Profil Lengkap Suahasil Nazara, Dilantik Prabowo Jadi Menkeu Gantikan Purbaya
Suahasil Nazara resmi menjadi Menteri Keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa. Simak profil, pendidikan, karier, dan pandangan fiskalnya.
Sebagai ilustrasi: Sejumlah kendaraan antre memasuki Gerbang Tol Cikampek Utama, Cikampek, Jawa Barat, Kamis (30/5). /ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga]
Harianjogja.com, JOGJA--Gubernur DIY Sri Sultan HB X memberikan sinyal kepada jajarannya agar lebih siap dalam menyambut pemudik yang jumlahnya diperkirakan melebihi jumlah penduduk DIY. Selain itu para pemudik diperkirakan lebih banyak membawa uang.
Sultan menyatakan persiapan untuk menyambut pemudik yang bakal masuk ke DIY harus lebih baik. Karena perkiraan DIY bakal banjir pemudik merupakan hal yang logis. Mengingat sudah dua tahun pandemi dan tidak bisa mudik. Selain itu para pemudik diperkirakan membawa banyak uang karena di tahun sebelumnya mereka tidak melakukan pengeluaran untuk mudik ke daerah.
"Persiapannya memang kita perlu lebih baik, karena hampir tiga kali lipat dari biasanya, kita bisa memahami karena selama dua tahun mereka tidak bisa keluar daerah. Kalau nyelengi sangune wis okeh [kalau menabung hasilnya sudah banyak], jadi waktu ke daerah kemungkinan juga banyak membawa uang yang lebih, karena ada kesempatan," kata Sultan di Kepatihan, Senin (25/4/2022).
Jumlah pemudik yang diperkirakan mencapai 3,9 juta itu melebihi jumlah penduduk DIY yang hanya sekitar 3,7 juta. Sehingga kondisi ini diperkirakan bakal memicu kepadatan di berbagai titik. Sehingga sangat wajar ketika ada pemudik yang mengantisipasi kemacetan mereka berangkat pada hari-hari lebih awal.
BACA JUGA: Cegah Kemacetan, Sultan Minta Pemudik Bukan Tujuan Jogja Tidak Lewat Jalur Kota
"Saya kira ini bukan curi start ya, karena diperkirakan ada 80 juta orang mudik di mana Jogja perhitungannya 3,9 juta kan melebihi penduduk DIY. Jadi kalau ada yang bisa lebih awal tentu akan lebih baik, daripada bersamaan nanti tidak memungkin untuk itu," ucapnya.
Sultan berharap para pemudik tujuan Jogja maupun yang akan melintasi wilayah Jogja agar berangkat lebih awal. Demi mencegah adanya kepadatan ketika berangkat bersamaan.
"Semoga saja berangkatnya tidak bersamaan. Lebih baik awal begini mereka bisa datang kalau memungkinkan daripada nanti pas hari mendekati hari raya," katanya.
Akan tetapi Sultan memperkirakan kepadatan yang akan menimpa DIY diperkirakan setelah lebaran atau saat H+2 maupun H+3. Mengingat saat hari H sebagian besar masyarakat lebih banyak bersilaturahmi. Setelah itu biasanya baru melakukan kunjungan ke sejumlah destinasi wisata.
"Berdasarkan pengalaman saat hari raya itu yang datang memang yang punýa keluarga di Jogja untuk silaturahmi. Tetapi hari ketiga dan berikutnya baru berwisata, dalam arti baru memenuhi tempat wisata tetapi selama hari H lebaran itu sepi, karakternya sepertinya itu hanya kepada keluarga," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Suahasil Nazara resmi menjadi Menteri Keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa. Simak profil, pendidikan, karier, dan pandangan fiskalnya.
Polisi membongkar jaringan sabu Jakarta-Surabaya-Lombok dengan barang bukti 5.418,10 gram sabu yang disembunyikan di ban serep mobil.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 16 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak waktu keberangkatan tiap stasiun dan tarif Rp8.000.
UEFA menetapkan Muenchen dan Barcelona sebagai tuan rumah final Liga Champions 2028 dan 2029, serta venue final kompetisi Eropa lainnya
Adhi Karya meminta maaf atas 2.400 unit LRT City yang belum diserahterimakan. Audit investigasi dan opsi refund disiapkan.
Digitalisasi pasar Bantul meluas. Hampir seluruh dari 10.370 pedagang di 33 pasar telah menggunakan QRIS sebagai alternatif pembayaran.