokrat DIY sedang mengejar penyelesaian kartu Tanda Anggota (KTA) untuk dua kabupaten yaitu di Sleman dan Kulonprogo yang belum maksimal proses pengumpulannya. Persentase keanggotaan minimal 1.000 menjadi salah satu syarat untuk bisa ikut sebagai kontestan Pemilu 2024.
Ketua DPD Partai Demokrat DIY Erlia Risti menjelaskan saat ini sedang mengejar proses persyaratan keanggotaan atau KTA sebagai syarat untuk diajukan ke KPU DIY. Secara, tiga DPC yaitu Kota Jogja, Bantul, dan Gunungkidul sudah hampir terpenuhi. Sleman dan Kulonprogo yang masih perlu dimaksimalkan proses KTA tersebut.
"Ada dua kabupaten yang memang perlu kami dorong karena kemarin terkait dengan Plt yang kemarin ada KLB itu. Tetapi kami bekerja keras saling mem-backup semua karena masih ada waktu. Kalau Gunungkidul, Bantul dan Kota Jogja sudah, kami fokus di dua kabupaten Kulonprogo dan Sleman," katanya saat menghadiri konsolidasi kader di Kantor DPC Partai Demokrat Kota Jogja Jalan Ki Ageng Nis, Kotagede, Minggu (24/4/2022) malam.
Meski persyaratan minimal hanya seribu keanggotaan namun ia menargetkan setiap kabupaten dan kota mendapatkan minimal 1.500 KTA. Erlia optimistis untuk seluruh DIY bisa mencapai 10.000 lebih KTA yang terkumpul dan bisa terselesaikan pada Juni 2022 mendatang. "Saat ini kami saling back up antar DPC dalam rangka mengumpulkan keanggotaan sehingga saat hari H [jatuh tempo pengumpulan syarat administrasi] kami pastikan sudah selesai," ujar wanita yang juga anggota DPRD DIY ini.
Ketua DPC Partai Demokrat Kota Jogja Rini Hapsari menambahkan untuk pengumpulan KTA di Kota Jogja sudah mencapai lebih dari 900 kader sehingga dalam waktu dekat bisa terselesaikan sesuai target 1.500 bahkan bisa lebih. Sejalan dengan itu ia intens melakukan konsolidasi dengan kader untuk mencari calon anggota legislatif yang potensial dalam memenangkan Pemilu 2024.
"Kalau soal keanggotaan syarat Pemilu kami sudah selesai, kami saat ini bisa fokus pada strategi pemenangan untuk Kota Jogja. Konsolidasi terus kami lakukan dengan kader melalui berbagai kegiatan termasuk saat kegiatan Ramadan pembagian takjil tetap diselipi dengan konsolidasi," katanya.
Erlia bertekad untuk mengembalikan kejayaan demokrat pada Pemilu 2024 mendatang dengan memasang target memperoleh masing-masing satu fraksi untuk level kabupaten dan provinsi. Meski pendaftaran caleg secara resmi belum dibuka namun ia meyakini banyak caleg potensial yang bakal mewarnai Demokrat di masa mendatang.
"Kami optimistis target itu tercapai, apalagi momentumnya tepat seiring dengan terus naiknya elektabilitas AHY," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sekolah Rakyat dinilai tetap dibutuhkan meski jumlah anak menyusut. Pemerintah perlu menyesuaikan kebijakan pendidikan dengan perubahan demografi.
KY memastikan seleksi hakim agung dan hakim ad hoc MA 2026 transparan. Publik bisa memantau proses dan memberi informasi rekam jejak calon.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 12 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Kereta pertama berangkat 05.05 WIB, tarif tetap Rp8.000.
PSEL Piyungan ditargetkan groundbreaking Desember 2026. Proyek senilai Rp2,5 triliun-Rp3 triliun ini mulai dibangun Januari 2027.
Polisi menyiagakan puluhan personel setelah massa membakar sejumlah kantor pemerintah di Ilaga, Puncak, Papua Tengah.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 12 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000.