Magelang Siap Gelar Interhash, Distoria, dan SBY Cup 2026
Magelang siap gelar Interhash 2026, Distoria 2026, dan SBY Cup 2026. Pemkot pastikan kesiapan event internasional dan dampak ekonomi.
Sebagai ilustrasi: Sejumlah kendaraan antre memasuki Gerbang Tol Cikampek Utama, Cikampek, Jawa Barat, Kamis (30/5). /ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga]
Harianjogja.com, JOGJA--Gubernur DIY Sri Sultan HB X memberikan sinyal kepada jajarannya agar lebih siap dalam menyambut pemudik yang jumlahnya diperkirakan melebihi jumlah penduduk DIY. Selain itu para pemudik diperkirakan lebih banyak membawa uang.
Sultan menyatakan persiapan untuk menyambut pemudik yang bakal masuk ke DIY harus lebih baik. Karena perkiraan DIY bakal banjir pemudik merupakan hal yang logis. Mengingat sudah dua tahun pandemi dan tidak bisa mudik. Selain itu para pemudik diperkirakan membawa banyak uang karena di tahun sebelumnya mereka tidak melakukan pengeluaran untuk mudik ke daerah.
"Persiapannya memang kita perlu lebih baik, karena hampir tiga kali lipat dari biasanya, kita bisa memahami karena selama dua tahun mereka tidak bisa keluar daerah. Kalau nyelengi sangune wis okeh [kalau menabung hasilnya sudah banyak], jadi waktu ke daerah kemungkinan juga banyak membawa uang yang lebih, karena ada kesempatan," kata Sultan di Kepatihan, Senin (25/4/2022).
Jumlah pemudik yang diperkirakan mencapai 3,9 juta itu melebihi jumlah penduduk DIY yang hanya sekitar 3,7 juta. Sehingga kondisi ini diperkirakan bakal memicu kepadatan di berbagai titik. Sehingga sangat wajar ketika ada pemudik yang mengantisipasi kemacetan mereka berangkat pada hari-hari lebih awal.
BACA JUGA: Cegah Kemacetan, Sultan Minta Pemudik Bukan Tujuan Jogja Tidak Lewat Jalur Kota
"Saya kira ini bukan curi start ya, karena diperkirakan ada 80 juta orang mudik di mana Jogja perhitungannya 3,9 juta kan melebihi penduduk DIY. Jadi kalau ada yang bisa lebih awal tentu akan lebih baik, daripada bersamaan nanti tidak memungkin untuk itu," ucapnya.
Sultan berharap para pemudik tujuan Jogja maupun yang akan melintasi wilayah Jogja agar berangkat lebih awal. Demi mencegah adanya kepadatan ketika berangkat bersamaan.
"Semoga saja berangkatnya tidak bersamaan. Lebih baik awal begini mereka bisa datang kalau memungkinkan daripada nanti pas hari mendekati hari raya," katanya.
Akan tetapi Sultan memperkirakan kepadatan yang akan menimpa DIY diperkirakan setelah lebaran atau saat H+2 maupun H+3. Mengingat saat hari H sebagian besar masyarakat lebih banyak bersilaturahmi. Setelah itu biasanya baru melakukan kunjungan ke sejumlah destinasi wisata.
"Berdasarkan pengalaman saat hari raya itu yang datang memang yang punýa keluarga di Jogja untuk silaturahmi. Tetapi hari ketiga dan berikutnya baru berwisata, dalam arti baru memenuhi tempat wisata tetapi selama hari H lebaran itu sepi, karakternya sepertinya itu hanya kepada keluarga," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Magelang siap gelar Interhash 2026, Distoria 2026, dan SBY Cup 2026. Pemkot pastikan kesiapan event internasional dan dampak ekonomi.
BPBD Bantul siapkan Rp20 juta untuk antisipasi El Nino. Potensi kekeringan dan kebakaran mulai dipetakan sejak dini.
Prabowo kunjungi Museum Marsinah Nganjuk, soroti sejarah buruh Indonesia dan perjuangan hak pekerja serta penghormatan pahlawan nasional.
BNNP DIY perkuat pencegahan narkoba dengan kearifan lokal dan sinergi masyarakat untuk wujudkan Yogyakarta bersih narkoba.
Kompetisi 76 Indonesian Downhill 2026 hadir lebih ekstrem di Bantul. Trek baru lebih curam, cepat, dan menantang rider elite.
Wisata Gunungkidul ramai 41.969 pengunjung saat libur panjang. PAD tembus Rp516 juta, pantai masih jadi favorit wisatawan.