Advertisement

Barang Bukti Kasus Pornografi Siskaee Diambil Negara, Apa Saja?

Hafit Yudi Suprobo
Kamis, 28 April 2022 - 18:17 WIB
Bhekti Suryani
Barang Bukti Kasus Pornografi Siskaee Diambil Negara, Apa Saja? Tangkapan layar ekshibisionisme di Bandara YIA Kulonprogo. - Twitter

Advertisement

Harianjogja.com, KULONPROGO--Negara menyita barang bukti kasus pornografi yang melibatkan Fransiska Candra Novitasari alias Siskaeee.

Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Wates menjatuhkan vonis kepada Siskaeee dengan hukuman penjara selama 10 bulan penjara dan denda Rp250 juta subsider kurungan penjara selama tiga bulan.

Vonis kepada Siskaeee sendiri dibacakan pada sidang agenda pembacaan tuntutan yang digelar oleh PN Wates pada Kamis (28/4/2022). Sidang dipimpin oleh Hakim Ketua Ayun Kristiyanto. Jaksa Penuntut Umum hadir beserta tim kuasa hukum Siskaeee. Sedangkan, Siskaeee menjalani sidang secara daring dari Lapas Perempuan Kelas IIB Yogyakarta di Rejosari, Baleharjo, Wonosari, Gunungkidul.

PROMOTED:  Resmikan IKM di Umbulharjo, Dinas Perinkopukm Jogja Berharap IKM Naik Kelas

"Majelis hakim memutuskan untuk menjatuhkan pidana kepada terdakwa selama 10 bulan dan denda sebesar Rp250 juta dengan ketentuan apabila tidak dibayar maka diganti pidana kurungan selama tiga bulan penjara," ujar Ayun dalam amar putusannya saat sidang putusan kasus pornografi dan UU ITE dengan terdakwa Siskaeee digelar di PN Wates pada Kamis (28/4/2022).

BACA JUGA: Sejumlah Jalan di Jogja Bakal Diberlakukan Buka Tutup, Mana Saja?

Dikatakan Ayun, majelis hakim satu suara menyatakan bahwa perbuatan Siskaeee telah memenuhi unsur dakwaan kesatu dari tiga pasal alternatif JPU. Yakni, Pasal 29 jo Pasal 4 Ayat 1 UU Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi jo Pasal 64 Ayat 1 KUHP.

Dakwaan kedua kepada Siskaeee sendiri yakni pasal 30 jo pasal 4 ayat 2 undang-undang nomor 44 tahun 2008 tentang pornografi jo pasal 64 ayat 1 KUHP. Ketiga, Siskaeee dikenakan pasal 45 ayat 1 junto pasal 27 ayat 1 undang-undang nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas undang-undang nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik jo pasal 64 ayat 1 KUHP.

"Terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana memproduksi, membuat, menyebarluaskan, menawarkan, memperjualbelikan, dan menyediakan [konten] pornografi secara terus menerus sebagai perbuatan yang dilanjutkan," ungkap Ayun.

Dalam persidangan, terungkap sejumlah barang bukti dari hasil kasus pornografi dan UU ITE Siskaeee. Sejumlah barang bukti ada yang dirampas negara dan ada juga yang dikembalikan kepada Siskaeee.

Advertisement

Majelis hakim menetapkan barang bukti berupa satu buah Iphone 11 Promax warna merah hitam sampai dengan satu pasang sepatu warna putih dirampas untuk negara. Satu buah flashdisk warna merah hitam, sampai dengan satu buah kaus di video warna putih dirampas untuk dimusnahkan.

"Kemudian, satu buah flashdisk merah hitam, file video cctv bandara, dikembalikan. Satu buah rekening tahapan BCA, satu buah ATM dikembalikan kepada terdakwa Fransiska Candra Novitasari alias Siskaeee. Satu buah akun onlyfans dengan user Siskaeeeofc sampai dengan satu lembar print out data keluar masuk bandara nomor polisi W 1336 VW tetap terlampir dalam berkas perkara," sambung Ayun.

Lebih lanjut, sejumlah faktor menjadi hal yang memberatkan bagi Siskaeee. Seperti, terdakwa dinilai telah terbukti telah meresahkan masyarakat dan mengganggu ketertiban umum.

Advertisement

"Terdakwa telah menikmati hasil dari perbuatan yang dilakukan dan juga keuntungan yang diperoleh dari upload kontennya ke situs OnlyFans. Sementara, aspek yang meringankan yakni terdakwa belum pernah dihukum sebelumnya dan menyesali perbuatannya dan berjanji tak mengulanginya di kemudian hari, terdakwa perlu direhabilitasi untuk masa depannya," ujar Ayun.

Vonis hakim sendiri diketahui lebih ringan dari tuntutan jaksa. Sebelumya, terdakwa kasus pornografi dan UU ITE Fransiska Candra Novitasari alias Siskaeee dituntut satu tahun penjara dan denda sebesar Rp250 juta subsider enam bulan kurungan penjara oleh Jaksa Penuntut Umum saat sidang tuntutan digelar di Pengadilan Negeri Wates pada Kamis (21/4/2022) lalu.

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Narasi Mendapat Ancaman Setelah Diretas, Diminta Diam atau Mati

News
| Selasa, 04 Oktober 2022, 05:27 WIB

Advertisement

alt

Rasakan Sensasi Makan Nasgor Bercitarasa Tengkleng ala Grage Ramayana Hotel

Wisata
| Senin, 03 Oktober 2022, 07:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement